HATI-HATI! HUTANG PUASA ITU DI BAWA MATI!!
Hallo Lemonades 🍋
⚠️ Disclaimer: maaf ya kalo ada yang salah mohon koreksi 🙏🏻 terima kasih 🥰
Pesan untuk kamu terutama aku, Jangan menunda bayar hutang, apapun itu bentuk nya termasuk qada puasa, selagi kita mampu, yuu usahakan kita bayar.
Umur tidak ada yang tau kecuali Allah SWT , jangan sampai kita mati meninggalkan hutang, yang bisa membebankan orang tersayang kita ❤️
#RamadhanGuide #DapurLemon8 #BeautyUntukPemula #puasabareng #konsulramadhan
Dalam kehidupan sehari-hari, saya pernah merasakan betapa pentingnya segera melunasi hutang puasa. Suatu ketika, saya menunda-qada puasa Ramadhan karena alasan kesibukan dan merasa masih ada waktu. Namun, seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa umur manusia itu tidak pasti, sehingga hutang puasa sebaiknya tidak ditunda. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, jika seseorang meninggal dunia namun masih memiliki hutang puasa, maka wali atau keluarganya dianjurkan untuk berpuasa menggantikan. Namun, tidak semua keluarga mengetahui hal ini sehingga penting bagi kita untuk saling mengingatkan. Jika keluarga tidak dapat berpuasa sebagai pengganti, maka membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin untuk setiap hari puasa yang tertinggal adalah alternatif yang diperbolehkan. Selain itu, ada beberapa kondisi di mana seseorang tidak berkewajiban-qada seperti sakit berkepanjangan atau haid hingga meninggal dunia, yang mana hal ini tidak berdosa dan tidak membebankan kewajiban kepada keluarga. Namun, untuk yang masih mampu dan sehat, segeralah menunaikan-qada puasa agar hati tenang dan kewajiban tidak terbawa hingga ajal. Dari pengalaman pribadi, saya menggunakan metode membagi jadwal-qada secara bertahap agar tidak berat dan tetap bisa dijalankan dengan konsisten. Saya juga sering berdiskusi dengan teman dan keluarga untuk mengingatkan tentang pentingnya melunasi hutang puasa supaya tidak menjadi beban di akhirat. Memahami tata cara membayar fidyah pun membantu kami menyediakan solusi bagi anggota keluarga yang mungkin tidak mampu berpuasa. Saya sangat menyarankan untuk tidak menunggu hingga Ramadhan berikutnya, karena kebiasaan menunda dapat berisiko meninggalkan hutang puasa saat ajal tiba. Ingat, tidak benar kalau harus mengganti puasa dua kali lipat jika-qada terlambat, itu hoaks. Tetap-qada sesuai dengan hari puasa yang tertinggal dan jika perlu dibayar fidyah satu hari per hari tertinggal. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pengingat dan motivasi untuk kita semua agar lebih disiplin dalam menunaikan-qada puasa. Menunaikan kewajiban tepat waktu akan membawa ketenangan batin dan meringankan beban keluarga. Mari kita mulai dari sekarang, jangan tunda hutang puasa karena umur hanya Allah yang mengetahui.





Makanya aku usahakan sebisa mungkin secepatnya mengganti kak.. biar tenang dihati. biasanya aku bayarnya di bulan syawal akhir gitu. pas habis silaturahmi lebaran, pas udah santai. nah pas waktu itu langsung ganti utang puasa ❤️❤️