Lemon8Lifestyle community

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Copy link

Get the full app experience

Discover more posts, hashtags, and features on the app.

Open Lemon8
Open Lemon8
Open Lemon8
Not now
Not now
Not now
  • Category
    • For You
    • Outfits
    • Skincare
    • Nails
    • Home
    • Recipes
    • Makeup
    • Hair
    • Fitness
    • Accessories
    • Perfume
    • Mental Health
    • Relationship
    • Wellness
    • Baking
    • Music
    • Shoes
    • Travel
    • Tattoo
    • Drinks
    • Dining
    • Home skills
    • Bags
    • Reading
    • Photography
    • Movie
    • Outdoors
    • Tech
    • Art & Design
    • Gardening
    • Career
    • Games
    • Education
    • Cars
    • Wedding
    • Maternity
    • Pets
  • App version
  • Help
  • Canada
    • Canada
    • 日本
    • ไทย
    • Indonesia
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • New Zealand
    • UK
Official websitePrivacy PolicyTerms of ServiceCookies Policy
Tabungan Almarhum Suamiku Part 12
"Dan oh ya, jangan coba-coba mencari tahu di mana saya tinggal, karena pengacara saya sudah menyiapkan tuntutan pidana jika kalian berani mengganggu ketenangan saya lagi," tegasku. Aku berdiri, meninggalkan uang untuk membayar makanan berbuka yang kupesan untuk Ibu. "Saya masih baik, Bu
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Stroke setelah Semua Dusta
"Papa akan baik-baik saja, Ma. Papa itu kuat. Dia nggak akan ninggalin kita." Aku menatap wajah Rasya. Wajah yang begitu mirip dengan Hasnur. Hatiku rasanya ingin pecah. Bagaimana aku bisa memberitahunya bahwa pahlawannya adalah seorang pembohong besar? Bagaimana aku bisa menjelaskan bahwa saat
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Perselingkuhan Suamiku Terbongkar setelah Stroke (2)
Darahku mendadak berdesir hebat. Dika? Siapa Dika? Kenapa seorang pria bernama Hendra memanggil suamiku dengan sebutan 'Sayang'. Jariku bergetar saat aku memberanikan diri membuka riwayat percakapan itu. Pesannya bukan berisi soal semen, pasir atau tender proyek. Isinya adalah rangkaian kalimat
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Tabungan Almarhum Suamiku
Part 11 Keesokan harinya, aku bangun dengan semangat yang berbeda. Setelah mengantar anak-anak ke ruang bermain yang dijaga oleh ART yang baru datang pagi tadi, aku bersiap-siap. Aku mengenakan setelan blazer berwarna emerald green yang elegan, sepatu hak tinggi yang dulu hanya bisa ku
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Gara-gara Kena Str oke
“Mas, kopinya nanti dingin,” tegurku lembut sambil meletakkan cangkir porselen di dekat tangannya. Hasnur mendongak, membalas dengan senyum tipis yang selalu berhasil menghangatkan hatiku. Kerutan di sudut matanya justru membuatnya terlihat semakin berwibawa di mataku. Di usia pernikahan kami ya
Wafa Farha

Wafa Farha

1 like

D a d aku terasa sesak, tapi bukan karena sedih, melainkan karena amarah yang kini berubah menjadi energi dingin yang mem a t i kan. Aku tidak boleh hanya sekadar lari, aku harus memastikan mereka tidak akan pernah bisa menyentuhku atau anak-anakku lagi. Aku kembali ke meja makan, di man
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

PULANG TANPA RUMAH
#2A “Bang, mau roti?” Erika menawarkan sebungkus roti padaku. Kini dia terlihat lebih lega setelah buang air kecil di sebuah rumah makan tempat persinggahan. Perjalanan kami sudah memakan waktu empat jam. Masih jauh dan aku berpikir, berapa kali lagi Erika akan merengek minta berhenti untuk
Wafa Farha

