MANDAU,DURIPOS.COM – Polsek Mandau kembali mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ekstasi di wilayah hukumnya. Dalam operasi yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) dini hari, dua orang terduga berhasil diamankan di Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Bengkalis dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek Sarahdahtam Bendesa, S.I.K., M.A., mengatakan pengungkapan berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya dugaan penyalahgunaan narkotika di Jalan Seroja, Kelurahan Balik Alam.
"Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil operasi, petugas berhasil mengamankan seorang terduga berinisial W.A.A. dan menemukan dua butir yang diduga narkotika jenis ekstasi yang disimpan di dalam kotak rokok," ujar Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan awal terhadap W.A.A., petugas kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan seorang terduga lainnya berinisial D.M.P. di sebuah rumah di Jalan Kenanga, Kelurahan Balik Alam.
Selain dua butir yang diduga ekstasi, polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp205.000, satu kotak rokok, serta satu unit sepeda motor Honda Beat.
"Kedua terduga bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Mandau guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," jelas AKP I Made Pasek.
Ia menegaskan, Polsek Mandau akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika sebagai bentuk dukungan terhadap Program P4GN.
"Kami berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta lingkungan yang bersih dari narkoba," tegasnya.
Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana narkotika maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 yang beroperasi selama 24 jam.**
Sebagai warga yang aktif mengikuti perkembangan di lingkungan sekitar, saya merasa penting untuk sadar akan bahayanya penyalahgunaan narkotika, khususnya ekstasi yang kerap menyasar generasi muda. Kasus yang terungkap di Balik Alam ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius yang perlu diwaspadai. Berdasarkan pengalaman saya, peran aktif masyarakat sangat krusial dalam membantu aparat penegak hukum seperti Polsek Mandau. Laporan cepat dan informasi akurat dari masyarakat dapat mempercepat pengungkapan dan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, saya mendukung ajakan Kapolsek Mandau dan menghimbau setiap orang untuk tidak ragu melapor ke Call Center 110 jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika. Selain itu, program P4GN yang dijalankan oleh Polres Bengkalis menjadi langkah strategis yang efektif dalam memberantas peredaran gelap narkoba. Dalam keseharian, kita juga bisa berperan menjalankan pola hidup sehat dan menjauhi lingkungan negatif sehingga bisa memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika. Pendidikan tentang bahaya narkoba sejak dini kepada keluarga dan masyarakat sekitar juga sangat membantu membangun kesadaran bersama. Melihat barang bukti yang berhasil diamankan—termasuk ekstasi, telepon genggam, serta uang tunai—menunjukkan modus pelaku yang memanfaatkan berbagai alat komunikasi untuk transaksi ilegal. Hal ini menegaskan betapa pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat untuk cegah dini dan mengawasi aktivitas-aktivitas mencurigakan. Semoga dengan upaya bersama ini, lingkungan kita, khususnya di Mandau dan sekitarnya, dapat menjadi tempat yang lebih aman, bebas dari narkoba, serta mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan produktif.


































































