No. Ini bukan lebay, ini nervous system shutdown lho, parents.
Banyak anak & remaja mengalami chronic sensory overload dan tekanan ekspektasi.
Ekspektasi bisa datang dari orangtua, guru atau teman-temannya.
Beberapa remaja ada yang tubuhnya merespons dengan freeze mode (terlihat malas, banyak rebahan, mengurung diri). 😢
Stop sebut anakmu pemalas sebelum kamu paham cara kerja sistem saraf yang kelelahan.
Sama seperti kita kalau pas stres, tanpa sadar kita jadi lebih sering rebahan, males gerak, mengurung diri (jadi jarang bergaul) dan marah-marah.
Lalu, kenapa anak kita malah kita tuduh ‘pemalas’?
6 hari yang laluDiedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai orangtua atau pendamping anak-anak dan remaja, penting untuk menyadari bahwa perilaku yang tampak seperti kemalasan bisa jadi merupakan tanda sistem saraf mereka sedang mengalami kelelahan berat atau bahkan nervous system shutdown. Dari pengalaman pribadi, saya melihat beberapa teman saya yang dulu sering disebut pemalas ternyata sedang mengalami tekanan sensori yang sangat tinggi, terutama dari lingkungan sekolah dan harapan keluarga. Mereka sering merasa lelah secara mental dan fisik sehingga tubuh mereka bereaksi dengan cara 'freeze mode', di mana mereka tampak banyak rebahan, menarik diri, dan kehilangan motivasi untuk beraktivitas.
Saya sendiri pernah merasakan kondisi serupa saat menghadapi tekanan akademis dan sosial. Tanpa disadari, tubuh dan pikiran menjadi tidak mampu berfungsi optimal karena overload sensory. Saat itu, saya juga cenderung mengurung diri dan sulit berinteraksi dengan sekitar. Hal ini sebenarnya adalah mekanisme tubuh untuk melindungi diri dari stres yang berlebihan. Oleh karena itu, menuduh anak sebagai pemalas justru bisa memperparah kondisinya, karena mereka malah merasa lebih tertekan dan tidak dimengerti.
Orangtua dan guru sebaiknya mulai membuka dialog yang lebih empatik dan memahami kebutuhan psikologis serta fisik anak. Memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan tekanan yang mereka alami dapat membantu mengurangi beban sensory overload. Beberapa cara yang saya temukan efektif adalah mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam, menyediakan waktu istirahat yang cukup, dan mengurangi ekspektasi yang tidak realistis.
Dengan memahami fenomena nervous system shutdown dan sensory overload, kita bisa lebih sabar dan mendukung anak untuk bangkit kembali dengan lebih kuat dan sehat secara mental. Ingat, di balik sikap 'malas' itu bisa tersembunyi tanda-tanda kelelahan sistem saraf yang perlu perhatian dan kasih sayang lebih dari lingkungan terdekat.