pekerjaan rumah yang gak ada habisnya,rapi di dapur ruang tengah berantakan, rapi ruang tengah,kamar dan isi lemari semrawut acak adul.
begitulah kalo punya anak kecil.
kadang saat sakitpun kerjaan setia menunggu, sampai numpuk segudang,seperti gambarku di atas cucian yang numpuk karena beberapa hari aku meriang bun😁.
di tambah lagi mesin cuci ku yang lagi ngadat, jadi mau gak mau,baru mendingan lgsg giles cucian kalo nunggu sampai sembuh total satu lemari keluar kayaknya.
allhamdulilah aku punya suami suka bantu kadang" kalo lg mood aja 😁
kalo lg gak mood ya begini kerjaan rumah setia nunggu aku gerak.
seandainya aja aku robot yg gak bisa sakit, atau aku ini ibu peri yang punya tongkat sakti pasti langsung aku tring biar selesai sekejap mata 😆
... Baca selengkapnyaMenjadi seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) dengan tiga anak memang bukan hal yang mudah. Rutinitas yang seakan tak ada habisnya dapat membuat siapa saja merasa kelelahan, apalagi saat kondisi kesehatan sedang menurun seperti menderita flu atau meriang. Pekerjaan rumah, dari memasak, membersihkan ruangan, hingga mencuci pakaian yang menumpuk, selalu menunggu untuk diselesaikan tanpa jeda.
Seandainya ibu rumah tangga memiliki kekuatan seperti ibu peri dengan tongkat sakti, tentu pekerjaan ini bisa terselesaikan dalam sekejap. Dalam realita, dukungan dari pasangan sangat berarti, namun terkadang bantuan datang saat ia sedang mood saja. Hal ini membuat IRT harus terus menguatkan diri untuk mengerjakan semua tugas rumah tangga meskipun sedang tidak enak badan.
Penting bagi para IRT untuk mengakui betapa besar perjuangan mereka dalam merawat anak-anak dan rumah tangga. Menyadari kelelahan yang nyata namun selalu berusaha sekuat tenaga menjadi kunci agar tetap semangat. Selain itu, menjaga kesehatan diri sendiri, mencari momen istirahat, dan mengatur waktu dengan baik sangat membantu mengurangi beban.
Dalam kondisi mesin cuci yang bermasalah, bahkan pekerjaan mencuci pun menjadi tantangan tambahan. Ini menggambarkan bagaimana segala hal kecil dalam rumah tangga bisa menambah tekanan bagi seorang IRT. Karena itu, memberikan apresiasi kepada para ibu yang setiap hari berjibaku dengan pekerjaan rumah sangat penting.
Komunitas atau kelompok diskusi online yang membahas pengalaman serupa juga bisa menjadi tempat yang baik untuk saling mendukung dan berbagi solusi. Dengan begitu, setiap ibu tidak merasa sendiri dalam menjalani perannya yang sangat berharga. Semoga curhatan ini membuka mata semua pihak, khususnya keluarga dan suami, agar lebih peka membantu meringankan beban IRT dalam rumah tangga.
kita sama kak.. aku juga 3 anak.. beeeh cucian di cuekin sehari sudah numpuk 2 bak... semangat cuci2 kak