Oseng terong ijo
Aku termasuk tim pecinta terong ijo, jadi oseng terong hijau ini lumayan sering jadi menu andalan di rumah. Selain masaknya cepet, rasanya juga cocok banget dipadukan sama lauk apa aja. Versi aku biasanya pakai terong ijo panjang yang masih keras dan segar, biar pas ditumis teksturnya nggak lembek banget. Untuk bumbu utama, cukup pakai bawang putih dan bawang merah yang dicincang kasar. Kadang aku bantu potongnya pakai chopper kasar biar lebih cepat, tapi sengaja nggak dibikin halus banget supaya pas dimasak masih kerasa teksturnya. Selain itu tinggal tambah cabai rawit atau cabai hijau besar sesuai selera pedas, garam, gula, dan sedikit kecap atau kaldu jamur kalau suka. Langkah masaknya simpel: tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum dan agak kecokelatan, baru masukin cabai. Setelah itu masukkan terong ijo yang sudah dipotong serong, aduk rata, lalu tambahkan sedikit air supaya terong matang sempurna. Aku biasanya nggak masak terong terlalu lama supaya masih ada sedikit tekstur, nggak hancur. Kalau mau oseng terong hijau yang lebih gurih, boleh tambahkan sedikit ikan teri, udang rebon, atau potongan bakso. Pernah juga coba tambahin potongan tahu goreng, ternyata enak banget dan bikin lauk jadi lebih banyak tanpa keluar biaya besar. Versi hemat tapi tetap memuaskan. Tips lain dari pengalamanku, pakai minyak agak banyak di awal waktu menumis bawang, karena terong cenderung menyerap minyak. Nanti kalau sudah hampir matang, bisa koreksi rasa lagi dan tambahkan sedikit air kalau dirasa terlalu kering. Oseng terong ijo ini paling enak dimakan hangat dengan nasi putih, ditambah sambal terasi atau sambal bawang. Menu ini cocok banget buat ide masakan rumahan sehari-hari, terutama kalau lagi bingung mau masak apa tapi pengin tumisan yang cepat. Bumbunya sederhana, bahan gampang dicari di warung, dan caranya juga ramah pemula. Kamu bisa kreasikan sendiri level pedas dan tambahan lauk sesuai selera keluarga di rumah.




























mantap š