Tiga Dunia Dayak: Rahasia Kosmos yang Terlupakan
Dalam kepercayaan suku Dayak, alam semesta terbagi menjadi tiga dunia.
Dunia Atas tempat para dewa, Dunia Tengah tempat manusia hidup, dan Dunia Bawah yang penuh misteri.
Kosmologi ini telah hidup di Kalimantan sejak zaman leluhur.
Sebagai seseorang yang pernah tinggal dan berinteraksi dengan komunitas Dayak di Kalimantan, saya merasakan betapa kentalnya kepercayaan akan kosmologi tiga dunia dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tidak sekadar mitos, pandangan ini menjadi landasan spiritual yang memengaruhi cara mereka menghormati alam dan menjalani hidup. Dunia Atas yang dianggap suci dan tempat tinggal para dewa bukan hanya sekadar konsep abstrak. Misalnya, dalam upacara adat, mereka sering mengadakan pemanggilan roh leluhur atau dewa sebagai perantara permohonan keselamatan dan berkah. Saya pribadi pernah menyaksikan ritual di mana doa-doa tulus dipanjatkan di tengah hutan sebagai simbol hubungan harmonis dengan alam semesta. Sementara itu, Dunia Tengah yang merupakan tempat manusia hidup menjadi arena interaksi antara manusia dengan alam dan makhluk gaib. Dalam pengalaman saya, orang Dayak sangat menjaga keseimbangan dengan lingkungan sekitar—misalnya dengan melakukan berburu dan bertani sesuai aturan adat agar tidak merusak alam. Dunia Bawah yang misterius dihuni oleh roh dan makhluk tak terlihat seringkali dianggap sebagai sumber kekuatan. Saya teringat cerita dari para tetua tentang bagaimana roh-roh ini dijaga agar tidak mengganggu kehidupan manusia dan menjaga tatanan kosmik. Mereka meyakini bahwa tanpa adanya keseimbangan antara ketiga dunia ini, kehidupan tidak akan berjalan harmonis. Uniknya, simbol burung enggang yang sering terlihat menghiasi rumah adat dan perisai perang menjadi penghubung antar dunia, melambangkan kebijaksanaan dan keanggunan. Saya juga belajar bahwa keberadaan Ranying Hatalla Langit sebagai penguasa langit melambangkan pemisahan alam semesta menjadi tatanan yang teratur. Keseluruhan konsep ini bukan hanya mitologi, tapi juga pandangan hidup yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan dengan alam.
















































