Aku ingat saat ramadhan tahun lalu, aku pernah jualan gorengan untuk dapat cuan tambahan selama puasa. Ternyata hasilnya lumayan lho..
Waktu itu jenis gorengan yang aku jual ada bala-bala (bakwan), tahu isi, tempe dan pisang goreng. Aku mulai jualan dari jam 4 sore agar gorenganku tetap panas, dan kalian tahu.. ternyata gorengan itu memang banyak dicari untuk kebutuhan takjil buka puasa, apalagi kalo masih panas.. jadi usahakan goreng ditempat jualan ya, apalagi kalo rumahnya pinggir jalan (sangat strategis) pasti banyak yg cari.. 😁
Oh yaa, kenapa aku bilang jualan gorengan lumayan menguntungkan?
Karena menurut aku jualan gorengan itu modal awalnya bisa dibilang kecil, bahan baku yang digunakan juga mudah dicari, terlebih peralatan yang kita pakai juga sederhana dan biasa kita pakai di rumah.
Nah, dari pengalaman itu, aku sadar bahwa mau mulai usaha kecil tidak harus selalu bergantung dengan modal yang besar dan peralatan yang canggih. Apalagi kalo kita paham dengan kebutuhan pasar saat itu, pasti hasilnya menguntungkan.
Tapi tahun ini karena aku di rumah mertua dan sibuk bantu mertua, jadi belum bisa ikut jualan gorengan lagi, padahal rumah mertua di pinggir jalan juga. Tapi ya itu, waktunya belum bisa aku bagi untuk jualan.. huhu
Kalian ada yang pernah coba jualan gorengan juga gak selama bulan puasa? gimana nih hasilnya..
... Baca selengkapnyaSaat menjalani usaha gorengan di bulan puasa, saya menyadari beberapa hal penting yang bisa menambah keuntungan. Pertama, lokasi sangat menentukan; rumah yang berada di pinggir jalan ramai jelas memberi peluang lebih besar karena banyak orang yang mencari takjil praktis dan hangat. Karena itu, jangan ragu untuk memilih tempat strategis atau bahkan memanfaatkan teras rumah yang mudah terlihat dari jalan.
Kedua, variasi gorengan akan menarik lebih banyak pembeli. Selain bala-bala, tahu isi, tempe, dan pisang goreng, coba tawarkan juga gorengan unik atau inovasi rasa seperti isi pedas atau manis. Produk yang unik kerap membuat pembeli penasaran dan ingin mencoba sehingga omzet naik.
Ketiga, kualitas harus dijaga terutama soal kebersihan dan rasa. Gorengan yang disajikan panas dan baru digoreng lebih disukai. Menggoreng di tempat dan memastikan makanan selalu hangat bisa menambah nilai jual. Kebersihan tempat dan peralatan juga menunjukkan profesionalisme dan meningkatkan kepercayaan pembeli.
Keempat, manfaatkan media sosial untuk promosi, apalagi selama Ramadhan banyak komunitas yang aktif mencari rekomendasi makanan takjil. Foto produk yang menggugah selera dan testimoni pembeli dapat menambah daya tarik.
Selain itu, modal kecil tidak menghalangi untuk memulai usaha ini. Bahan-bahan mudah didapat dan peralatan yang sederhana biasanya sudah ada di rumah. Hal ini membuat usaha gorengan jadi contoh usaha rumahan yang efektif dan cepat balik modal.
Terakhir, pengalaman pribadi menunjukkan bahwa penjadwalan usaha juga penting. Menentukan waktu mulai jualan, biasanya sore hari agar gorengan fresh saat waktu buka puasa, sangat membantu memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin berbuka dengan cepat dan enak.
Dengan konsistensi dan strategi sederhana ini, jualan gorengan selama Ramadhan bisa menjadi sumber cuan tambahan yang lumayan, memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha rumahan. Semoga tips ini berguna untuk kamu yang ingin mencoba memulai usaha serupa di bulan puasa maupun waktu-waktu lainnya.
KLO di sini yg jualan goreng banyak bunda