... Baca selengkapnyaSedikit cerita soal proses rebus jahe dalam panci yang sering aku pakai kalau masak ceker mercon ini. Biasanya sebelum bumbu halus ditumis, aku fokus dulu di langkah perebusan. Jadi di panci berisi air, aku masukin ceker tanpa tulang, lalu aku tambahkan jahe geprek dan lengkuas. Kadang aku tambah daun salam juga biar lebih wangi.
Fungsi jahe direbus dalam panci ini terasa banget. Pertama, bikin bau amis ceker berkurang drastis. Kedua, tekstur ceker jadi lebih empuk tapi nggak hancur. Biasanya aku rebus dengan api sedang 20–30 menit, tergantung seberapa keras cekernya. Kalau pengin hasil kuah rebusannya bening, aku suka buang air rebusan pertama, lalu rebus ulang dengan air baru, jahe, dan lengkuas.
Selain buat ceker, trik rebus jahe dalam panci ini juga sering aku pakai kalau lagi masak ayam kampung atau jeroan. Rasanya jadi lebih hangat di badan, apalagi kalau makan ceker mercon pedas sambil masih panas. Kalau lagi flu ringan atau tenggorokan nggak enak, kuah rebusan jahe yang hangat itu lumayan membantu.
Kalau kamu suka rasa jahenya lebih kerasa, potongan jahenya bisa diperbanyak atau dipotong agak besar. Tapi kalau cuma mau ambil aromanya saja, cukup digeprek tipis dan jangan terlalu lama direbus. Setelah ceker empuk, baru deh aku tiriskan dan lanjut ke tahap tumis bumbu halus: campuran cabai rawit, cabai besar, bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay.
Tahu kubus yang sudah digoreng juga aku campur bareng ceker di wajan. Lalu masuk air, garam, gula, kaldu bubuk, lada, minyak wijen, kecap, dan saus tiram. Di tahap ini, kalau mau, kamu bisa tuang sedikit air rebusan ceker yang sudah mengandung aroma jahe supaya rasa kuahnya makin gurih pedas hangat.
Intinya, buat kamu yang sering terganggu sama bau amis ceker atau ayam, coba deh biasain rebus jahe dalam panci bareng bahan utama. Simple, murah, tapi efeknya kerasa banget di hasil masakan. Dan kalau dipadukan dengan cabai mercon yang melimpah, jadinya ceker tahu mercon yang bukan cuma pedas, tapi juga harum dan nyaman di perut.