Aku dinikahi suamiku karena aku mirip mendiang istrinya. Tapi setelah 5 tahun, aku menemukan rahasia yang menghancurkan semuanya. Karena selama ini ternyata istrinya …
(3)
“Wadanki.”
“Siap, Komandan!”
“Ambil alih seluruh proses evaluasi kompi. Laporkan hasilnya ke saya nanti.”
“Siap laksanakan!”
Arya sudah berbalik sebelum kalimat itu selesai. Tangannya meraih HT.
“Izin mening galkan lokasi penilaian. Keadaan darurat keluarga.”
Jawaban datang cepat dari komando.
“Diizinkan. Segera bergerak.”
Tidak ada lagi yang menahannya.
Mesin mobil dinas meraung begitu pintu ditutup dengan keras.
“Cepat,” ucapnya singkat.
Lampu merah di persimpangan membuat mobil melambat. Sopir sedikit mengurangi kecepatan, refleks.
“Terobos,” suara Arya terdengar lagi.
“Tapi, Dan–“
“Saya yang tanggung jawab,”
“Siap, Dan!”
Beberapa menit berlalu sebelum akhirnya ia menyalakan ponselnya. Layar langsung menyala terang, diikuti getaran panjang yang bertubi-tubi.
Notifikasi masuk tanpa jeda. Panggilan tak terjawab. Pesan singkat. Beberapa nomor tidak dikenal bahkan ikut masuk memenuhi ruang log panggilan.
Nada sambung terdengar.
“Halo,”
Suara itu muncul pelan. Serak. Seolah baru saja menahan sesuatu yang berat. Arya langsung menegakkan tub uhnya.
“Ibu. Arya di jalan. Aluna bagaimana?”
Hening.
Tidak ada jawaban.
Hanya suara nafas berat yang terdengar di seberang, suasana terdengar riuh dan tidak teratur. Arya mengernyit.
“Ibu?” ulangnya, kali ini lebih tegas.
“Kamu di mana, Nak?”
“Aku sedang dalam perjalanan menuju ru mah sa kit. Aluna masih di ruang bersalin, kan?”
Sekali lagi, tidak ada jawaban langsung.
“Kamu pulang ke ru mah saja dulu.”
Kalimat itu diucapkan pelan. Hati-hati. Seolah takut salah memilih kata.
“Kok pulang? Apakah Aluna sudah bisa pulang ke ru mah? Ru mah mana, Bu? Asrama?”
“Iya, Arya.”
Jawaban itu tidak cukup memberinya kepastian. Hatinya semakin gundah tak karuan. Ia menurunkan ponselnya perlahan.
Lalu sambungan telepon terputus secara sepihak, Arya berusaha menghubungi ibunya kembali tapi tidak ada jawaban. Begitupun dengan ponsel Aluna.
Pandangan kembali lurus ke depan, tapi pikirannya mulai bergerak l iar. Pertanyaan-pertanyaan itu berputar tanpa jawaban.
“Berapa lama lagi?” tanyanya tiba-tiba.
“Sekitar tujuh menit, Komandan.”
Tujuh menit. Terlalu lama. Tapi waktu tidak bisa dipaksa bergerak lebih cepat dari yang sudah terjadi.
Mobil dinas itu melambat saat memasuki komplek asrama.
Kompleks ru mah dinas itu biasanya hidup dengan suara anak-anak berlari, ibu-ibu bercengkrama, atau sekadar suara televisi dari balik jendela.
“Tumben sepi ya, Dan. Sepertinya mereka antusias menyambut komandan kecil,” ucap sang sopir yang berusaha mencairkan suasana.
Arya tersenyum tipis, hatinya sempat menghangat. Mungkin memang dia yang terlalu khawatir berlebihan. Padahal seharusnya dia menaruh kepercayaan bahwa an ak dan istrinya pasti sama-sama kuat.
Namun, senyumnya mendadak luntur. Bendera kuning berkibar bebas di depan ru mahnya, semua anggota Persit–istri para prajuritnya, tampak sibuk berkeliling kesana kemari. Namun, bukan menyambut dengan suara tawa bahagia. Tapi dengan tangis duka.
“Komandan …”
Arya tidak menjawab. Ia melangkah masuk menerobos kerumunan.
“Aluna!”
Arya terduduk di lantai yang dingin, tu buhnya gemetar tak terkendali.
“Jena zah Bu Aluna sudah siap untuk dikebumikan, Dan.”
“Beri saya waktu,”
Pl4k!
“Ini semua salah kamu, Arya! Kenapa kamu tidak datang mendampingi istrimu! Tahukah kamu dia berjuang berjam-jam di ruang operasi yang dingin sendirian!?”
Tam paran ibu mertuanya mendarat telak di pipi kanannya, tapi ia tidak merasakan apapun. Lagi-lagi ia hanya bisa tertunduk lemah di hadapan semua orang.
“Ayo kita kebumikan an akku sekarang, kasihan dia menderita terlalu lama hanya untuk menunggu pria pengecut sepertinya!” teriak ibu mertuanya dengan suara lantang, bak memberi komando.
“Dan, bagaimana?” tanya prajuritnya yang masih menunggu arahan darinya.
“Laksanakan apa yang menjadi perintahnya,”
Baca selengkapnya di KBM App
Judul: Talak Aku, Komandan
Penulis: Kurnialsri






























































