KUSIRAM KELUARGA SUAMI DENGAN KILAU HARTAKU 2
Sayup-sayup kumendengar omelan ibu dan Mbak Ayu dari dalam kamar. Mereka pasti mengumpatku, atau mungkin kaget melihat tingkahku yang berbeda. Biarkan saja, aku tidak takut di usir. Aku tidak takut kelaparan, toh selama ini juga perutku selalu mengalah demi mereka semua agar merasakan kenyang.
Setengah jam berlau, lelaki yang kusebut Imam, tapi pengecut itu akhirnya masuk juga ke kamar. Aku diam, tak menegurnya, tak bertanya, apalagi mengomelinya. Dia duduk di sebelahku, membuka ponsel, dan seperti tak terjadi apa-apa. Kukira dia akan meminta maaf atas sikap angkuh keluarganya, tapi ternyata hayalku yang ketinggian.
"Mau jadi istri durhaka kamu?!" bentak Mas Roni dengan mata yang melotot hampir keluar dari tempatnya.
Aku meringis mendengar suara kerasnya. "Baik aku jadi istri durhaka dari pada jadi babu keluargamu terus, Mas!" sentakku tak kalah emosi. Yaaa, kujawab saja ucapannya, karena diamku sudah cukup jauh membuat tahtaku sebagai istri jadi tak berarti.
Dia melempar pandang, tangannya yang tadi sibuk menari-nari menggulir beranda Tik-Tok, kini berhenti dan menatap tajam wajahku. "Babu? Babu apa Tia? Kamu itu seorang istri, sudah seharusnya kamu bantu-bantu pekerjaan rumah. Kamu juga pengangguran, kerjamu ya makan, tidur, bangun terus tidur lagi. Beda sama Sazkia dan Mbak Rara, mereka guru, sudah pasti nggak ada waktu buat bantu-bantu berbenah rumah."
"Makan, tidur?" Aku melotot ke arahnya. Kutatap balik wajahnya yang angkuh itu. "Kamu pikir baju kotor bisa jalan sendiri ke jemuran? Piring kotor bisa gerak sendiri? sapu itu,"
"Alah! Bawel! gitu aja ngeluh! Kamu nggak ikut cari uang! Nggak usah banyak protes!"
"Uan g, Mas? Ua ngmu yang mana yang aku ikut makan? Maaf, Mas. Aku makan bisa cari sendiri! Selama ini juga aku kepingin makan apa, makan yang sama kayak keluargamu. apa ada kamu perduli?"
🌿🌿
Selengkapnya di aplikasi KBM APP
Judul : Kusiram Keluarga Suami dengan Kilau Hartaku
Penulis : Perarenita



























































