... Baca selengkapnyaGangguan sensori pada anak memang seringkali terlihat seperti perilaku 'biasa', namun bila diamati lebih dekat, ada pola dan intensitas yang menunjukkan adanya kesulitan dalam pengolahan informasi indera. Dari pengalaman saya sebagai orang tua dan pengamat perkembangan anak, penting sekali untuk mengenali tanda-tanda ini karena dapat berdampak besar pada keseharian anak.
Misalnya, anak dengan sensitivitas berlebihan terhadap suara mungkin tidak hanya menutup telinga saat ada suara keras, tapi juga bisa menjadi sangat cemas atau menolak masuk ke ruang yang ramai. Anak-anak lain mungkin sebaliknya, mereka justru mencari rangsangan yang lebih intens dengan terus bergerak atau menyentuh banyak benda. Ini merupakan tanda bahwa mereka mungkin kurang mendapatkan input sensorik yang memadai.
Saya juga pernah mengamati bahwa gangguan sensorik mempengaruhi kemampuan motorik halus dan kasar anak. Anak yang dengan mudah terjatuh atau kesulitan menggunting kertas bisa jadi mengalami tantangan koordinasi yang terkait dengan masalah pengolahan sensorik. Perilaku ini seringkali dianggap canggung atau sulit, padahal sebenarnya ada keterkaitan dengan bagaimana otak mereka memproses informasi dari lingkungan.
Selain itu, reaksi emosional yang sulit dikendalikan, seperti mudah tantrum atau sulit menenangkan diri ketika menghadapi stimulus berlebihan, juga merupakan tanda penting yang tidak boleh diabaikan. Dengan lebih peka mengenali respons anak terhadap rangsangan di sekitarnya, orang tua dapat lebih cepat memberikan dukungan yang tepat.
Saran saya adalah orang tua perlu melakukan observasi pola perilaku anak secara sistematis, mencatat frekuensi dan konteks munculnya tanda-tanda tersebut. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog anak atau terapis okupasi bila tanda-tanda ini sering muncul dan mengganggu aktivitas anak sehari-hari.
Memahami gangguan sensori bukan hanya sebatas mengetahui tanda-tandanya, tapi juga berusaha memahami dunia anak dari sudut pandang mereka. Dengan begitu, orang tua dapat berperan sebagai pendamping yang membantu anak menavigasi tantangan sensori mereka, sehingga tumbuh kembang mereka bisa berjalan lebih optimal dan harmonis.