... Baca selengkapnyaSejak baca berita perceraian Ruce Nuendra dan lihat detail dokumen hukumnya, aku jadi makin sadar kalau hubungan suami istri itu kompleks banget. Di luar keliatan harmonis, tapi di dalam bisa saja penuh masalah: sikap acuh tak acuh, KDRT, sampai perselingkuhan dan pesan wanita panggilan seperti yang tertulis di berkas. Dari situ aku mulai mikir, sebenarnya apa sih yang dimaksud privasi dan batas sehat dalam rumah tangga?
Salah satu hal yang sering jadi pertanyaan adalah soal hubungan intim, termasuk topik sensitif seperti istri menyusui suami sebelum tidur. Di medsos, topik begini sering viral dan bikin pro kontra. Dari pengalaman ngobrol sama teman-teman dan baca berbagai cerita, menurutku kuncinya ada di tiga hal: consent, komunikasi, dan rasa aman.
Pertama, consent atau kerelaan. Kalau ada praktik intim apa pun, termasuk menyusui suami sebelum tidur, itu harus dari kesepakatan dua pihak. Bukan karena paksaan, tekanan, atau ancaman. Sayangnya, di beberapa kasus KDRT, suami bisa memaksa istri melakukan hal-hal yang nggak nyaman buat dia, dan itu jelas nggak sehat.
Kedua, komunikasi terbuka. Banyak istri yang merasa nggak enak ngomong ketika mereka nggak nyaman dengan permintaan suami, entah soal gaya hubungan intim, frekuensi, atau kebiasaan sebelum tidur. Padahal, ngobrol baik-baik tentang batasan tubuh dan perasaan itu penting banget. Hanya karena ada tren atau konten yang bilang "istri sebaiknya begini-begitu" bukan berarti harus diikuti semua, apalagi kalau bikin tertekan.
Ketiga, rasa aman secara fisik dan mental. Di kasus Ruce, ada cerita tentang dicekik, dipukul kayu, dan dibenturkan kepala ketika hamil. Hubungan intim apa pun jadi nggak bisa dibilang sehat kalau basic-nya aja nggak aman. Jadi sebelum bahas hal-hal spesifik seperti menyusui suami sebelum tidur, fondasi yang perlu dibereskan dulu adalah: apakah hubungan ini bebas dari kekerasan dan rasa takut?
Aku pribadi merasa, privasi suami istri itu penting, tapi bukan berarti jadi tameng untuk menutupi kekerasan atau perselingkuhan. Hal-hal intim boleh tetap jadi rahasia berdua, selama kedua pihak sama-sama ridha dan nggak ada yang terluka. Kalau sudah menyangkut KDRT, selingkuh, atau perlakuan yang merendahkan, menurutku wajar banget kalau istri memilih speak up atau bahkan cerai, seperti yang terjadi pada banyak kasus sekarang.
Kalau kamu lagi galau soal batas privasi atau punya suami yang pernah minta hal-hal di ranah intim yang bikin kamu nggak nyaman, coba tanyakan ke diri sendiri: apakah aku merasa aman, dihargai, dan didengar? Kalau jawabannya tidak, mungkin itu tanda perlu cari bantuan profesional atau curhat ke orang yang kamu percaya. Rumah tangga itu bukan cuma soal mengikuti kemauan suami, tapi tentang dua orang yang sama-sama dijaga lahir batin sebelum tidur dan kapan pun juga.
Lihat komentar lainnya