STOP‼️ Menormalisasi "Namanya Juga Anak-anak"

Saat di tempat umum, aku pernah lihat anak tantrum.

Tapi yang menariknya, orang tuanya tidak panik dan tidak menyuruh si anak diam.

Mereka cuma berkata, “Iya, kamu kesal ya. Tarik napas dulu yuk.”, lalu dipeluk.

Dalam satu menit, suasana berubah.

Dari chaos jadi lebih tenang.

Melihat itu aku paham: anak hanya butuh ruang untuk merasa.

Bukan diminta cepat-cepat “baik-baik saja” ❣️

.

.

❤️ Like, jika kalian suka

📲 Share ke teman atau pasanganmu biar sama-sama belajar.

📥 Save, buat pegangan darurat saat anak masuk mode marah level 100 💥

#RelateGak #BahasMental #tipsparenting #funfact #database -Konten 23

2025/12/4 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMengelola kemarahan dan tangis anak saat tantrum memang tantangan tersendiri bagi orang tua. Tetapi, berdasarkan berbagai penelitian psikologis terbaru, termasuk studi oleh Jeewon Jeon dan Amanda Sheffield Morris, memberikan validasi emosional kepada anak saat mereka marah atau sedih justru membawa dampak positif yang besar. Validasi emosional berarti orang tua menerima dan mengakui perasaan anak tanpa menghakimi, membiarkan mereka merasa bahwa emosi tersebut wajar dan diperbolehkan. Misalnya, mengatakan, "Aku lihat kamu kesal, dan itu oke," dapat membuat anak merasa aman dan didengar. Ini bukan berarti memanjakan anak, tapi justru membantu mereka memahami dan mengendalikan emosinya. Manfaat dari teknik ini terlihat jelas: anak-anak yang sering mendapat dukungan validasi emosi menunjukkan tingkat ketekunan lebih tinggi dan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik. Mereka juga cenderung memiliki intensitas kemarahan dan kesedihan yang lebih rendah dan lebih mampu mengatasi frustrasi. Selain memberi ruang bagi anak untuk berekspresi, orang tua juga dianjurkan untuk menjadi contoh dengan mengelola emosinya sendiri. Ketika orang tua menunjukkan cara tenang menghadapi perasaan sulit, anak belajar model yang positif. Tips praktis mendampingi anak saat tantrum antara lain: 1. Dengarkan tanpa menghakimi, jangan buru-buru menyuruh anak diam. 2. Bantu anak mengenali dan menamai emosinya, seperti "Kamu merasa marah ya?" 3. Tunjukkan bahwa emosi negatif tidak salah, dan mari kita kelola bersama. 4. Luangkan waktu setelah emosi mereda untuk berbicara dan memahami penyebabnya. Setiap usaha memvalidasi emosi anak hari ini adalah investasi bagi ketenangan mental mereka kelak. Orang tua yang hadir dan mau mendengarkan memberikan fondasi kuat bagi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional dan resilien dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Cari ·
aplikasi musik

3 komentar

Gambar 🥀🌹mikeyla🌹🥀
🥀🌹mikeyla🌹🥀

assalamualaikum saya suka marahin anak di rumah suatu kesalahan anak saya pasti ada saja yang anak saya lakukan gitu dan di situnya saya merasa sedih 🥺 ketika anak saya marahin , salah sedikit saja pasti saya marah-marahin itu pun jujur , tiap saat saya marahin 😭😭😭

Lihat lainnya(2)

Posting terkait

Dua anak duduk di kursi bar dengan teks 'STOP !! ini RACUN!' dan 'Semua Berawal dari 'Namanya Juga Anak-Anak'' di atasnya, membahas bahaya menormalisasi perilaku anak.
Teks menjelaskan 'namanya juga anak-anak' sebagai racun dalam pola asuh, dengan poin-poin tentang masuk ruangan tanpa permisi dan mengambil barang orang tanpa izin.
Teks melanjutkan daftar perilaku yang tidak boleh dinormalisasi, termasuk memotong pembicaraan, teriak/lari di tempat umum, dan mengganggu hewan, dengan saran cara mengatasinya.
STOP NORMALISASI UCAPAN INI
hi Lemonades 👋🏻 Kadang kita terlalu gampang bilang “namanya juga anak-anak”, padahal dari situlah mereka belajar mana yang boleh dan tidak. Kalau menurut kamu, perilaku apa lagi yang sering ditutupin pakai alasan ini? #AkuPernah #SetujuGak #MauTanya #HidupHemat #TipsLemon8
anaquarian91

