Bab 2
“Si a l! Berani sekali mereka melakukan ini semua sama gue. Mereka pikir gue be go!” Ma ki Aqeela setelah Junet menyerahkan bukti-bukti tentang perselingkuhan Romeo dan kejah atan lainnya.
“Ini bukti kalau an ak Anda memang sudah ditukar. Suster itu langsung buka mulut begitu saya katakan akan memberinya tiga kali lipat lebih banyak dari yang Nona Cassy berikan.”
“Oke. Kerja bagus. Hahh … ”
Junet keluar meningg alkan ka mar rawat Bosnya. Dia sudah hapal sifat dan kebiasaan Bosnya. Aqeela terlihat kas ar dan kuat dari luar, namun sebenarnya hatinya sangat rapuh.
Bosnya itu tidak pernah menjalin cinta sama sekali. Selain karena cowok pasti bakalan insecure duluan begitu tau siapa Aqeela, Aqeela sendiri takut untuk memulai suatu hubungan. Aqeela sadar hatinya sangat rapuh, makanya dia memilih untuk tetap sendiri daripada harus sa kit hati kemudian.
Sampai Romeo datang. Romeo datang secara alami, menawarkan cinta yang manis, kemudian menan capkan pa nah asmara tepat di jantung Aqeela. Ditambah ternyata Cassy dan Romeo saling kenal. Cassy adalah sepupu sekaligus sahabat bagi Aqeela.
Kini Aqeela tau bahwa semua hanya sandiwara. Tidak ada yang benar-benar bisa dia percaya lagi. Tapi dia tidak mau terpuruk dalam kesedihan. Aqeela yang sekarang adalah seorang ibu. Jadi dia akan melakukan apa saja untuk melindungi a naknya.
“Sayang.” Romeo ternyata sudah berdiri di depan tempat ti durnya.
“Ya.” Aqeela menekan sedalam-dalamnya rasa be nci terhadap suaminya. Kalau suaminya saja bisa berakting, dia juga pasti bisa.
“Hari ini kita pulang. Bagaimana perasaan kamu?”
“Baik. Aku baik.”
“Kamu tau, hari ini juga ternyata Cassy juga boleh pulang. Bagaimana kalau kita pulang bersama?”
“Tidak. Aku butuh rua ng untukku juga an akku. Biar dia diurus keluarganya saja.”
“Oh. Tapi sepertinya Om Dani dan Tante tidak ingin melihat cucu mereka.”
“Oh ya? Yah, wajarlah. An ak ha ram begitu memang bukan untuk disambut.”
“Aqeela … kok kamu ngomongnya gitu.”
“Ah, ya. Aku salah. Bukan an aknya yang haram, tapi kelakuan orang tuanya ya.”
“Aqeela, kenapa kamu berbicara ka sar begitu tentang sepupu kamu?”
“Kenapa? Memang itu an ak diluar nikah kan? Tidak ada bin untuk a nak diluar nikah. Kasihan sekali an ak itu.”
“Qeela, cukup! Kamu baru saja mel ahirkan tapi sudah berani bicara b uruk tentang sepupu kamu. Kamu lupa siapa yang pertama memel uk kamu saat papa dan mama kamu menin ggal?”
“Yah, aku memang sudah tidak punya papa dan mama. Tapi dia … tidak punya suami.”
“Oke Qeela. Cukup! Aku hanya berpikir kalian bisa saling berbagi cerita mela hirkan selama perjalanan pulang. Itu menyenangkan, bukan?”
“Bukan! Aku baru melah irkan, capek. Kamu suruh aku bercerita sepanjang jalan?”
“Tapi, Aqeela … ”
“Sudah! Lagian kamu kenapa peduli sekali sih sama dia. Kayak kamu bapak an aknya saja.”
Sepesekian detik Romeo tak mampu menyembunyikan ekspresi terkejutnya mendengar pernyataan istrinya. Romeo tidak dapat membayangkan kalau istrinya benar-benar tau semua rencana li ciknya. Mungkin saat itu juga dia akan diten dang kejalanan.
Aqeela cuek pura-pura tidak melihat. Sepertinya itu memunculkan ide dalam kepada Aqeela.
‘Kena kamu. Kamu pikir kamu sudah cukup pintar main-main sama aku. Okee… kita lihat saja siapa yang bersorak paling akhir.’
***
Waduh, gimana ini kelanjutannya? Daripada penasaran mending langsung download KBM di PlayStore mu. Yuk, gass
Judul : MEMBO DOHI GUN DIK SUAMIKU (GUN DIK ITU SALAH PILIH LAWAN)
Penulis : sheilaluktri































































































