Rekomendasi Baca Buku Good Novel
Di mata mereka… dia bukan manusia. Hanya noda di rumah mewah itu.
#lemon8indonesia #promosinovel #goodnovel #bacanovel #kisahlestari
✨✨✨
Bab Acak 12
Wajah Tora langsung mengeras. “Mama? Kenapa tidak bilang mau datang?” gumamnya lebih pada diri sendiri. Ia menoleh pada Lestari, tatapannya menyiratkan permintaan maaf. “Masuklah lewat pintu samping. Tetap di paviliun bersama anak-anak.”
Lestari mengangguk cepat, lega karena tidak harus berhadapan dengan mereka. Ia baru saja akan berbalik ketika pintu utama vila terbuka. Dua sosok perempuan melangkah masuk dengan aura yang seketika membuat seluruh ruangan terasa menyusut dan mendingin.
Yang lebih tua, Ibu Ratih Wijaya, memiliki postur yang angkuh dan tatapan `tajam . Selendang sutra mahal tersampir di bahunya, kontras dengan setelan batiknya yang kaku.
Di sampingnya, Riana, adik Tora, tampak seperti versi muda dan lebih sinis dari ibunya. Matanya yang sipit langsung memindai seisi ruangan, berhenti tepat pada Lestari.
“Tora, Sayang,” sapa Bu Ratih, suaranya halus tetapi tanpa kehangatan. Ia mendekat dan mencium pipi putranya sekilas. “Mama khawatir. Tumben sekali telepon Mama tidak diangkat seharian.”
“Aku sibuk, Ma,” jawab Tora singkat, nadanya datar.
“Sibuk?” Riana tertawa kecil, suara yang terdengar seperti denting kaca pecah. “Sibuk apa, Kak? Sampai-sampai kami harus datang jauh-jauh untuk memastikan kau masih hidup.”
Pandangannya beralih lagi ke Lestari, menilainya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan merendahkan.
“Oh. Mungkin ini kesibukannya.”
Lestari merasa seperti ditelanjangi. Ia menundukkan kepala, kedua tangannya meremas ujung bajunya yang lusuh. Ia ingin lari, ingin menghilang.
“Dia Lestari,” kata Tora, nadanya tegas. Ia melangkah sedikit ke samping, secara tak sadar memposisikan dirinya di antara Lestari dan keluarganya.
“Pengasuh Lintang.”
“Ah, pengasuh,” ulang Bu Ratih, kata itu terdengar seperti cibiran di bibirnya. “Kami dengar Lintang sudah lebih baik. Sudah mau bicara lagi, katanya?”
“Tertawa,” koreksi Tora. “Dia sudah bisa tertawa lagi.”
“Baguslah kalau begitu,” sahut Riana, berjalan mendekat dan mengitari Lestari seperti sedang menginspeksi barang.
“Pasti gajinya besar, ya? Sampai bisa membuat keajaiban.”
Lestari gemetar. “Maaf, Bu, Non… saya permisi dulu.”
“Tunggu,” cegah Bu Ratih, suaranya menghentikan langkah Lestari. “Saya ingin bicara denganmu.”
Tora menyela. “Ma, biar Lestari istirahat. Dia…”
“Aku bicara dengan pengasuh cucuku, Tora. Bukan denganmu,” potong Bu Ratih tajam, matanya terpaku pada Lestari. “Jadi, siapa namamu tadi? Lestari?”
“I-iya, Nyonya,” desis Lestari, tidak berani mengangkat wajah.
“Kamu punya anak juga, kan? Tinggal di paviliun belakang?”
“Betul, Nyonya.”
“Apa tidak merepotkan Tora? Membawa masalah pribadimu ke rumah majikanmu?”
Setiap kata terasa seperti tamparan. Lestari hanya bisa menggeleng pelan.
“Ma, cukup,” desis Tora, amarah mulai terdengar dalam suaranya.
“Kenapa cukup?” tantang Riana, kini berdiri di samping ibunya. “Kami hanya bertanya. Wajar, kan, kami peduli dengan keamanan keponakan kami? Siapa tahu latar belakangnya tidak jelas. Bisa saja dia…”
📖 Baca kisah lengkapnya hanya Di Goodnovel.
Berjudul : Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati
By. Dakuromansu


