anaquarian91

9 suka

Gambar ini menampilkan latar belakang langit biru cerah dengan dedaunan pohon kelapa hijau. Teks utama berwarna merah dengan garis putih berbunyi "TETANGGA adalah HAMA STOP normalisasi 'gapapa, wajar namanya juga anak-anak'", menyampaikan pesan kritis tentang pola asuh. Terdapat juga tulisan "Hello 2026" dan logo Lemon8.
salahkah ??😭😭 tolong kasi solusi 😭😭
hai hai lemoned 😍😍 aku paham, menjadi seorang itu sangat" masyaallah banget dan parenting seorang ibu ke anak itu beda" tapi tolong STOP normalisasi "gapapa, wajar namanya juga anak-anak"😭 justru karena masih anak" kita harus ajarkan mana yang benar dan salah😭 ada 1 te
♚ᴀʏᷝʏⷶᴀⷨ͜͡࿐189

♚ᴀʏᷝʏⷶᴀⷨ͜͡࿐189

13 suka

Gambar kolase empat adegan orang dewasa berinteraksi dengan anak-anak, dengan wajah anak ditutupi emoji bunga daisy. Terdapat tulisan besar "STOP NORMALISASI SENTUHAN!" dan "ORANG TUA HARUS PASANG BATAS BUAT ANAK", menyerukan penghentian sentuhan yang tidak pantas pada anak.
Teks membahas berita viral tentang orang asing mencium anak dan pentingnya orang tua menetapkan batasan. Di bawahnya, dua gambar kecil menunjukkan orang dewasa memegang anak, dengan wajah ditutupi emoji bunga merah muda.
Teks di atas latar belakang taman menjelaskan bahwa ciuman dari paman bisa membuat anak tidak nyaman, menekankan pentingnya mengajari anak tentang batasan tubuh yang harus dihormati. Di bawahnya, seorang wanita menggendong anak, wajah keduanya ditutupi emoji bunga.
STOP NORMALISASIKAN HAL INI KE ANAK❗️
Hai Lemoners 🍋 Kadang orang dewasa tuh suka lupa kalau anak juga punya batasan. Cuma karena dia masih kecil, bukan berarti semua orang boleh peluk, cium, atau pegang seenaknya. Kita yang jadi orang tua harus jadi ‘penjaga tubuh’ mereka, bukan cuma ikut tradisi yang sebenarnya bikin anak nggak nyam
Ira

Ira

10 suka

Stop menormalisasi kalimat “namanya juga anak kecil” Justru karena masih kecil itu tugas kita sebagai orang tua mengajarkan Hal hal baik untuknya,dikasih tau mana hal yg benar dan yang salah Dan menegurnya dengan hal yang masih wajar. Jangan sampai besar nanti bapak dan ibunya repot karena dari
Sella Asmiranda

Sella Asmiranda

0 suka

Gambar ini menampilkan ruangan berantakan dengan mainan berserakan di lantai dan matras pink, disertai ikon hati retak dan emoji 'Kesel'. Teks besar di atasnya bertuliskan 'GAK SEMUA SUKA ANAK KECIL!'.
Gambar ini menampilkan latar belakang ruangan berantakan dengan mainan berserakan, disertai teks yang mengungkapkan kekesalan terhadap frasa 'NAMANYA JUGA KECIL?!' dan perilaku anak-anak yang merusak serta tidak mau bertanggung jawab.
Gambar ini menunjukkan dua anak sedang menulis di buku, dengan teks seruan 'TOLONG ! Jangan normalisasi yang 'Namanya juga anak kecil'', menekankan pentingnya menanamkan adab, sopan santun, dan disiplin sejak dini.
IRT, GAK SEMUA ORANG SUKA ANAK KECIL !
Haii Lemonade Pernah gak sih kalian liat anak kecil yang tingkahnya nyebelin? Tapi orangtuanya malah diemin aja? banyak banget di sekitar aku yang begini wkwkwk, aku yakin di sekitar kalianpun pasti ada😂 kaya misalnya bocahnya pecicilan, terus bahasa ngomongnya juga buruk banget bahasa hewa
Okta🌹

