Dibuang Tunangan, Didekati Mas Kapten

"Jenna. Lusa aku akan menikah."

​Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir pria yang kini berdiri mematung dengan kepalanya tertunduk menghindari sepasang mata gadis di depannya.

​Jennaira, yang baru saja hendak menyesap latte hangatnya, mendongak dengan binar mata yang sulit disembunyikan. "Mendadak banget, Mas? Aku bahkan belum sempat kasih tahu Ayah sama Ibu kalau kamu mau secepat ini. Kita juga belum fitting baju pengantin dan se-wa gedung, kan?"

​Senyum Jenna melebar, saking bahagianya sampai ia tak menyadari raut pucat di wajah tunangannya itu.

"Maaf, Jen. Maksudku... aku akan menikah, tapi dengan orang lain."

"Maksud kamu apa, Mas? Jangan bercanda deh." Jenna tersenyum samar menatap pria di depannya dengan sangat intens.

"Anggap saja kita memang nggak ditakdirkan untuk hidup bersama, Jen," jawab Arlan. Suaranya datar, terdengar seperti skenario ba-si di televisi, tapi nyatanya sanggup mengoyak ulu hati Jenna seketika. "Sheila... dia adalah wanita yang dipilih oleh keluargaku. Aku tak bisa menolaknya dan mengecewakan keluargaku.”

​Jenna tertawa kecil, tawa hambar yang dipaksakan. "Mas, ini udah nggak lucu. Kamu lagi nge-prank aku, ya? Mana kameranya? Keluarin sekarang." ucap Jenna dengan tangan bergetar dan mata mulai berkaca-kaca.

"Jen, aku serius. Maaf." Suara Arlan melemah, nyaris bisikan, namun penuh ketegasan yang mema~tikan harapan Jenna.

"Kita sudah bertunangan dua tahun, Mas! Tiga tahun kita jalani hubungan ini! Semua keluarga sudah tahu, kamu gak mungkin setega ini kan, sama aku, Mas?" Suara Jenna mulai bergetar. Bukan karena ma-rah, tapi karena rasa sesak yang mulai naik ke tenggorokannya.

​”Keluargaku nggak bisa nunggu lebih lama lagi, Jen. Kamu baru mau mulai karier jadi dokter. Sementara aku harus segera mengelola dan mengembangkan semua bisnis keluarga. Dan sekarang Sheila adalah partner yang cocok untuk membantuku dalam hal ini.”

​Arlan menghela napas berat, lalu berbalik tanpa berani menatap mata Jenna yang mulai basah. "Maaf, Jen."

“Semoga kelak kamu bahagia dengan pilihan terbaikmu.” ucap Arlan membuat hati Jenna semakin per-ih.

​Langkah kaki Arlan semakin menjauh, meninggalkan Jenna yang masih terpaku di kursinya. Gadis itu hanya bisa menatap punggung pria itu menghilang di balik pintu kaca, membawa pergi seluruh rencana masa depan yang baru saja ia susun rapi di kepalanya.

“Tiga tahun bukan waktu yang singkat, tapi kenapa kamu begitu mudah menggantikan posisiku dengan wanita lain, bahkan di saat hubungan kita sedang baik-baik saja.”

"Ya Allah... cobaan apa ini?" bisiknya parau.

​Jenna melangkah keluar kafe dengan kaki lemas. Air mata mengalir deras, membasahi hijabnya. Pikirannya kosong. Ia menyeberang jalan tanpa arah, hanya ingin lari dari kenyataan pahit ini. Ia berharap semua ini hanyalah mimpi bu-ruk. ​Sampai sebuah suara klakson yang melengking ta'jam menu-suk gendang telinganya.

​Jenna tersentak, menoleh ke arah sumber suara dengan mata membelalak. Namun, semuanya sudah terlambat. Cahaya lampu mobil yang menyilaukan menjadi hal terakhir yang ia lihat sebelum tubuhnya ter han tam keras.

​Jenna ter pen tal, lalu tergu-ling di atas aspal yang kas-ar. Rasa panas dan perih menjalar seketika ke seluruh tubuhnya, tapi anehnya, rasa itu perlahan memudar. Kesadarannya mulai menipis, tersapu oleh kegelapan yang datang dengan cepat. Di ambang hilangnya ingatan, satu nama yang muncul di benaknya bukanlah nama pria yang meninggalkannya, melainkan panggilan lirih untuk kedua orang tuanya. Setelah itu, semuanya menjadi gelap total

♡♡♡

Baca lanjutan cerita ini di K B M

Judul: Dibuang Tunangan, Didekati Mas Kapten

Penulis: Eka Akhfa

#novel #drama #fyplemon8

3/23 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMengalami pengkhianatan dalam hubungan yang telah berjalan lama seperti yang dialami Jenna tentu bukan hal mudah. Saya sendiri pernah merasakan hal serupa, di mana kepercayaan dan harapan yang saya bangun bersama seseorang hancur secara tiba-tiba. Rasanya seperti seluruh dunia runtuh dan masa depan yang sudah direncanakan menjadi kabur. Dalam situasi seperti Jenna, sangat wajar jika seseorang merasa kehilangan arah dan terjebak dalam perasaan sedih dan kecewa mendalam. Namun, pengalaman itu juga sering menjadi titik balik penting untuk mengenal diri lebih baik dan memulai babak baru yang lebih kuat. Kecelakaan yang dialami Jenna dalam cerita ini seolah menjadi simbol pergantian hidup yang dramatis. Dari sebuah tragedi, ia diberikan kesempatan untuk berpikir ulang tentang rasa sakit yang dialaminya dan membuka kemungkinan untuk menemukan kebahagiaan yang baru. Seperti yang saya pelajari, kadang hidup membutuhkan momen-momen sulit agar kita dapat menemukan jalan yang tepat dan orang-orang yang benar-benar mendukung kita. Kisah "Dibuang Tunangan, Didekati Mas Kapten" tidak hanya menyajikan drama patah hati tapi juga mengangkat pentingnya keberanian untuk melangkah maju. Menjadi kuat setelah dikhianati bukan berarti melupakan, melainkan menerima dan belajar untuk membangun kembali diri sendiri tanpa menggantungkan harapan pada orang lain semata. Bagi para pembaca yang mengalami situasi serupa, cerita ini bisa menjadi pengingat bahwa walau masa lalu menyakitkan, masa depan tetap bisa dijalani dengan harapan baru. Dukungan keluarga, teman, bahkan peluang tak terduga seperti kehadiran 'Mas Kapten' dalam kehidupan Jenna dapat menjadi sumber kekuatan dan motivasi. Pada akhirnya, kisah ini mengajarkan bahwa dalam hidup, tidak semua yang kita rencanakan berjalan mulus, namun setiap ujian membawa pelajaran dan kesempatan baru untuk tumbuh. Jangan takut memulai ulang, karena kebahagiaan sejati akan datang pada waktunya.