Wafa Farha

1 like

Kenan dan Penyesalan
"Apa sih, Dek?" Aku memasang wajah po los pura-pura tidak tau apa-apa, sibuk memilah baju yang akan aku pakai untuk ti dur. "Hallah, tidak usah pura-pura kamu, Mas. Kalau kamu menjanjikan u a ng sama Ibu, harusnya kamu yang ngasih bukan malah melemparkan tanggung jawab itu sama aku." Lagi, mata
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Di Balik Balutan Gamis Murah
"Menikah dengan kamu? Tapi kamu anak sulung, harus menanggung dua orang tua yang sudah sakit-sakitan dan adik perempuan yang masih sekolah. Maaf aku gak sanggup bayangin hidup dengan mertua dan ipar yang benalu!" Suara wanita itu cukup keras sampai aku harus menoleh ke arah mereka. "Seenggaknya
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Jangan Berhenti Jadi Ibuku
"Saya terima nikah dan kawinnya Arumi binti Hermawan dengan mas kawin tersebut, tunai." "Bagaimana saksi? Sah?" "SAH!" seru Aldi lantang, suaranya sedikit bergetar namun paling keras di antara yang lain. "Alhamdulillah..." Doa dilantunkan. Air mata haru tak terbendung lagi. Bu Ratih men
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Bayi di Perut Jenzah Istriku masih bergerak
[ Mas masih lama? ] [ Hari iniii aja, jangan ambil lembur, ya! Plisss .... 🥺 ] [ Aku udah ngiler banget pengen makan martabak manis ] "Sarah, Sarah, kapan kamu mandiri, sih? Heuh," gumamku mengeluh, memprotes pesan yang dikirimnya. Aku hanya bisa mengeluh pada diri sendiri. Tak berani membal
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Misteri Ibu Mertua
"Oya, Mas. Tadi malam kamu tidur di mana?" yangku yang membuat Mas Huda terhenyak. Kenapa dia begitu? "Aku tidur di sofa, Nai. Ya, karena kecapekan tau-tau udah pagi jam empat aja." Mas Huda menjawab sambil mengayunkan sendok mengambil sambal ke piringnya. Ya. Jelas saja dia ketiduran karena
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

ISTRIKU TAK SEBODOH DUGAANKU
“Sayang, aku pulang!” Aku membuka kedua lengan tanpa berkata apa pun. Adeva tak ragu sedikit pun. Ia berlari kecil lalu masuk ke dalam pelukan, wajahnya menempel di dada. Tanganku mengusap punggungnya lembut naik turun. Gerakan yang sama. Tekanan yang sama. Suami romantis yang sama. “Aku kang
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
"Minggir! Jangan halangi jalan kalau nggak mau ketularan ba u minyak jelantah!" BAB 5 Suara cempreng itu menggema di koridor Fakultas Teknik yang ramai. Mentari yang sedang keberatan membawa tumpukan buku diktat 'Mekanika Rekayasa' nyaris terjungkal karena bahunya disenggol kasar. Buku-buku t
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Brankas Rahasia Almarhum Suamiku Part 2
"Eh, begini, Bu Naura. Berdasarkan dokumen yang kami miliki, tanah tempat rumah ini berdiri... umm... adalah tanah hibah dari Ibu Rus kepada putranya, Bapak Zidan Prakoso." "Iya, dan?" tanyaku, bingung dengan arah pembicaraan mereka. "Mas Zidan yang membangun rumah ini di atas tanah itu dengan u
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
"Heh! Tukang insinyur! Kamu ngukur tembok apa melamun? Dari tadi saya lihat meteran itu tidak bergerak dari angka sepuluh senti." Bab 4 Teguran keras itu membuyarkan lamunan Mentari. Ia nyaris menjatuhkan pensil dari telinganya. Di ambang pintu pos jaga yang sedang ia ukur, Wira berdiri denga
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Rumah Almarhum Suamiku Dibul Dozer.....😭
Lantai marmer ruang tamu ini terasa sedingin es di bawah telapak kaki telanjangku. Rasa dingin itu menjalar, merasuk hingga ke tulang, seolah menegaskan kekosongan yang kini menguasai rumah megah yang dulu begitu hangat. Sudah empat puluh hari berlalu sejak sore jaha nam itu, hari di mana duniaku r
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
"Wira! Kamu dengar Mama tidak? Letakkan garpu itu pelan-pelan. Jangan bikin gaduh!" BAB 3 Suara denting perak beradu dengan piring porselen terdengar nyaring. Wira meletakkan sendoknya dengan sedikit tenaga, membuat ibunya, Nyonya Elvara, memelototkan ma ta. Di seberang meja, Diana tampak pur
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

5b Ayah Senja menatap Angkasa ta jam. “Sejak kapan?” “Sebelum saya studi ke luar negeri, empat tahun lalu.” “Dan baru sekarang disampaikan?” suara ayah Senja meninggi. Angkasa mengangguk. “Saya ingin jujur sebelum melangkah lebih jauh.” “Ini bukan kejujuran,” potong ibu Senja. “Ini j
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
Wira duduk di kursi kerjanya yang berlapis kulit hitam. Pendingin ruangan di markas Batalyon 305 mendesis pelan, kontras dengan udara panas Karawang di luar sana. Di atas meja mahoni yang bersih dari debu, tergeletak dua benda yang sejak tadi menyita perhatian sang perwira muda. Sebuah SIM C atas n
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

See more
Wafa Farha
0Following
428Followers
10Likes and saves

Wafa Farha