Aku hidup di dunia ini sudah hampir 48 tahun dan aku sangat menyesal baru tahu kurikulum Ramadhan Rasulullah hari ini dari ustadz Adi Hidayat.
Makanya setelah aku tahu aku mulai nyicil pelan-pelan buat amalin tiga amalan utama yang termasuk kurikulum Ramadhan Rasulullah.
Apa aja tiga amalan utama yang jadi kurikulum Ramadan Rasulullah?
3 Amalan Utama itu diantaranya :
👉🏽pertama meningkatkan sholat tadinya shalat fardhu pas Ramadhan nanti mulai menambah sholat sunnah yang lain baik sunnah rawatib maupun salat sunnah malamnya.
👉🏽 Kedua mulai memahami/mentadaburi bacaan Al-Qur'an, selama ini mungkin aku hanya membaca Alquran tanpa memahami artinya, pas Ramadhan nanti aku mulai memahami arti dari tiap-tiap ayat yang sudah aku baca.
👉🏽ketiga Sedekah, Ternyata sedekah ini termasuk amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah karena pahala sedekah itu sendiri juga besar seperti ibadah yang lainnya di bulan Ramadhan.
Bunyi haditsnya : "Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barangsiapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan."
(HR. Bukhari-Muslim).”
Gimana teman-teman... udah mulai amalin amalan apa dari tiga amalan utama Rasulullah untuk Ramadhan?
Yuk share jawaban kalian biar kita sama-sama saling mengingatkan untuk meningkatkan ibadah kita di bulan Ramadhan nanti.
... Baca selengkapnyaMengamalkan kurikulum Ramadhan Rasulullah bukan hanya soal menjalankan ibadah puasa, tapi juga meningkatkan kualitas spiritual dengan cara yang lebih mendalam dan bermakna. Dari pengalamanku pribadi, fokus pada tiga amalan utama yaitu meningkatkan sholat, memaknai bacaan Al-Qur'an, dan rutin bersedekah benar-benar membuat Ramadhan terasa berbeda dan lebih berkah.
Pertama, menambah sholat sunnah seperti sholat rawatib dan sholat malam membuatku merasa lebih dekat dengan Allah. Bahkan secara perlahan, waktu untuk beribadah jadi prioritas utama dalam rutinitas harian selama bulan suci ini. Melakukan sholat sunnah menambah kekhusyukan dan rasa syukur.
Kedua, mentadaburi Al-Qur'an—bukan sekadar membaca tapi memahami maknanya—membuka wawasan dan hati. Awalnya memang terasa berat, tapi dengan rutin mempelajari arti setiap ayat, aku bisa meresapi pesan dan hikmah yang terkandung. Ini memperkaya jiwa serta memberi semangat baru dalam menjalani ibadah Ramadhan.
Ketiga, sedekah yang konsisten memberi kebahagiaan tersendiri. Menyisihkan sebagian rezeki bukan hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga memperbesar pahala kita, terutama di bulan Ramadhan yang pahalanya dilipatgandakan. Bahkan sedekah kecil pun terasa sangat berarti jika dilakukan dengan niat tulus.
Dari pengalaman ini, aku menyarankan kepada teman-teman untuk mulai mencoba berkomitmen pada ketiga amalan ini secara bertahap. Jangan merasa terbebani untuk langsung sempurna, karena yang penting adalah niat dan konsistensi. Dengan begitu, Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tapi menjadi momen transformasi spiritual yang nyata dan bermanfaat.
Semoga sharing ini menginspirasi kita semua untuk lebih sadar dan giat dalam mengamalkan kurikulum Ramadhan Rasulullah, agar kita bisa meraih kemuliaan dan keberkahan di bulan penuh rahmat ini.
bismillah Kaka bisa sehat selama puasa 🥰🥰🥰