Syurga Yang Lain, part 4.
Ibuku mau meminjam mobil suamiku untuk Kakak iparku, Seolah aku yang sedang meminjam mobil Kakak iparku.
Seperti mau berhutang,
Tapi bergaya seperti penagih hutang.
Siapa yang mau pinjemin kalau gitu?
Sewa aja sana ke rental mobil!
Bab 4
"Mas, apa aku resign aja ya trus ikut mas tinggal disana?" Ucapku perlahan, karna aku ta kut menjadi wanita rumahan, tidak ada har ganya dibanding menjadi wanita ka rir.
"Nah itu mas setuju banget, jadi setiap mas pulang kerja bisa liat istri tersa yang dirumah. Tapi, kamu mesti pikirin lagi sa yang. Jangan ambil keputusan disaat sedang ma rah. Pikirin kedepannya gimana, ru mah ini kan hak milik kamu, mau gimana biar kamu juga tenang ninggalin semuanya. Mas ga masalah kalau kiriman u ang buat ibu nanti ambil aja dari ga ji mas, kalau kamu tinggal disana kan ga ji mas full mas kasih ke kamu. Pikirin mateng-mateng dulu sa yang. Hari ini kamu lagi e mo si banget sama ibu, sama kakakmu. Habis shalat maghrib, kita kan mau jalan-jalan, siapa tau setelah tenang kamu bisa dapetin solusinya." Ucap mas Awan yang benar-benar bijak dalam menghadapi suatu masa lah.
Mas Awan orang yang tenang dalam menghadapi masa lah, tidak asal percaya omongan orang dan mene lan bulat-bulat omongan orang. Itulah yang aku suka kepribadian mas Awan, selalu bisa menenangkan aku yang pa nikan, aku yang gampang ba per, kadang aku juga suka kele pasan ma rah sama ibu kalau kelewat ke sal.
"Iya mas, siapa tau ya habis aku tenang pikiran bisa nemuin solusinya. Tapi mas ga masa lah kan kalau aku tinggal sama mas nanti?" Tanyaku ta kut-ta kut.
"Apa coba yang jadi masa lah hey nona manis? Kamu istrinya mas, tang gung jawab mas dunia akhirat, sudah sela yaknya kamu hidup di sisi mas, ada disamping mas. Walau selama ini mas percaya kamu bisa menjaga diri, menjaga marwah sebagai seorang istri, menjaga ke hor ma tan suami. Tapi mas lebih bahagia lagi kalau kita tinggal bersama. Mungkin akan hadir pelengkap pernikahan kita nanti." Ucapnya pelan karna khawatir menying gung aku.
"Iya ya mas, siapa tau nanti kita punya dedek ba yi yang lucu. Oh iya mas, umi pernah nanya ga kita kenapa belum punya a nak?" Tanyaku, ta kut karena aku sering baca cerita-cerita di KBM kalau istrinya ga ha mil, suaminya sering dijo dohkan dan di pak sa menikah lagi sama ibunya, dengan wanita pilihan ibunya.
"Sa yang, ha mil itu hak prerogatif milik Allah, kita ga bisa menentukan kapan mau ha mil, kita bisa berencana tapi Allah yang menentukan. Umi percaya kalau kamu ha mil, mas pasti beritahu kabar gembira itu kepada umi dan abah. Jadi umi maupun abah ga pernah bertanya apa kamu sudah hamil." Jawabnya dengan tenang.
"Anna.. Anna.. buka pintunya!" Ibu mengetuk pintu yang sengaja ku kunci, bukan diketuk lebih tepatnya di gedor.
Mau apa ya kira-kira ibunya Anna datang keru mah sambil gedor-gedor pintu?
Bersambung.
Di K B M app
Judul : Syurga yang lain
Penulis : Putri krida

































