... Baca selengkapnyaKadang kalau lagi capek banget jadi istri dan ibu, aku suka kepikiran: kalau waktu bisa diulang, apa aku bakal ambil jalan yang sama? Apalagi pas kondisi ekonomi belum stabil, cicilan masih ada, kebutuhan anak makin banyak. Tapi setiap kali lihat suami yang tetap berusaha dan enggak ninggalin aku di tengah bingungnya hidup, hati rasanya kejawab sendiri.
Buat aku pribadi, menikah itu bukan tentang hidup langsung enak, tapi tentang punya teman perjalanan. Ada hari-hari di mana aku nangis karena ngerasa lelah, tapi ada juga momen kecil yang bikin aku bersyukur: suami pulang bawa jajanan favorit, bantu jagain anak bentar biar aku bisa mandi tenang, atau sekadar peluk dan bilang, "Sabar ya, kita pelan-pelan bareng-bareng."
Kalau lihat foto aku yang lagi gendong anak sambil senyum, terus ada tulisan "Seandainya waktu bisa di ulang PILIH MENIKAH ATAU TIDAK", itu sebenarnya mewakili isi hati aku. Capek itu ada, tapi rasa sayang juga besar. Aku ngerasa lebih tenang karena ada suami yang mau tanggung jawab, meski kami belum punya apa-apa seperti keluarga lain. Rumah belum mewah, tabungan belum banyak, tapi kami lagi berproses.
Menurut aku, sebelum memutuskan menikah atau enggak, penting banget buat kenal karakter pasangan. Bukan cuma yang manis-manisnya, tapi juga gimana dia saat lagi susah. Dia mau diajak diskusi enggak? Dia bisa nahan emosi dan menghargai kamu enggak? Soalnya setelah menikah, yang paling kerasa itu bukan jalan-jalan romantisnya, tapi gimana kalian kerja sama tiap hari.
Kalau kamu sekarang lagi di fase galau, boleh banget ambil waktu buat refleksi. Tulis hal-hal yang kamu syukuri dari pernikahan, dan juga hal-hal yang masih jadi PR. Dari situ kelihatan, lebih banyak syukurnya atau sedihnya. Dan kalau pun kamu lagi sendirian sekarang, jangan ngerasa kurang. Punya pasangan bukan satu-satunya ukuran bahagia. Yang penting kamu merasa aman, dihargai, dan bisa jadi diri sendiri.
Jadi, kalau aku ditanya lagi: "Seandainya waktu bisa diulang, pilih menikah atau tidak?" Jawabanku: tetap pilih menikah, tapi dengan versi diri yang lebih siap, lebih pandai komunikasi, dan lebih sayang sama diri sendiri. Kamu sendiri, kalau waktu bisa diulang, apa yang pengin kamu ubah dari perjalanan cintamu?
aku tetep mau nikah tapi kalo bisa diulang aku mau bener² nyarii yg cintanya lebih besar sama aku🥺