Bagi perempuan, puasa juga berarti menjaga diri dari syahwat.
Dalam Islam, masturbasi adalah perbuatan yang diharamkan, dan jika dilakukan saat puasa hingga keluar syahwat, maka puasa menjadi batal dan wajib diganti.
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih pengendalian diri, membersihkan hati, dan menjaga kehormatan.
... Baca selengkapnyaJujur, topik masturbasi perempuan saat puasa itu sering banget bikin bingung, apalagi buat kita yang baru belajar fikih puasa lebih dalam. Banyak yang cari tahu soal colmek saat puasa apakah batal, tapi malu untuk tanya langsung. Aku pun dulu begitu, jadi lebih banyak baca dan nanya ke ustazah secara pribadi.
Dalam Islam, masturbasi (termasuk colmek) secara umum dipandang sebagai perbuatan yang haram karena terkait dengan pemenuhan syahwat di luar jalur yang dibenarkan, yaitu pernikahan. Buat perempuan, aktivitas seperti merangsang diri sendiri sampai keluar cairan syahwat termasuk dalam kategori masturbasi. Nah, kalau hal itu sengaja dilakukan saat puasa Ramadhan hingga mengeluarkan syahwat, mayoritas ulama menyebut puasa menjadi batal dan wajib diganti (qadha) setelah Ramadhan.
Yang sering bikin galau adalah soal cairan masturbasi wanita. Sebagian dari kita bingung bedain antara sekadar basah karena rangsangan dengan orgasme yang jelas disertai rasa nikmat yang kuat. Umumnya, kalau masturbasi sengaja dilakukan hingga mencapai puncak kenikmatan dan keluar cairan syahwat, itu masuk kategori membatalkan puasa. Selain wajib qadha, tetap ada dosa karena merusak kehormatan ibadah puasa, jadi sangat dianjurkan untuk bertaubat sungguh-sungguh.
Ada juga yang tanya: gimana dengan oral sex atau aktivitas seksual lain saat puasa? Prinsipnya, segala bentuk aktivitas yang sengaja menimbulkan orgasme dan mengeluarkan syahwat di siang hari Ramadhan termasuk perbuatan yang bisa membatalkan puasa dan jelas tidak sesuai dengan tujuan puasa yang seharusnya menahan hawa nafsu.
Dari pengalaman pribadi, hal paling kerasa itu justru di area pikiran dan mata. Kalau lagi puasa, gampang banget ke-trigger oleh konten sensual, cerita dewasa, atau obrolan yang mengarah ke seks. Makanya beberapa cara yang sering aku terapkan untuk menjaga nafsu saat puasa antara lain:
1. Menjaga pandangan: sengaja menghindari tontonan dan bacaan yang memancing nafsu, termasuk film, drama, atau media sosial yang terlalu vulgar.
2. Mengurangi menghayal: kalau sadar pikiran mulai melayang ke hal-hal seksual, langsung dialihkan dengan dzikir, baca Al-Qur'an, atau aktivitas lain.
3. Memperbanyak ibadah: tilawah, doa, ikut kajian, atau belajar ilmu agama seperti fikih puasa dan adab muslimah. Ramadhan itu momen terbaik buat upgrade iman.
4. Mengatur pola tidur: kadang hawa nafsu muncul saat kita sendiri, begadang, dan gabut. Dengan tidur cukup, bangun untuk sahur dan tahajud, tubuh dan pikiran lebih terjaga.
5. Cari lingkungan yang baik: sering ngobrol dengan teman-teman yang juga serius menjaga ibadahnya di Ramadhan, karena obrolan mereka biasanya jauh dari hal-hal yang memicu syahwat.
Kalau pernah terlanjur masturbasi saat puasa sampai keluar syahwat, jangan putus asa. Segera bertaubat, perbanyak istighfar, dan catat hari puasa yang batal untuk diqadha setelah Ramadhan. Yang penting, jadikan kejadian itu pelajaran supaya Ramadhan berikutnya bisa lebih kuat menjaga diri, baik lahir maupun batin.
Dari semua yang aku pelajari, intinya: puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan syahwat. Sebagai perempuan, menjaga kehormatan dan hati di bulan suci adalah bentuk penghormatan kita terhadap diri sendiri dan ketaatan pada Allah. Semoga Allah mudahkan kita untuk meninggalkan masturbasi dan semua hal yang merusak kualitas puasa, serta menerima ibadah kita seutuhnya.
kenapa praktek nya harus dua jari 😁