Kalo nanti aku punya anak , aku pengen di panggil ibu.. hihi Karna mama ku sebagai nenek di panggil sama cucu nya tetep mama. Terus kalo di panggil ibu tuh rasanya di hormati banget, menurut ku ya 🤭
Jujur dehh, udah tau belum makna emosional nya suatu panggilan anak ke ibu nya??
KALO TEMEN-TEMEN IRT DI SINI, PADA DI PANGGIL APA SAMA ANAK MU? ☺️
... Baca selengkapnyaKalau dipikir-pikir, satu kata “ibu” itu dalam banget ya. Di KBBI, ibu didefinisikan sebagai wanita yang telah melahirkan atau orang yang kita panggil sebagai orang tua perempuan. Tapi di luar definisi formal itu, makna ibu buat tiap orang bisa beda-beda.
Buat aku pribadi, ibu itu tempat pulang. Orang yang kita cari ketika sedih, sakit, atau cuma pengen dipeluk. Makanya, panggilan untuk ibu juga kerasa spesial banget. Ada yang nyaman dipanggil mama, bunda, ummi, emak, ambu, mommy, bahkan panggilan yang estetik dan unik versi keluarga masing-masing.
Beberapa panggilan ibu yang sering dipakai:
- **Mama / Mami**: Terkesan hangat dan modern, banyak dipakai di kota.
- **Ibu / Bu**: Lebih formal, tapi kerasa penuh hormat. Banyak yang merasa kata “ibu” itu bikin hati bergetar.
- **Bunda / Ibun / Buna**: Manis dan lembut. “Buna” sendiri sering dipakai sebagai variasi dari bunda, kesannya lucu dan dekat.
- **Ummi**: Banyak dipakai keluarga muslim, berasa syahdu dan religius.
- **Emak / Mak**: Khas daerah, simple tapi kuat banget maknanya. Meski terdengar santai, di balik kata ini ada sosok perempuan tangguh.
- **Ambu / Mima**: Biasanya punya latar budaya tertentu. “Ambu” misalnya banyak dipakai di Sunda. “Mima” bisa jadi panggilan unik turunan dari mama/oma tergantung keluarga.
Sekarang juga lagi tren panggilan ibu yang lebih estetik atau kekinian. Ada yang modif jadi “momi”, “bubu”, “mimi”, atau gabungan nama ibu. Misalnya, nama ibunya Rina, lalu anaknya manggil “Mina” atau “Mimi Rii” gitu. Keliatan gaul, tapi tetap punya makna emosional karena cuma dipakai di dalam keluarga.
Seru juga kalau mikirin panggilan selain nenek untuk orang tua kita nanti saat punya cucu. Ada yang pakai **Nana, Oma, Uti, Nenek, Eyang, Mima** dan lain-lain. Intinya, panggilan itu bukan cuma soal keren atau lucu, tapi juga identitas dan kedekatan hubungan.
Menurutku, nggak ada yang benar atau salah soal panggilan ibu. Yang penting:
1. **Disepakati bareng** dalam keluarga.
2. **Bikin ibu merasa dihargai dan disayang.**
3. Nyaman diucapin anak—nggak terlalu sulit atau bikin mereka bingung.
Kalau kamu lagi cari ide panggilan ibu yang aesthetic, coba pikirin:
- Karakter dirimu: kalem, rame, humoris, religius?
- Latar budaya keluarga: Jawa, Sunda, Minang, Bugis, dll.
- Ingin kesan apa: formal dan dihormati (ibu), hangat (mama/bunda), islami (ummi), atau santai (emak/ambuu).
Aku sendiri, makin ke sini makin yakin pengen dipanggil “ibu”. Rasanya kayak diangkat derajat, dihormati, tapi tetap hangat. Kamu sendiri sekarang dipanggil apa sama anak atau keponakan? Dan menurutmu, panggilan mana yang paling “ngena” di hati untuk sosok ibu?
Aku bunda panggilan anak-anakku.. 🥰