Aku IRT Milenial yang ingin berbagi cerita dan pengalaman kecil.
~ Waktu kecil, bahagia itu pengen punya barang lucu.
~ Waktu sudah dewasa, bahagia itu saat akhirnya bisa membelinya tanpa perlu minta izin siapa-siapa.
Awalnya aku beli ini buat keperluan sekolah anakku. Tapi semakin dipikir-pikir, mungkin aku juga beli ini untuk diriku sendiri.
Dulu, aku suka lihat alat tulis lucu di toko. Pengen punya, tapi sering nya cuma bisa lihat terus lewat.
Sekarang, pas udah dewasa, aku bisa beli tanpa banyak pertimbangan. Dan ternyata, rasa senangnya bukan karena rautan pensilnya. Tapi karena ada perasaan kecil yang akhirnya terpenuhi.
Ternyata inner child tidak selalu tentang luka masa kecil. Kadang hanya tentang keinginan sederhana yang dulu tertunda.
Dan mungkin, ini salah satu realita menjadi dewasa adalah... kita sesekali kasih hadiah untuk diri kita yang dulu.
... Baca selengkapnyaSebagai orang dewasa, saya sering merasakan bahwa kebahagiaan tidak melulu soal pencapaian besar, tetapi juga hal-hal kecil yang pernah kita rindukan semasa kecil. Sama seperti cerita tentang rautan pensil lucu yang dibeli bukan hanya untuk anak, tetapi juga sebagai hadiah untuk diri sendiri yang dulu. Ini membuktikan bahwa inner child bukan hanya soal luka masa lalu, melainkan juga tentang memberi ruang pada diri untuk merayakan kegembiraan sederhana yang pernah tertunda.
Dalam pengalaman saya, membeli barang-barang kecil yang menyenangkan hati, seperti alat tulis lucu atau mainan nostalgia, menjadi cara efektif melepaskan stres dan menghidupkan kembali sisi ceria yang kadang terpendam di balik kesibukan dewasa. Saya percaya bahwa memberikan hadiah kecil kepada diri sendiri adalah bentuk self-love yang penting demi menjaga kesejahteraan mental.
Selain itu, menyadari inner child membuat kita lebih mudah memahami perasaan dan kebutuhan kita sendiri, sehingga membantu dalam pengelolaan emosi sehari-hari. Tidak heran jika topik #InnerChild dan #MentalHealth semakin dibahas sebagai bagian dari perjalanan menjadi dewasa yang utuh.
Bagi para ibu, memberikan sedikit perhatian pada inner child juga dapat menjadi cara mengajarkan anak untuk mencintai diri sendiri dan merayakan kebahagiaan sederhana dalam hidup. Seperti pepatah, dengan merawat diri, kita juga merawat keluarga dan memberi contoh positif.
Jadi, jangan ragu untuk sesekali memanjakan diri dengan hal-hal yang dulu membuat kita bahagia, karena itu adalah hadiah terbaik bagi jiwa kita yang tetap muda meski fisik telah dewasa. Semoga cerita ini menginspirasi untuk selalu menggabungkan kebahagiaan masa kecil ke dalam rutinitas dewasa kita.