EFEKNYA BERDOA & KURANG BERDOA
Doa adalah waktu pemuridan (discipleship time) dengan Yesus. Di sana daging kita dikikis, dan kita dibriefing langsung untuk langkah-langkah di depan. Dengar suara-Nya!
Sumber inspirasi Khotbah Ps. Philip Mantofa
Dengan judul "EFEKNYA BERDOA & KURANG BERDOA"
Saya pernah merasakan sendiri bagaimana efek doa yang rutin dapat membawa perubahan besar dalam hidup. Doa bukan sekadar rutinitas, melainkan waktu pemuridan yang menghadirkan kedekatan dengan Yesus, di mana kita belajar mendengar suara-Nya dan dibimbing untuk langkah selanjutnya. Kurang berdoa, bagi saya, seperti melewatkan berkat dan kekudusan Ilahi, yang sangat penting untuk menguatkan iman dan hidup sehari-hari. Dalam doa, saya merasakan wajah saya benar-benar bersinar karena damai dan kekudusan yang hadir dari Tuhan. Jika Anda ingin mengalami transformasi spiritual yang nyata, mulailah memperhatikan kualitas waktu berdoa. Selain itu, doa juga menjadi momen introspeksi di mana daging atau keinginan duniawi kita dikikis, membantu kita fokus pada kehendak Tuhan. Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Ps. Philip Mantofa yang menjadi inspirasi utama dalam khotbah ini. Jangan ragu untuk meluangkan waktu setiap hari dalam doa. Itu bukan hanya kewajiban, tapi juga nafas hidup yang menghidupkan iman dan membawa berkat yang tak terduga. Dengan berdoa, Anda membuka jalan bagi suara Tuhan untuk memandu setiap langkah dan menghadirkan kedamaian sejati dalam hidup Anda.






















