Okta🌹

38 suka

Gambar menunjukkan seseorang berhijab sedang menulis, dengan teks "HARUSKAH DiNORMALiSASi #Seandainya Ketemu ANAK YANG SUKA TERIAK DAN PUKUL-PUKUL", membahas normalisasi perilaku agresif anak.
Gambar menampilkan teks yang mempertanyakan apakah perilaku agresif anak harus dinormalisasi, menegaskan bahwa marah boleh tapi menyakiti tidak boleh.
Gambar berisi pengalaman pribadi penulis tentang murid yang agresif dan efek normalisasi, serta pengantar langkah-langkah mengatasi perilaku tersebut.
Ternyata Gini Cara Hadapi Anak yang Agresif
#Seandainya Ketemu Anak yang Suka Teriak & Pukul-Pukul, Haruskah Dinormalisasi? Marah itu boleh, tapi menyakiti itu tidak boleh. Justru, usia anak adalah masa belajar mengenal batas: mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak. Aku pernah punya murid yang awalnya suka banget teriak samp
R. Azka

R. Azka

7 suka

Semua ada aturannya sedari kecil🔥
Ibunya Nala🦋

Ibunya Nala🦋

1 suka

STOP BULLY 🚫Namanya Juga Anak-Anak, Tapi Luka Bisa
Aku akan ajari anakku membela diri, bukan membalas dengan kebencian. Kalau ada yang memukul, itu bukan karena “namanya juga anak-anak”, tapi karena belum diajari mana yang benar & salah. Menormalisasi bully hari ini = membiarkan trauma tumbuh esok hari. Anak-anak itu polos, orang
Ikaaa

Ikaaa

1 suka

Stop normalisasi anak anak minta minta duit.
JIHAN ASFIA HAMIDA

JIHAN ASFIA HAMIDA

1 suka

(stop menormalisasi anak nakal dan tantrum). anak
Meghan Tumyrhan

Meghan Tumyrhan

0 suka

jangan bilang namanya jugaanak anak
hai🍋stop bilang namanya juga anak anak biarkan saja sering sekali mendengar kata kata ini aku saat melihat seorang anak berbuat salah tapi orang dewasa tidak menegur dan menjelaskan kalau yang ia lakukan itu salah maka anak akan merasa kalau yang di lakukan itu benar dan akan terus membiasakan hal
arkhan.bilal

arkhan.bilal

0 suka

Gambar sampul dengan judul "IRTGenZ Nyesel Baru Tau Ternyata Hal ini Merusak Mental Anak" di atas foto seorang anak kecil yang sedang duduk di area publik, kemungkinan mal.
Teks menjelaskan dua hal yang merusak mental anak: pujian berlebihan yang bisa membentuk pribadi NPD, dan dihina dengan candaan yang dapat menanam luka batin jangka panjang.
Teks menjelaskan dua hal yang merusak mental anak: terlalu memanjakan yang membuat anak tanpa daya juang, dan terlalu sering dibela yang merusak moral serta tanggung jawab.
Hal ini Ternyata Merusak Mental Anak😭
Hai Lemonade.. . Aku sadar belum bisa menjadi orang tua yg sempurna untuk anakku. Ingin jadi ibu lemah lembut seperti bunda Nusa Rara, tp apa daya malah sering berakhir menjadi Mama shincan 😭 Ternyata banyak yg perlu aku pelajari.. Intinya menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup..
Keyme

