Cap Go, Senin 29 Juni 2026Lunar Bulan 5 tanggal 15
Cap Go, Senin 29 Juni 2026
Lunar Bulan 5 tanggal 15
Buku paritta , buku BHFF dan semua buku Master Lu Jun Hong bisa di minta secara gratis ( tidak di kenakan biaya) dengan cara menghubungi XLFM ( no telp & alamat lengkap tertera di akhir VT) untuk mendapat buku fisik maupun digital beserta panduan lengkap pembacaaan paritta.
Harap buku Paritta/ buku buku yang berkaitan dengan ajaran Buddha jangan di letakkan sembarangan.
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni!
Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong!
Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru!
Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu!
Terima kasih kepada semua saudara se-dharma!
Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam postingan kami, kami memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, para Dewa dan Pelindung Dharma memaafkan, Master Jun Hong Lu memaafkan, mohon saudara-saudara dan teman-teman se-Dharma memaafkan.
... Baca selengkapnyaAku pribadi mengenal ajaran Xin Ling Fa Men dari sebuah poster acara yang mirip dengan yang ada di gambar, tentang "Lima Pusaka Dharma" dan berbagai kegiatan di Guan Yin Tang. Awalnya aku hanya tertarik karena ada sharing resep vegetarian dan kelas Buddhis anak, tapi lama-lama aku menyadari kalau praktik yang diajarkan sangat membantu menenangkan hati dan memperbaiki nasib.
Dalam ajaran Xin Ling Fa Men, lima pusaka Dharma biasanya mencakup: melafalkan paritta, berbuat kebajikan, makan vegetarian, melepaskan makhluk hidup, dan menghindari kejahatan serta melakukan kebaikan. Saat Cap Go atau tanggal-tanggal penting lunar seperti tanggal 1 dan 15, aku berusaha lebih disiplin melafalkan paritta, mengurangi ucapan yang tidak baik, dan menjaga perilaku. Dari pengalaman, suasana batin di hari-hari besar seperti ini memang terasa berbeda jika kita fokus berdoa dan berlatih.
Salah satu hal yang menurutku praktis adalah panduan melafalkan paritta yang ada di buku Paritta dan buku-buku Master Jun Hong Lu. Di dalamnya bukan cuma ada teks paritta, tapi juga penjelasan kapan sebaiknya dilafalkan, bagaimana niatnya, dan apa saja yang perlu dihindari, misalnya larangan hubungan badan pada tanggal 1 dan 15 kalender lunar saat perayaan besar, karena dianggap mengganggu kemurnian energi spiritual di hari-hari tersebut. Waktu aku mulai mengikuti aturan ini, terasa lebih mudah menjaga konsentrasi dan kebersihan batin saat berdoa.
Selain itu, aku juga pernah membaca kisah nyata penyembuhan benjolan tiroid serta perubahan takdir karier dan keluarga lewat praktik Lima Pusaka Dharma. Kisah-kisah seperti itu membuatku lebih yakin untuk konsisten melafalkan Xiao Fang Zi dan paritta lainnya ketika ada masalah kesehatan atau keluarga. Panduan yang disediakan XLFM membantu kita menyusun jumlah dan kombinasi paritta sesuai kondisi, jadi tidak asal melafalkan.
Hal lain yang menurutku penting adalah cara menyimpan buku Paritta dan kitab Buddhis. Dari ajaran yang sering disampaikan, kita dianjurkan untuk tidak meletakkan buku Paritta sembarangan, misalnya di lantai, di tempat kotor, atau bercampur dengan barang-barang yang tidak pantas. Di rumah, aku menyiapkan rak khusus yang bersih dan rapi, dan sebelum membaca biasanya cuci tangan dulu. Rasanya lebih hormat kepada Buddha, Guan Shi Yin Pu Sa, dan para Pelindung Dharma.
Kalau ingin terhubung dengan kegiatan seperti ulang tahun Guan Yin Tang, acara sharing vegetarian, atau kelas Buddhis anak, biasanya ada poster yang mencantumkan alamat dan kontak Indonesia Xin Ling Fa Men Buddha Institute di berbagai kota seperti Jakarta, Pekanbaru, Palembang, Batam, Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun. Dari pengalaman, menghubungi kontak resmi untuk menanyakan jadwal acara dan cara mendapatkan buku fisik maupun digital itu sangat membantu, karena mereka akan menjelaskan langkah-langkah praktik secara rinci.
Bagi yang baru mulai belajar, menurutku tidak perlu langsung sempurna. Bisa dimulai dari membaca kata-kata mutiara Buddhis Master Jun Hong Lu tentang pentingnya keyakinan dan komitmen, lalu pelan-pelan belajar paritta dan mencoba makan vegetarian beberapa hari dalam seminggu. Yang terpenting adalah hati yang tulus, mau memperbaiki diri, dan menghormati Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari.