Waktu tidur yg salah bikin stres tanpa disadari 😩🛏
Halo Lemonade 🍋
Kita semua tahu tidur sangat penting tapi pernah nggak saat bangun malahan badan terasa cape, lemes, bahkan stres seharian.😵💫
Tidak hanya durasi tidur yg penting ternyata kapan kita tidur juga harus diperhatikan. Kali ini aku share waktu-waktu yg sebaiknya kita hindari agar keseharian lebih berkualitas.😊🌈
... Baca selengkapnyaAku dulu termasuk tim "asal sempat, ya tidur". Mau itu tidur sore, tidur setelah subuh, bahkan kadang ketiduran habis ashar. Awalnya kukira yang penting durasinya cukup, tapi lama-lama kerasa banget dampaknya ke badan dan mood.
Pengalaman paling kerasa itu saat sering tidur sore. Biasanya sekitar jam 4–5 sore aku ketiduran karena kecapekan. Bangunnya jam 7 malam, kepala berat, pusing, dan rasanya kaya baru ditabrak hari. Malamnya malah jadi susah tidur lagi. Dari situ aku baru ngeh, ternyata tidur sore, terutama dekat waktu magrib, bisa bikin siklus tidur kacau. Tubuh seperti bingung kapan waktunya aktif dan kapan waktunya istirahat.
Soal bahasa, aku juga sempat bingung penulisan yang benar itu "di waktu" atau "diwaktu". Dari kebiasaan baca artikel kesehatan, ternyata yang baku itu dipisah: "di waktu". Misalnya: "di waktu sore sebaiknya jangan tidur terlalu lama". Memang kelihatannya sepele, tapi kalau sering cari info seputar tidur dan kesehatan di Google, pakai kata yang tepat bisa bantu kita nemu artikel yang lebih relevan.
Balik lagi ke tidur sore, yang aku rasakan:
- Bangun tidur sore badan cenderung lemas, bukan segar.
- Malam jadi susah tidur, akhirnya begadang.
- Besoknya bangun kesiangan, makin stres karena kerjaan numpuk.
Untuk pelan-pelan mengurangi kebiasaan tidur sore, aku coba beberapa hal simpel:
1. Kalau ngantuk di waktu sore, aku ganti dengan power nap 10–20 menit sebelum ashar. Lebih dari itu biasanya bikin berat.
2. Di waktu setelah ashar sampai menjelang magrib, aku sengaja isi dengan aktivitas ringan: beberes kamar, jalan sebentar, atau stretching. Gerak tipis-tipis bikin ngantuknya berkurang.
3. Antara magrib dan isya aku usahakan nggak rebahan lama di kasur. Biasanya kalau sudah rebahan, ujung-ujungnya ketiduran. Jadi aku pilih baca, journaling singkat, atau ngobrol sama keluarga.
Tidur setelah subuh juga sempat jadi kebiasaan. Efeknya, begitu bangun siang, kepala berat dan mood seharian gampang jelek. Sekarang kalau mengantuk setelah subuh, aku coba tahan dengan mandi air hangat, minum air putih, atau langsung kerjain aktivitas ringan. Capek sih di awal, tapi setelah beberapa hari, malamnya jadi lebih mudah tidur dan paginya lebih segar.
Intinya, bukan cuma berapa lama kita tidur, tapi di waktu kapan kita tidur juga berpengaruh ke stres dan kualitas hidup. Kalau kamu punya kebiasaan tidur sore atau tidur setelah subuh, coba pelan-pelan atur ulang jamnya. Cari aktivitas pengganti di waktu-waktu kritis (setelah ashar, antara magrib–isya) dan perhatikan perubahan di tubuhmu selama beberapa minggu. Biasanya, badan sendiri yang akan kasih tahu kalau jam tidurmu sudah mulai membaik.