Alexa: Misi Natal di Benua Biru (Seri 2 epi. 3)

DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark[ 'by CR'.]

✨Bab 3: Pesan Tersembunyi di Balik Kaca

​Alexa dan Ibu Rose White saling pandang. Rasio terbalik 4:3 pada bingkai foto itu, yang merupakan kebalikan sempurna dari 3:4, jelas bukan kebetulan. Mr. Jack Saraphine memang suka bermain teka-teki.

​"Pito, pindai bingkai itu. Apa ada celah atau mekanisme tersembunyi?" perintah Ibu Rose White.

​Pito segera mengaktifkan sensor di paruhnya. Sebuah sinar merah tipis memindai bingkai kayu tersebut.

​"Suara! Suara! Ada rongga tersembunyi! Terdeteksi! Di bagian bawah bingkai, ada tombol kecil yang sangat terkamuflase! Warna kayu yang sama persis! Hanya agen terlatih atau burung kakatua robot yang bisa melihatnya!" celoteh Pito dengan bangga.

​Ibu Rose White dengan hati-hati menekan tombol kecil yang nyaris tak terlihat itu. Klik! Sebuah kompartemen rahasia terbuka di bagian belakang bingkai. Di dalamnya, ada sebuah koin kuno dan secarik kertas lusuh.

​"Koin ini... ini koin dari Kerajaan Nirmala Tirta!" seru Alexa, mengenali lambang naga yang terukir di sana. "Ayah tidak pernah melepaskan koin ini!"

​Ibu Rose White mengambil kertas lusuh itu. Di atasnya, tertulis sebuah kalimat dalam bahasa Jerman kuno:

​"Wo der erste Schnee fällt, da wo der Rhein und die Ill sich treffen, im Schatten des Riesen, findest du den nächsten Schritt."

​"Apa artinya, Bu?" tanya Alexa, tatapannya penuh harap.

​Ibu Rose White menerjemahkan dengan tenang, "Artinya... 'Di mana salju pertama jatuh, di mana Rhine dan Ill bertemu, dalam bayangan raksasa, kau akan menemukan langkah berikutnya.'"

​"Salju pertama sudah jatuh di sini," kata Alexa, melihat serpihan salju yang masih menempel di jaketnya. "Rhine dan Ill... itu adalah dua sungai besar yang mengalir di Strasbourg. Dan 'bayangan raksasa'..."

​"Pasti Katedral Strasbourg!" potong Pito dengan semangat. "Katedral adalah raksasa arsitektur di sini! Pito sudah memindai Katedral! Tingginya 142 meter! Sangat raksasa!"

​"Tepat, Pito," Ibu Rose White tersenyum. "Jadi, petunjuknya mengarahkan kita ke titik pertemuan Sungai Rhine dan Ill, dalam jarak pandang Katedral. Mari kita pergi."

​Mereka segera keluar dari toko buku, semangat baru membara di dada. Koin Nirmala Tirta di genggaman Alexa terasa menghangatkan. Petualangan semakin mendalam, dan setiap petunjuk membawa mereka semakin dekat dengan Mr. Jack Saraphine.#lemon8indonesia #AkuPernah #HidupHemat #ceritafiksi #alexasaraphine

2025/12/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaTinutuan kartun mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun ini merupakan hidangan tradisional dari Manado yang memiliki cita rasa unik dan menarik. Sebagai tambahan dari petualangan Alexa yang sarat dengan misteri, saya ingin berbagi pengalaman saya menikmati tinutuan sambil menonton kartun yang menghibur. Tinutuan sendiri adalah bubur yang terbuat dari beras dan dipadukan dengan berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, dan labu kuning, ditambah dengan ikan atau daging yang membuatnya kaya rasa dan bergizi. Hidangan ini sangat cocok disantap di pagi hari atau saat cuaca dingin, seperti saat Alexa merasakan salju pertama di Strasbourg. Dalam suasana santai menunggu kelanjutan cerita fiksi, menonton kartun sambil menikmati tinutuan menjadi cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman. Kartun dengan animasi menarik akan menambah keseruan suasana, khususnya jika kartun tersebut menghadirkan petualangan dan teka-teki seperti seri Alexa. Bagi yang ingin meniru pengalaman ini, cobalah mencari resep tinutuan di internet dan siapkan beberapa kartun ringan yang cocok untuk dinikmati bersama. Cara ini akan membuat hari-hari Anda jadi lebih berwarna dan menyenangkan, serta memberikan nilai tambah bagi cerita petualangan seperti yang dialami Alexa dan teman-temannya.