ziarah ke makam mamak
selesai berziarah kami pergi cari makan karna mau ditraktir sama suami💜
Setiap kali ada waktu luang, aku memang suka jaroh atau ziarah ke makam orangtua dan keluarga. Buat aku, ziarah ke makam mamak itu bukan sekadar datang, baca doa, terus pulang. Ada rasa rindu yang nggak bisa dijelasin, dan momen di makam itu sering aku abadikan lewat foto lagi di makam, bukan buat gaya, tapi lebih ke kenangan dan pengingat kalau hidup itu singkat. Banyak yang nanya, jaroh artinya apa sih? Di keluargaku, jaroh itu sama dengan ziarah: datang ke makam, kirim doa, baca surat Yasin atau surat pendek, sambil mengingat jasa dan kebaikan mereka. Biasanya sebelum berangkat, aku udah siapin bunga, air untuk disiram, dan hati yang tenang. Di makam mamak, aku suka duduk sebentar, ngobrol dalam hati, curhat tentang anak-anak, suami, dan rezeki yang lagi kami jalani. Waktu itu, selesai ziarah ke makam mamak, kami lanjut pergi makan. Suami udah janji mau ditraktir, jadi makin semangat. Si bocil sibuk main HP, ito ku juga nggak kalah sibuk main HP, sementara suami sibuk isiin air minum. Sipudan senang diajak makan, dia sampai video lyah, tapi ngak di nampak kan wajahnya, cuman tangan nya yg di patarida di video. Momen-momen simpel kayak gini yang aku suka abadikan di foto dan video, jadi kalau kangen mamak, aku bisa lihat lagi: sebelum makan, kami sempat foto di makam, doa bareng, lalu lanjut quality time. Buat yang pengen foto lagi di makam tapi takut dibilang aneh, menurut aku selama niatnya baik dan tetap sopan, nggak apa-apa. Aku biasanya foto dari jarak yang sopan, nggak terlalu dekat dengan nisan, dan tetap menjaga kesan hormat. Foto-foto itu nanti jadi dokumentasi kalau kami nggak pernah lupa sama mamak, meski kesibukan makin banyak. Soal jaroh artinya dalam keseharian, di keluargaku ziarah juga jadi momen kumpul. Kadang setelah dari makam, kami ngobrolin hal-hal baik tentang mamak: kebiasaan, nasihat, sampai cerita lucu. Dari situ aku belajar buat lebih sayang keluarga yang masih ada. Pulang dari ziarah, aku selalu do'ain rejeki kita lancar, bukan cuma buat aku dan suami, tapi juga anak-anak, sipudan, dan ito-ito yang setia ikut ziarah. Kalau kamu mau mulai jaroh/ziarah rutin, bisa banget dijadwalkan misalnya sebulan sekali atau menjelang hari-hari tertentu. Jadikan ziarah bukan hal yang menakutkan, tapi momen refleksi diri dan memperkuat hubungan keluarga. Dan kalau mau ambil foto lagi di makam, ingat aja: jaga adab, niatkan sebagai bentuk cinta dan doa buat yang sudah pergi. Itu yang selama ini aku lakukan setiap kali ziarah ke makam mamak.



























































