Habis nonton ini jadi pgn sharing Disini :) . karena aku sendiri tipe yg "klo lagi dideket orang otak selalu berjalan mikir ngobrol apa ya, harus ada obrolan nih kok diem aja" dan itu sangat sangat gak enak 😮💨
Ada yang relate gak sih mom dg kata "PEOPLE PLEASURE" (?)
orang yang people pleasure kadang selalu diliputi dg rasa "nggak enakan, gak bisa nolak ajakan, dekat dg orang/teman selalu mikir ah harus aku ajak bicara apa ya, maunya menyenangkan semua orang, apa" ayok lupa kalau itu bukan prioritas"
Ternyata ini salah satu faktornya bisa karena dampak "POLA ASUH ORANG TUA"
seperti ..
✨ anak akan diberi pujian/cinta hanya ketika dia patuh atau menyenangkan orang lain
✨ kurangnya validasi diri : jadi dari kecil anak tidak diberi kepercayaan diri atas keputusan atau perasaannya sendiri
✨ anak berada di lingkungan yg menuntun : anak dipaksa untuk dapat berbagi dengan orang lain, tidak diperbolehkan untuk menolak
✨ anak di tuntut mengikuti kata orang tua, tidak diberikan ruang untuk mereka dapat bertindak sesuai dg hatinya
semoga semua orang tua dapat terus belajar menjadi lebih baik menurut versi masing-masing ya mom 🫶🏻
... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang merasa sangat relate dengan istilah ‘people pleaser’, aku ingin berbagi lebih banyak pengalaman yang mungkin juga kamu rasakan. Sikap ini sering muncul karena kita dididik supaya selalu menuruti kemauan orang lain demi mendapat pujian atau rasa diterima, terutama dari orang tua.
Dalam kehidupanku, aku sering merasa sulit mengatakan 'tidak' pada teman atau keluarga, karena takut mengecewakan mereka. Ternyata, ini adalah tanda bahwa sejak kecil kita tidak diajarkan untuk menghargai keputusan dan perasaan diri sendiri. Akibatnya, kita terbiasa mengorbankan kehendak pribadi demi menyenangkan lingkup sosial sekitar.
Penting buat kita semua, terutama orang tua, untuk memberi ruang anak-anak agar mereka dapat berani berekspresi dan membuat keputusan sendiri tanpa tekanan. Contohnya, belajar mengatakan tidak dengan cara yang sopan dan memahami bahwa menyenangkan semua orang bukan prioritas utama.
Dari pengalaman pribadiku, proses belajar untuk menghargai diri sendiri itu memang tidak mudah, tapi dengan kesadaran akan latar belakang pola asuh, kita bisa mulai membangun kepercayaan diri dan menetapkan batasan sehat dalam berinteraksi dengan orang lain.
Semoga sharing ini bisa jadi tambahan insight buat yang juga merasa seperti aku. Yuk, terus belajar dan support satu sama lain agar kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan bahagia.
makasih ilmunya kakak semoga kita semua kita semua bisa jadi yang terbaik bagi orangtuaa