... Baca selengkapnyaPengalaman saya, menjaga kesehatan hati memang tidak bisa instan dan butuh proses. Dari daftar 10 penyebab matinya hati yang disampaikan, saya sering menghadapi poin 3 dan 4, yaitu jarang dzikir dan terlalu cinta dunia. Awalnya saya merasa hati ini hampa dan mudah gelisah. Namun, dengan mulai membiasakan diri berdzikir meskipun cuma beberapa menit setiap hari, saya merasa hati mulai terasa lebih hangat dan damai.
Selain itu, pengaruh lingkungan pergaulan sangat terasa. Dulu saya dekat dengan teman yang kurang mendukung hal-hal positif, sehingga sulit untuk meningkatkan kualitas spiritual. Setelah perlahan memilih lingkungan yang lebih baik dan juga meningkatkan bacaan Al-Qur’an, saya merasakan ada perubahan besar pada cara saya memandang hidup dan juga empati terhadap orang lain.
Menunda taubat dan meninggalkan shalat juga pernah terjadi pada saya saat masa-masa sulit. Tapi, ketika diingatkan bahwa shalat adalah 'penghidup hati', saya berusaha memperbaikinya sedikit demi sedikit tanpa harus menunggu sempurna. Kuncinya adalah konsistensi dan ketulusan.
Terlalu banyak tertawa dan lalai memang penting untuk diwaspadai. Bahagia itu wajib, tapi bila berlebihan sampai melupakan kewajiban dan dzikir, hati bisa kering dan jauh dari ketenangan. Saya belajar membagi waktu antara bersenang-senang dan mengingat Allah.
Intinya, perjalanan menghidupkan hati yang mati memang memerlukan kesabaran dan kesungguhan. Melalui hal kecil seperti menambah frekuensi dzikir dan memperbaiki shalat, serta memperhatikan lingkungan sosial, hati bisa kembali hidup dan penuh kasih sayang. Selamat mencoba memperbaiki hati secara perlahan ya, teman-teman!