Lemon8Lifestyle community

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Copy link

Get the full app experience

Discover more posts, hashtags, and features on the app.

Open Lemon8
Open Lemon8
Open Lemon8
Not now
Not now
Not now
  • Category
    • For You
    • Outfits
    • Skincare
    • Nails
    • Home
    • Recipes
    • Makeup
    • Hair
    • Fitness
    • Accessories
    • Perfume
    • Mental Health
    • Relationship
    • Wellness
    • Baking
    • Music
    • Shoes
    • Travel
    • Tattoo
    • Drinks
    • Dining
    • Home skills
    • Bags
    • Reading
    • Photography
    • Movie
    • Outdoors
    • Tech
    • Art & Design
    • Gardening
    • Career
    • Games
    • Education
    • Cars
    • Wedding
    • Maternity
    • Pets
  • App version
  • Help
  • Canada
    • Canada
    • 日本
    • ไทย
    • Indonesia
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • New Zealand
    • UK
Official websitePrivacy PolicyTerms of ServiceCookies Policy
Bahan-bahannya : - 2 buah alpukat uk sedang : Aku beli disini , gk pernah zonk selalu bagus 🔗http://s.shopee.co.id/AUsmpRK4yT - pemanis alami pake 15 buah atau lebih sesuai selera kalian( WAJIB direndam diair panas biar empuk ) 🔗http://s.shopee.co.id/4VbZgSFzv0 - 100Ml susu full cream - 2 b
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Ada psikolog yang pernah menjelaskan satu hal menarik. Anak memang belajar dari contoh. Tapi mereka gak meniru semua contoh dengan cara yang sama. Kalau orang tua rajin membaca. Anak sering ikut membuka buku. Kalau orang tua rajin olahraga. Anak sering ikut bergerak. Lalu muncu
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

2 likes

1. Menghancurkan Wibawa Ayah / Suami di Depan Anak Kalau lo selalu maki2, ngerendahin, atau nyinyirin kekurangan ayah mereka di depan muka anak, lo lagi ngancurin rasa aman biologis si anak. Anak bakal bingung harus berpegang ke siapa, dan kelak pas dewasa, mereka bakal kehilangan rasa hormat pa
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

1 like

Awalnya bayi hanya melihat mainan. Lalu tangannya mulai bergerak pelan ke arah benda itu. Kadang meleset. Kadang belum berhasil menggenggam. Tapi jangan khawatir… Justru di situlah proses belajarnya dimulai. ❤️ Saat bayi mulai belajar meraih benda, ia sedang melatih banyak kemampuan sekal
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

1. Dengarkan saat dia bertanya, bukan langsung beri jawaban ​Anak punya rasa ingin tahu yang tinggi. Saat dia bertanya "Kenapa langit biru?", jangan terburu-buru memberi tahu jawabannya, Bu. ​Coba balik bertanya: "Menurut kamu kenapa ya?" "Coba kita amati bareng-bareng...&#3
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

1. Bayi cepet ngomong 2. Responsive saat dipanggil nama 3. Cegah risiko speech delay sejak dini Banyak orang tua pikir stimulasi itu harus pake mainan mahal. Padahal indera pendengaran itu salah satu "pintu masuk" paling ampuh buat perkembangan otak anak. Setiap kali anak ngerespon
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

1 like

Anak yang dipaksa berkata, “Maaf ya…” Blm tentu benar-benar memahami kesalahannya. Empati gak muncul karena dipaksa mengucapkan kata “maaf”. Empati berkembang saat anak dibantu mengenali emosinya, memahami perasaan orang lain, lalu belajar memperbaiki kesalahannya. Prefrontal cortex di o
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

1. VITAMIN A Ini beda sama vitamin A yang ada di multivitamin biasa ya Ini adalah VITAMIN A SUPER soalnya dosisnya tinggi Fungsinya ga cuma buat mata, tapi juga buat sistem imun anak Anak yang kekurangan vitamin A lebih gampang sakit, terutama diare dan infeksi saluran napas Dan kalo s
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