Keyme

5 suka

Dua piring makanan Yoshinoya dengan tangan memegang sumpit, disertai teks tentang orang tua yang membawa anak ke kafe/bioskop dianggap egois dan ajakan untuk menghentikan normalisasi ini.
Tangkapan layar unggahan media sosial yang mengkritik orang tua yang membawa bayi/balita ke bioskop atau kafe tenang, menyebut mereka egois jika anak mengganggu. Latar belakang minuman.
Bagian atas menunjukkan anak menonton bioskop, bagian bawah anak duduk di kursi bioskop CGV. Teks menjelaskan pengalaman membawa anak ke bioskop dan memilih kursi spesial yang mahal.
STOP normalisasikan bawa anak ke CAFE !!
Hi lemonade 🍋 Lagi rame banget utasan dari “mbanya” itu loh.. Dia bilang gak usah bawa anak ke cafe / bioskop karena mereka bayar mahal bukan cuma buat ngeliatin anak kita “bertingkah” daaaan cafe itu tempat tenang buat kerja katanya.. huhu Aku menanggapi sebagai seorang ibu anak 2 nihhehe..
dibu ✨

dibu ✨

271 suka

Gambar secangkir minuman dengan taburan bubuk cokelat, bertuliskan 'STOP INI MOM !! Ingin anak jauh dari LGBT tapi kita sendiri yang menormalisasikannya Hindari kata-kata ini dari kecil'.
Seorang bayi laki-laki mengenakan kerudung, digendong orang dewasa, dengan tulisan 'Kamu lucu bgd pake kerudung csntik ya kaya mamah Padahal anaknya laki-laki bu'.
Dua anak kecil, satu perempuan dan satu laki-laki, dengan tulisan 'Ini mah namanya syarif bukan syarifah Tomboy kaya lelaki aja !! Padahal anaknya perempuan. dan perlu di ingat setiap anak kecil emang gak bisa diem dan masih mau bereksploria'.
Stop ini IRT !! Agar anak terhindar dari LGBT
Hi lemonade 🍋 Di jaman sekarang ini orang tua harus sangat extra dalam mendidik anak agar terhindar dari LGBT. Tapi tanpa di sadari kitalah sebagai orangtua yg membentuk itu dengan menormalisasikan kata-kata seperti itu. Yuk mom mulai sekarang hindari kata-kata tersebut #RelationshipTa
dibu ✨

dibu ✨

490 suka

Stop normalisasi gigi berlubang pada bayi !! Gigi berlubang pada anak-anak itu bukan hal yang wajar, karena dapat mengganggu tumbuh kembang fisik maupun mental si bayi. #gigigsehatgently #pastagigianak
doktergigisatria

doktergigisatria

7 suka

Bukan malah bener kalo ngasih anak banyak jajan
Bukan jd standar emaknya kaya or tajir ya kalo anak banyak jajan ya bun, salah bgt mendidik anak dgn uang. #ViralTerbaru #BudeLemon8
dr Mariska Haris

dr Mariska Haris

2 suka

Gambar sampul dengan seorang wanita berambut gelap mengenakan atasan hitam dan celana kulit, bertuliskan 'IRT sebagai Ortu Membekali Anak Agar Terhindar Pergaulan Bebas Ngeri kan ya?'
Teks putih di latar belakang buram menjelaskan edukasi seks bebas, dampak agama dengan kutipan Al-Qur'an, dan risiko kesehatan seperti kehamilan di luar nikah serta penyakit menular seksual.
Teks putih di latar belakang buram merinci konsekuensi pergaulan bebas, termasuk kehilangan harga diri (menyesal, depresi) dan kerusakan masa depan (putus sekolah, ditolak lingkungan, hubungan keluarga terganggu).
MEMBEKALI ANAK AGAR TERHINDAR PERGAULAN BEBAS
Hi sahabat 🍋!! Di zaman sekarang pergaulan bebas itu udh kayak roll model dan di normalisasi oleh kebanyakan orang. Ngeri ya? miris juga🥲 Kita sebagai orang tua gak mau anak-anak kita ikut mencontoh perbuatan yang sebenarnya dilarang ini. Agar hal itu tak terjadi bangun hal ini dg anak
Hilda Vegi

Hilda Vegi

31 suka

Stop Normalisasi Anak Dipaksa Sekolah Terlalu Dini
Anak Dipaksa Sekolah Sebelum 5 Tahun — Ini Bahayanya Banyak orang tua bangga kalau anaknya cepat sekolah. Padahal, dunia anak adalah bermain, eksplorasi, dan mengenal emosi. Di podcast Raditya Dika ini, kita diajak mikir ulang: apakah mempercepat sekolah benar-benar bikin anak lebih pintar?
Pejuang Reno

