Remaja Tewas Tenggelam Usai Terpeleset di Curug Parigi Bogor
Liputan6.com, Jakarta - Dua remaja tenggelam di area Curug Parigi, Sungai Cileungsi, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Selasa (31/3/2026) sore.
Satu orang atas nama Zeko Alfiano (15) asal Rawamangun, Jakarta ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar dua jam setelah kejadian.
Sementara korban lainnya Muhamad Zahranatif (18) warga Vila Nusa Indah 5 Ciangsana, Kabupaten Bogor dinyatakan masih hilang.
"Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pencarian satu korban lainnya yang dilaporkan tenggelam," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, Rabu (1/4/2026).
Adam menjelaskan, kejadian bermula dua remaja tersebut sedang menyeberang menyusuri aliran Sungai Cileungsi tepatnya di atas Curug Parigi sekitar pukul 14.00 WIB.
"Jadi ada warga yang sedang mancing ikan melihat dua remaja melintasi sungai. Posisinya yang satu menggendong satu orang lainnya jalan lewatin area Curug Parigi," ungkap Adam.
Tepat di tengah aliran sungai, korban terpeleset hingga keduanya jatuh ke sungai dan tenggelam.
"Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus lingkungan dan lainnya," kata dia.
4/1 Diedit ke
... Baca selengkapnyaCurug Parigi di Bogor memang dikenal sebagai salah satu destinasi alam yang memikat untuk dikunjungi, terlebih bagi para remaja yang mencari pengalaman berpetualang dan menyatu dengan alam. Namun, kasus tragis tenggelamnya dua remaja baru-baru ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan saat berada di sekitar area air, terutama sungai dan curug dengan arus yang bisa berubah-ubah.
Menurut pengalaman pribadi saya ketika sering berkunjung ke tempat-tempat serupa, faktor utama risiko kecelakaan air seperti terpeleset atau jatuh umumnya terjadi di area bebatuan yang licin dan arus yang kuat, apalagi jika kondisi cuaca sedang hujan atau setelahnya. Memakai alas kaki yang tepat, memiliki alat pelampung, dan menghindari area berarus deras bisa sangat membantu mengurangi risiko bahaya ini.
Selain itu, keberadaan petugas atau pengawas di area wisata air sangat krusial untuk memberikan peringatan dini jika kondisi berbahaya muncul. Kita juga perlu saling mengingatkan satu sama lain, terutama teman sebaya, agar tidak mengambil risiko berlebihan saat beraktivitas di sekitar air. Jika melihat kondisi yang tidak aman atau ada korban kecelakaan, melapor cepat ke pengurus lingkungan atau petugas lapangan sangat penting agar pertolongan darurat dapat segera dilakukan.
Kisah kejadian di Curug Parigi ini juga menunjukkan bagaimana solidaritas dan respons cepat dari warga sekitar, seperti warga yang sedang memancing, sangat membantu dalam memberikan laporan dan memulai proses pencarian dan pertolongan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu peduli dan bertindak cepat terhadap situasi darurat.
Kesimpulannya, meski keindahan alam seperti Curug Parigi mengundang daya tarik besar, kita harus selalu mengutamakan keselamatan. Jangan lupa untuk mengenali potensi bahaya sekitar, menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, dan tetap waspada selama beraktivitas di area sungai atau curug. Dengan pendekatan yang bijaksana, kita bisa lebih menikmati keindahan alam tanpa harus mengorbankan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.