1 like

Apa sih Sensory Food Aversion itu? Ini beda sama sekadar pilih-pilih makanan biasa ya bun. Anak nolak makanan karena SIFAT SENSORIKNYA — kayak tekstur, rasa, bau, suhu, ukuran gigitan, bahkan tampilannya doang udah bikin dia gak nyaman. Jadi bukan "gak mau coba", tapi emang beneran ga
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Aku sempat ngerasa kewalahan jadi ibu di zaman sekarang. Teori parenting baru muncul tiap bulan. Reels edukasi bertebaran. Semua kelihatan benar, semua kelihatan penting. Tapi kok makin banyak nonton, makin bingung mana yang harus dipegang? Sampai aku dengar satu kajian, dan semuanya jadi jern
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

No. Ini bukan lebay, ini nervous system shutdown lho, parents. Banyak anak & remaja mengalami chronic sensory overload dan tekanan ekspektasi. Ekspektasi bisa datang dari orangtua, guru atau teman-temannya. Beberapa remaja ada yang tubuhnya merespons dengan freeze mode (terlihat malas,
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

1. Anak mulai bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Bukan hanya menangis, berteriak, atau melempar barang. Misalnya mulai bilang, "Aku sedih..." "Aku marah..." atau "Aku nggak suka." Ini adalah langkah besar dalam perkembangan emosinya. 2. Anak mulai b
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

6 likes

Aktivitas ini melibatkan : ●Korteks motorik (mengatur gerakan tangan) ●Korteks visual (memproses bentuk dan warna) ●Lobus frontal (perencanaan dan pemecahan masalah) Cerebellum (koordinasi gerak) Harvard Medical School menjelaskan bahwa aktivitas yang menggabungkan persepsi visual dan gerak
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Tapi banyak orang tua ga sadar, cara paling murah buat manfaatin fase ini bukan les mahal. Umur 3-4 tahun anak masih di fase sensorimotor ke praoperasional (Piaget). Artinya mereka belajar paling efektif lewat indera: raba, lihat, dengar, bukan lewat penjelasan verbal panjang. Makanya metode
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Masa anak pertama dulu aku pun banyak risau perkara macam ; "Anak aku dah cukup pandai ke?" "Dah kenal huruf belum?" "Dah boleh kira belum?" Sedangkan yang patut kita risau ialah ; "Anak aku dah tahu adab belum?" "Dah biasa cakap terima kasih?" &
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Saat anak nangis, marah, atau frustrasi, respon kita di detik itu sedang mengajarkan sesuatu: "Emosiku boleh dirasakan" atau "Emosiku itu masalah" Anak menyimpan pelajaran itu jauh lebih lama dari yang kita kira. Anak usia dini belajar lewat observasi, bukan ceramah/nasihat K
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Kadang cuma karena datangnya kepagian. Pak Arif, temanku yang sudah 8 tahun jadi guru, pernah tanya: “Kalau anak pulang lalu bilang, ‘Teman-teman engga ngajak aku main,’ kamu bakal jawab apa?” Aku spontan menjawab: “Engga apa-apa. Besok coba ajak mereka duluan.” Pak Arif tersenyum.
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

6 likes

Padahal kasih sayang tanpa ketegasan bisa membuat anak kehilangan kesempatan belajar bertanggung jawab. Mendidik anak bukan berarti membiarkan mereka kesulitan sendirian. Tetapi juga bukan mengambil alih semua hal yang sebenarnya sudah mampu mereka lakukan. Terkadang, rasa "tidak tega" j
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Belum tentu manja, Ma. Saat berada di lingkungan baru, wajar kalau anak lebih dulu mencari orang yang membuatnya merasa paling aman. Dalam tumbuh kembang, ini disebut secure attachment (kelekatan yang aman). Orang tua menjadi safe base bagi anak. Setelah merasa aman, barulah ia berani meng
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

Kebanyakan orang cuma fokus kandungan gula di kecap manis sebagai alasan menghindari konsumsi kecap Padahal ada bahaya yang sering lolos: natrium alias garam. Makanya cek tabel gizi itu wajib, bukan opsional. Natrium kelewat tinggi = badan gampang bloating pas diet, dan gak ramah buat ginj
Mithafaizalabda’u

Mithafaizalabda’u

0 likes

See more
Mithafaizalabda’u
0Following
249Followers
5789Likes and saves

Mithafaizalabda’u

Dunia ibu & anak perempuan pertamanya 🥰✨