Pejuang Reno

1 suka

Kolase empat foto menampilkan seorang bayi mengenakan gaun merah dan atasan putih. Bayi tersebut terlihat di area bermain, di kursi makan, digendong oleh seorang pria (ayahnya), dan digendong oleh seorang wanita (ibunya). Terdapat teks 'Ketika Viral Lebih Penting dari Keselamatan Anak' di tengah gambar.
Stop Normalisasi Anak Jadi Konten
Sedih banget… ketika views lebih penting dari keselamatan anak 😔 Akhir-akhir ini sering lewat konten orang tua yang ceroboh, anak dijadikan bahan konten demi viral dan cuan. Padahal satu kesalahan kecil bisa berdampak besar buat masa depan anak. Masuk 2026, semoga makin banyak orang tua sad
Vika Saraswati

Vika Saraswati

1 suka

Seorang anak perempuan berdiri di antara pintu dan rak boneka, dengan teks peringatan besar berwarna merah muda bertuliskan "#PovOrangTua JANGAN NORMALISASI SUKA NYIUMIN ANAK ORANG SEMBARANGAN. BAHAYA MENGINTAI !!" dan gelembung ucapan "NO" di bawahnya.
Stop Suka nyium Anak Orang Sembarangan ❌
Suka sebel nggak sih kalau ketemu sama org yg suka nyium2 anak kita, bahkan ada yg nyiumnya kena area bibir. huuh 👊🏻 Tolong pahami, ini bukan soal sombong / apalah itu.. Bahayanya antara Lain : ada risiko penularan berbagai penyakit infeksi seperti herpes, flu, RSV, dan HFMD, serta reaksi aler
bd.Anty

bd.Anty

19 suka

Membalas @Larenchhh stop simpulkan normalisasi. Kita sebagai orangtua juga ga mau capek bawa anak makan keliling sana sini. Capek dan malu, YA IYALAH, tapi ketimbang ga makan sama sekali? Stop dikit dikit normalisasi. Selama kami ga ganggu orang lain dan ga ngerusak fasilitas umum harusnya bukan
Christika New Aulia Nainggolan

Christika New Aulia Nainggolan

0 suka

Seorang wanita berhijab merah muda menghadap pemandangan laut dan bukit, dengan tulisan "2026 : STOP BILANG 'URUS DIRIMU SENDIRI' Kalo Gak Mau Kena Getah Azabnya".
Tangan memegang cangkir kopi dengan daftar tulisan "Stop Normalisasi Maksiat" yang mencakup pacaran, zina, mengumbar aurat, mokel, tidak sholat, dan LaGiBeTe.
Pemandangan danau dengan rumput di tepi, di bawah langit berawan, dengan tulisan "Masalahnya... Kalau azab dateng, yang kena bukan pelaku maksiat doank. Yang diem juga kena".
2026 : Please Stop Normalisasi Dosa 🚫
Assalamu'alaikum Lemonades 🍋 #SetujuGak , makin ke sini dunia makin darurat maksiat? Udah gitu, kalo ada yang negur malah dijawab "Urus saja dirimu sendiri!". Berasa serba salah. Kalo negur, dibilang "sok suci", gak negur malah maksiat makin subur. Padahal, azab itu gak
nufiqu

nufiqu

12 suka

Tolong disimak ya geees... yg kemarin bilang "tak ada namanya anak haram".. simak ini.. semua ulama juga menyebutnya begitu.. kalo tak percaya, cari sendiri di setiap video ceramah beliau2 ini. Mereka berkata, bukan tanpa hadis dan dalil.. #semuaorang #muslimdaily #ceramahp
Naning Ny Sugi

Naning Ny Sugi

640 suka

Gambar menunjukkan refleksi wajah anak kecil di cermin yang dipegang tangan, dengan teks peringatan bahwa orang tua mungkin tanpa sadar membentuk perilaku bullying pada anak, disertai emoji sedih.
Teks putih dengan latar belakang buram menjelaskan dua poin pertama penyebab bullying: menormalisasi ejekan di rumah dan memberi contoh kekerasan verbal atau fisik.
Teks putih dengan latar belakang buram menjelaskan tiga poin selanjutnya penyebab bullying: membanding-bandingkan anak, mengabaikan empati, dan terlalu menekan atau menghukum keras.
APA KITA YANG MEMBENTUK PERILAKU BULLYING?
hi Lemonades 👋🏻 Buaaanyak banget berita bullying yang bikin hati teriris. Bahkan pelaku bullying nya pun masih kecil2 banget 🥺 Sebelum terlambat yuk sama-sama kita perbaiki 🤍 #TentangKehidupan #POVOrangTua #PerasaanKu #BahasMental #TipsLemon8
anaquarian91

