Gongso Ceker Tanpa Tulang
Gongso Ceker Tanpa Tulang
Bahan:
500 g ceker tanpa tulang
Serai, daun salam, jahe
10 bawang merah
1 buah tomat
5 sdm kecap manis
1/2 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt merica bubuk
Gula garam
Minyak untuk tumis
Bumbu halus:
6 bawang putih
15 cabe keriting
2 butir kemiri
Banyak yang penasaran, ceker tanpa tulang itu sebenarnya disebut apa sih? Dari pengalaman aku belanja di pasar dan baca-baca, sebutannya biasa beda-beda, tapi intinya sama: ceker ayam yang sudah dipisahkan dari tulangnya. Beberapa sebutan yang sering aku temui: - "Ceker fillet" atau "fillet ceker": ini paling sering dipakai di toko frozen food atau online shop. - "Ceker kupas" atau "ceker tanpa tulang": ini biasanya istilah di pasar tradisional atau warung yang jual bahan baku. - Ada juga yang nyebut "kulit ceker" karena yang dipakai memang bagian kulit, urat, dan sedikit daging cekernya. Di tukang ayam langganan aku, mereka biasanya tulang cekernya dipisah, lalu kulit dan uratnya dikumpulin, baru dijual per 500 g atau 1 kg. Jadi kalau kamu mau beli, bisa tanya, "Bu, ada ceker kupas/ceker fillet nggak?" Nanti pedagang biasanya sudah paham maksudnya ceker tanpa tulang. Tips memilih ceker tanpa tulang: 1. Pilih yang warnanya masih cerah, bukan kusam atau keabu-abuan. 2. Teksturnya kenyal, nggak lembek berair atau bau. 3. Kalau beli frozen, pastikan es di sekelilingnya nggak terlalu tebal, supaya tandanya bukan barang lama yang bolak-balik beku-cair. Kalau kamu susah menemukan ceker tanpa tulang siap pakai, bisa juga beli ceker biasa lalu diolah sendiri: 1. Cuci bersih ceker, buang bagian kuku. 2. Rebus dengan serai, jahe, dan daun salam sampai empuk dan tidak amis. 3. Setelah agak dingin, pisahkan tulangnya pelan-pelan pakai tangan atau gunting dapur. Memang agak makan waktu, tapi hasilnya lebih puas. Menurutku, ceker tanpa tulang ini enak banget dibuat gongso, oseng pedas manis, atau dimasak kecap. Karena sudah tanpa tulang, makan jadi lebih gampang, apalagi buat anak-anak atau orang yang malas ribet ngisap tulang. Di rumah, gongso ceker tanpa tulang ini sering jadi menu pendamping nasi hangat, atau dijadikan isian roti, sampai topping mie instan. Jadi, apapun kamu menyebutnya—ceker fillet, ceker kupas, atau ceker tanpa tulang—yang penting cara mengolahnya benar, bumbunya meresap, dan tingkat kepedasan disesuaikan selera keluarga. Kalau kamu punya sebutan lain untuk ceker tanpa tulang di daerahmu, boleh banget share juga, seru lihat bedanya tiap daerah.



















































Mantap 👍