Seandainya dulu aku tidak merantau dan memilih untuk tetap menjadi guru honorer, mungkin sekarang aku sudah bisa ikut seleksi dan lulus sebagai guru PPPK. Kadang aku membayangkan, bagaimana kalau jalannya berbeda? Mungkin aku sudah lebih mapan secara karier, bisa mengajar setiap hari, dekat dengan murid-murid, dan punya lingkungan kerja yang tetap.
Tapi di sisi lain, dari perjalanan merantau ini aku juga belajar banyak hal. Aku belajar bertahan, beradaptasi, bahkan menemukan pengalaman-pengalaman baru yang mungkin tidak akan pernah aku dapatkan kalau hanya diam di zona nyaman.
Apa yang aku rasakan? Ada sedikit penyesalan, iya. Tapi juga ada rasa syukur, karena semua pilihan membentuk aku yang sekarang. Harapan ke depan, semoga aku tetap bisa berkarier di bidang yang aku cintai dan tidak berhenti mengejar mimpi.
⨠Nah, kalau kamu sendiri gimana?
Seandainya kamu punya kesempatan untuk memilih ulang jalan hidupmu, apakah kamu akan tetap mengambil pilihan yang sama seperti sekarang, atau justru memilih jalur yang dulu sempat kamu lewatkan?
... Baca selengkapnyaIbu Nia berusaha menciptakan suasana kelas yang aman dan inklusif supaya semua murid merasa dihargai dan didukung. Salah satu pendekatan yang Ibu Nia lakukan adalah mengajarkan keterampilan sosial emosional melalui diskusi, permainan, dan cerita.
Untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran sosial emosional ini, Ibu Nia dapat melakukan beberapa langkah. Pertama, dengan observasi langsung selama kegiatan berlangsung, apakah murid dapat saling menghargai dan berinteraksi positif. Kedua, dengan mengadakan refleksi bersama murid mengenai apa yang mereka pelajari dan rasakan. Ketiga, menggunakan kuisioner atau angket sederhana yang mudah dipahami murid untuk memperoleh feedback tentang suasana kelas dan materi yang diberikan.
Menurut pengalaman pribadi, evaluasi semacam ini membantu melihat sejauh mana pembelajaran sosial emosional benar-benar memberi dampak positif. Bila ditemukan tantangan atau murid masih kurang nyaman, Ibu Nia bisa menyesuaikan metode atau intensitas kegiatan. Pendekatan ini tidak hanya membuat kelas menjadi lebih inklusif, tapi juga membantu murid mengembangkan empati, keterampilan komunikasi, dan rasa percaya diri yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi, menggabungkan evaluasi yang sistematis dengan kreativitas dalam kegiatan belajar dapat memastikan suasana kelas yang aman dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.
Kalau aku bakal tetep milih jalur yang sekarang kak, masa lalu biarlah berlalu, karena aku meyakini rencana Tuhan jauh lebih baik ketimbang rencana manusia itu sendiri.
Kalau aku bakal tetep milih jalur yang sekarang kak, masa lalu biarlah berlalu, karena aku meyakini rencana Tuhan jauh lebih baik ketimbang rencana manusia itu sendiri.