Berharap sama manusia itu resep menghancurkan diri…
Konsistensi memang penting untuk dinilai. Tapi jangan sampai kita percaya bahwa konsistensi hari ini adalah jaminan perasaan seseorang sepuluh tahun lagi.
Manusia bisa berubah. Perasaan bisa naik turun. Situasi hidup bisa berganti.
Karena itu, fondasi hubungan bukan hanya rasa cinta, tetapi kemauan untuk terus memilih, berkomitmen, dan memperbaiki hubungan ketika perasaan sedang tidak berada di puncaknya.
Dan sebagai muslim, kita juga perlu sadar bahwa hati manusia bukan berada dalam kendali kita. Yang bisa kita kendalikan hanyalah diri kita sendiri, usaha kita, dan niat kita.
Jika kita sudah berusaha mencintai, berkomunikasi, memperbaiki, dan menjaga hubungan dengan sebaik mungkin karena Allah, maka hasil akhirnya bukan lagi tanggung jawab kita sepenuhnya.
Kita boleh berharap kepada manusia, tapi jangan menggantungkan seluruh kebahagiaan dan harga diri kita kepada manusia.
Jujur satu hal yang gue percaya setelah banyak yang gue lewati tak sesuai harapan itu cuma satu: Hanya Allah tempat sebaik-baiknya untuk bergantung. Hanya diri sendiri sebaik-baik orang yang bisa mencintai kita apa adanya.






























