anaquarian91

15 suka

Stop normalisasi BULIAN terhadap bayi! "Ih, anaknya kok, hitam?" "Anaknya kok, pendek?" "Anaknya kok nakal?" BLA BLA BLA .... Hello 2026, stop normalisasi BULIAN terhadap Bayi!! #Hello2026 #GoodBye2025 #TipsLemon8 #Lemon8
Dian Azizah

Dian Azizah

1 suka

Gambar kolase menunjukkan bayi berusia 1 bulan di area bermain anak (playground), dengan teks peringatan tentang orang tua yang egois dan publik yang heboh karena bayi diajak bermain di playground.
Teks informatif tentang stimulasi sensori untuk bayi usia 0-3 bulan, mencakup stimulasi visual, auditori, sentuhan, dan propriosepsi.
Teks informatif tentang stimulasi sensori untuk bayi usia 3-6 bulan, mencakup stimulasi visual, auditori, sentuhan & motorik, serta penciuman/perasa.
PENTINGNYA ORANG TUA BERILMU !✅SETUJU GAK ?
Jujur pas aku liat berita ini marah sebagai ibu..dan aku gk setuju dgn apa yg dilakukan orang tua muda ini..mungkin mereka minim pengetahuan jg sih.. Karena jujur aku sampai sekarang anak umur dua tahun jg belum aku ajak ke playground karena aku kaya worry jadi harus kayak cari playground yang
Yasa Star

Yasa Star

22 suka

Membalas @taalyonere70 hayooo siapa yang masih suka memanggil pakai nama orang tua? itu tidak boleh ya teman teman karena termasuk perilaku tercela! #bullying #sekolah #perilakuanak #stopbully
MI Bahrul Ulum.MIBU

MI Bahrul Ulum.MIBU

0 suka

Kesalahan Terbesar Ibu, Jangan kamu ulangin moms 🫵🏻 stop normalisasi ga enakan nolak orang. Jgn jadi people pleaser dan anak kamu jd korban. #newmom #edukasianak #mitos #parenting
dr. Jennifer Christy

dr. Jennifer Christy

5 suka

Gambar menunjukkan teks putih di latar belakang hitam yang menyatakan seorang ibu terkejut apabila mendapati anak 11 tahunnya telah "test drive" 7 kali dengan ayah kawannya. Logo Lemon8 dan nama pengguna @mummy5kids93 turut kelihatan.
Gen Z Kena Pantau Selalu ✅
📱 "Bila saya periksa phone anak umur 11 tahun… saya tergamam. Ayat-ayat yang digunakan bukan budak sekolah rendah. Siap sebut dah ‘7 kali test drive’ dengan ayah kawan sendiri…" #MoodDiary 💔 Tak ramai ibu bapa sedar, bahasa remaja sekarang banyak guna istilah berlapik tapi bahaya. Per
🅢🅐🅛🅘🅝🅐🅐🅐

🅢🅐🅛🅘🅝🅐🅐🅐

377 suka

Seorang anak duduk di pangkuan orang dewasa, melihat kelinci-kelinci di rumput sintetis. Teks di gambar membahas tanda-tanda keterlambatan bicara pada anak.
Tangan dan kaki seorang anak terlihat di atas rumput. Teks di gambar menjelaskan tanda pertama speech delay: anak usia 12 bulan belum bisa babbling.
Seorang bayi berdiri di bangku kayu dengan tangan terangkat, di dekat tangan orang dewasa. Teks di gambar menjelaskan tanda kedua: anak usia 15 bulan tidak menunjuk benda yang diinginkan.
Stop Normalisasi Telat Ngomong! Cek 6 Tanda Ini
Ismaᥫ᭡ | Mamanya Elfathan

Ismaᥫ᭡ | Mamanya Elfathan

1 suka

Lihat lainnya