BENGKALIS,DURIPOS.COM – Polres Bengkalis menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran narkotika. Dalam rangkaian pengungkapan kasus selama 15–16 April 2026, aparat berhasil menggulung sejumlah bandar, pengedar hingga pemakai sabu di berbagai titik di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si menegaskan, pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras jajaran Satresnarkoba yang bergerak cepat menindaklanjuti informasi dari masyarakat.
“Tidak ada ruang bagi pelaku narkotika di wilayah hukum kami. Siapa pun yang terlibat, baik sebagai bandar, pengedar maupun pengguna, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.
Pengungkapan bermula pada Rabu (15/04/2026) sekitar pukul 18.32 WIB di Jalan Sudirman, Kelurahan Kota Bengkalis. Polisi mengamankan seorang pria berinisial H (38) yang diduga sebagai pengedar. Dari tangan pelaku, ditemukan sabu seberat 0,18 gram yang disembunyikan dalam bungkus permen lolipop. Hasil tes urine menunjukkan pelaku positif methamphetamine.
Kapolres AKBP Fahrian menyebut, modus penyembunyian sabu dalam bungkus permen menjadi salah satu upaya pelaku untuk mengelabui petugas.
“Ini menjadi perhatian serius bagi kami. Modus-modus seperti ini terus kami dalami agar peredaran narkoba bisa ditekan hingga keakar-akarnya,” ujarnya.
baca selengkapnya di : Link media online Duripos.com
Pengalaman saya mengikuti perkembangan pemberantasan narkoba di wilayah Bengkalis, saya sangat mengapresiasi langkah cepat dan tegas yang diambil oleh Polres Bengkalis dalam memberantas narkotika. Modus penyembunyian sabu dalam bungkus permen lolipop yang disebut Kapolres AKBP Fahrian Saleh Siregar sungguh menunjukkan betapa kreatifnya pelaku dalam mengelabui petugas. Namun, hal ini juga menjadi bukti bahwa aparat keamanan tidak tinggal diam dan terus menggali informasi serta intelijen dari masyarakat. Dari sisi masyarakat, partisipasi aktif sangat diperlukan dalam mendukung upaya ini. Informasi sekecil apapun yang disampaikan kepada pihak kepolisian dapat membantu memutus rantai peredaran narkoba yang semakin merajalela. Saya yakin, dengan komitmen tanpa kompromi dari aparat dan kesadaran masyarakat untuk bersama memerangi narkoba, wilayah Bengkalis akan menjadi tempat yang lebih aman dan sehat. Lebih jauh lagi, keberhasilan ini menjadi pengingat pentingnya edukasi dan pencegahan di kalangan keluarga dan sekolah. Penyalahgunaan methamphetamine yang menunjukkan hasil tes urine positif pada pelaku juga menuntut adanya peran aktif dari berbagai institusi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. Saya pribadi mendukung kampanye anti narkoba yang terus digaungkan, serta program rehabilitasi yang adil bagi para pengguna agar mereka dapat kembali ke jalan yang benar. Polres Bengkalis tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom masyarakat dengan semangat untuk menghapus bahaya narkoba dari akar-akarnya. Saya berharap tindakan tegas ini bukan hanya menjadi kebijakan insidental, namun berkelanjutan sehingga angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Bengkalis dapat terus ditekan.















































































