Yuu rubah cara minum kita , supaya lebih sehat ke tubuh, dan agar tidak mengganggu pencernaan 🤩
KALO KAMU UDAH TAU BAHAYANYA, MALU GA BUAT NEGUR ORANG LAIN YANG MINUM NYA SAMBIL BERDIRI???
2025/9/24 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJujur aja, aku dulu termasuk yang cuek banget soal posisi waktu minum. Lagi di dapur, di cafe, bahkan di jalan, sering minum sambil berdiri. Sampai suatu hari lihat penjelasan tentang hadits minum berdiri, baru mulai mikir: sebenernya gimana sih hukumnya dan apa efek ke tubuh?
Kalau kita lihat hadits, memang ada riwayat yang melarang minum sambil berdiri. Misalnya dalam HR. Muslim disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegur orang yang minum sambil berdiri. Banyak ulama menjelaskan, hukumnya makruh, artinya sebaiknya dihindari, bukan berarti haram total.
Tapi di sisi lain, ada juga hadits yang menceritakan Nabi minum air zamzam sambil berdiri (HR. Bukhari dan Muslim). Dari sini ulama jelaskan, larangan minum berdiri itu bukan larangan mutlak, tapi lebih ke adab. Jadi, posisi terbaik adalah minum sambil duduk, tapi kalau ada kebutuhan, darurat, atau kondisi tertentu (misal di tempat ramai, di masjid saat haji, atau susah cari tempat duduk), minum sambil berdiri tetap boleh.
Buat aku pribadi, penjelasan ini bikin lebih tenang. Jadi nggak langsung nge-judge orang yang minum berdiri, tapi lebih fokus perbaiki kebiasaan sendiri. Dari sisi kesehatan, banyak dokter dan praktisi kesehatan yang bilang minum sambil duduk itu lebih baik buat pencernaan. Minum dalam posisi duduk bikin aliran air lebih terkendali, ginjal bisa menyaring lebih baik, dan konon risiko gangguan pencernaan, maag, sampai radang sendi bisa berkurang.
Sekarang kalau lagi di rumah, aku usahakan selalu minum sambil duduk. Di cafe pun sama, daripada berdiri dekat meja bar, aku cari kursi dulu. Rasanya juga lebih mindful, kayak bener-bener menikmati minuman, bukan sekadar numpang lewat. Memang kadang kepepet, misalnya lagi di resepsi, antre panjang, atau lagi buru-buru. Kalau kondisi gitu, aku ingat bahwa dalam hadits juga ada contoh Nabi minum zamzam sambil berdiri, jadi nggak perlu parno, tapi tetap berusaha pilih yang lebih utama kalau bisa.
Soal menegur orang lain, aku pribadi agak malu dan pilih situasi. Kalau keluarga atau teman dekat, biasanya aku bilang pelan: "Eh, duduk aja yuk, katanya lebih bagus buat pencernaan dan memang dianjurkan dalam hadits." Biasanya mereka malah jadi penasaran dan nanya balik. Tapi kalau orang asing di tempat umum, aku lebih jaga adab, takut mereka merasa digurui.
Intinya, dari hadits minum berdiri ini aku belajar dua hal: jaga adab minum sesuai sunnah, dan sekaligus jaga kesehatan. Pelan-pelan aja, nggak harus sempurna langsung. Yang penting kita tahu ilmunya, paham bahwa minum sambil duduk itu lebih utama, dan berusaha mempraktikkannya sebisa mungkin dalam keseharian.
ternyata larangan dalam islam terbukti dalam medis ya kak🥺