Realita Dewasa
Setiap keputusan pasti ada sebab dan akibatnya,,
Aku rela resign dr t4 kerja dimana gajiku lumayan cukup ditambah bisnis kecilku top up dana lancar jajanku juga lncar beli apapun yg aku suka tapi setelah punya Anak itu sangat tidak berarti untukku
Senin- Minggu masuk kerja,,
Puji Tuhan sebulan sudah aku ada waktu untuk anak 24 jam di hari sabtu dan minggu soal gaji dan pemasukan di bayar dengan kebersamaanku bersama Anak gantengku🥰😅
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang ibu dan pekerja, saya pernah berada di titik persimpangan antara karier dan keluarga. Seperti banyak ibu lainnya, saya dulu merasa cukup dengan penghasilan tetap dari pekerjaan dan bisnis sampingan, namun pengalaman setelah memiliki anak mengubah pandangan saya secara drastis. Saya sadar bahwa uang memang penting, tapi waktu yang dihabiskan bersama anak jauh lebih bernilai. Hal-hal kecil seperti pulang kerja kemudian mampir ke boscil untuk membantu merapikan rumah bisa menjadi momen berharga yang tak tergantikan. Aktivitas ini bukan hanya sekedar rutinitas, tetapi cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang secara nyata. Keputusan untuk resign bukan hal mudah. Saya harus melewati berbagai pertimbangan, termasuk kelancaran penghasilan dan kebutuhan finansial keluarga. Namun, ketika akhirnya saya memiliki waktu untuk anak selama 24 jam penuh di hari Sabtu dan Minggu, saya merasakan kepuasan batin yang sebelumnya tidak pernah tergantikan oleh pekerjaan atau bisnis apapun. Momen kebersamaan dengan anak bukan hanya soal hadir secara fisik, tapi juga hadir secara hati dan pikiran. Melihat tumbuh kembang anak secara langsung membuat saya semakin yakin bahwa keputusan meninggalkan zona nyaman finansial demi keluarga bukanlah hal yang sia-sia. Pengalaman ini saya bagikan agar ibu-ibu lain yang mungkin berjuang di posisi yang sama bisa menemukan keberanian untuk memilih prioritas yang terbaik bagi keluarganya. Jadi, setiap keputusan pasti ada sebab dan akibatnya. Pilihan saya untuk resign membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan keluarga kami, terutama dalam hal hubungan dan kebahagiaan anak. Bagi saya, penghasilan memang penting, tapi kehangatan dan waktu berkualitas bersama anak adalah 'gaji' yang tak ternilai harganya.









































































