... Baca selengkapnyaAku biasanya masak jengkol balado teri jengki kalau lagi pengin lauk yang nendang tapi tetap sederhana. Versi ini bener-bener rumahan, pakai bahan yang gampang dicari dan teknik yang seadanya tapi rasanya tetap bisa diandelin.
Pertama soal jengkolnya dulu. Biar nggak terlalu bau dan lebih empuk, aku rendam jengkol semalaman kalau sempat. Besoknya baru direbus, minimal 2x ganti air. Kalau mau ekstra, bisa ditambah daun salam dan sedikit kopi bubuk ke air rebusan. Setelah empuk, jengkol digeprek sedikit supaya bumbu baladonya bisa benar-benar meresap.
Untuk "teri jengki", aku pilih teri yang ukurannya nggak terlalu kecil biar tetap kerasa teksturnya waktu dimakan. Teri aku cuci sebentar, tiriskan, lalu digoreng sampai agak kering tapi jangan terlalu gosong, supaya waktu dicampur sambal masih ada kriuknya. Kalau nggak suka terlalu asin, terinya bisa direndam air hangat sebentar sebelum digoreng.
Baladonya sendiri standar dapur: cabai merah keriting, cabai rawit kalau mau lebih pedas, bawang merah, bawang putih, tomat, dan sedikit gula merah. Semua diuleg kasar atau diblender tapi jangan terlalu halus, soalnya aku lebih suka tekstur sambal yang masih kelihatan serat cabainya. Tumis bumbu sampai benar-benar matang dan tanak, baru masukin jengkol dan teri jengki. Aduk pelan supaya terinya tidak hancur tapi tetap terbalut sambal merahnya.
Biasanya aku pasangkan jengkol teri balado ini dengan sayur sop bening isi wortel, kol, kentang, dan daun seledri. Kuah sayur sop yang ringan lumayan membantu menetralkan pedas dan gurih dari jengkol balado. Jadi di satu meja ada satu lauk yang kuat rasanya dan satu sayur yang seger.
Tips lain dari pengalamanku:
- Masak jengkol balado teri jengki dengan api kecil setelah bumbu masuk supaya bumbunya makin meresap dan tidak cepat gosong.
- Kalau mau disimpan untuk stok lauk beberapa hari, masak sampai benar-benar kering minyaknya. Simpan di wadah tertutup, taruh di kulkas, tinggal dihangatkan lagi kalau mau makan.
- Tingkat kepedasan bisa disesuaikan, jadi kalau serumah ada yang nggak kuat pedas, cabainya bisa dikurangi dan tambahkan tomat lebih banyak.
Dengan cara ini, jengkol balado teri jengki versi rumahan jadi lebih ramah di lidah dan hidung, tetap pedas, gurih, dan wangi sambalnya menggoda. Cocok banget buat menu masak rumahan yang nggak ribet tapi bikin nambah nasi terus.