BENGKALIS,DURIPOS.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis. Dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut, mulai Sabtu (16/5/2026) hingga Selasa (19/5/2026), sebanyak enam orang pria berhasil diamankan dalam serangkaian pengungkapan kasus narkotika jenis sabu di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan.
Kapolres Bengkalis Fahrian Saleh Siregar mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari laporan dan informasi masyarakat yang selama ini aktif membantu kepolisian dalam memerangi peredaran narkotika.
“Polres Bengkalis berkomitmen penuh memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika tanpa pandang bulu. Selama tiga hari terakhir, personel Satresnarkoba bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dan berhasil mengamankan enam pelaku penyalahgunaan sabu di wilayah Mandau dan Bathin Solapan,” ujar Kapolres, Rabu (20//5/2026).
Pengungkapan pertama dilakukan pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 12.13 WIB di sebuah rumah di Jalan Kayangan Ujung, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau. Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bengkalis mengamankan dua pria berinisial RA (28) dan DS (32) yang diduga tengah melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Kapolres menjelaskan, penggerebekan bermula dari laporan masyarakat yang menyebut rumah tersebut kerap dijadikan lokasi penyalahgunaan narkotika. Menindaklanjuti informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi.
"Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa satu kaca pyrex diduga berisi sabu, satu alat hisap sabu, satu alat sendok sabu, satu bungkus plastik klip bening, satu korek api, satu lembar tisu putih, serta dua unit telepon genggam,” terang Kapolres hasil tes urine keduanya positif methamphetamine dan amphetamine.
baca selengkapnya di Duripos.com
Pengalaman saya selama tinggal di Bengkalis, sosialisasi dan peran aktif masyarakat memang sangat penting dalam membantu polisi memberantas peredaran narkotika. Informasi yang cepat dan akurat dari warga memungkinkan Satresnarkoba Polres Bengkalis bertindak tepat dan efektif, seperti yang terlihat dari pengungkapan enam pelaku dalam waktu singkat. Saya juga pernah menyaksikan langsung operasi penggerebekan yang dilakukan oleh tim Opsnal Satresnarkoba, di mana mereka sangat profesional dan teliti dalam mengamankan barang bukti seperti kaca pyrex, alat hisap sabu, plastik klip, serta perangkat komunikasi pelaku. Ini menunjukkan bagaimana petugas tidak hanya fokus menangkap pelaku, tapi juga mengumpulkan bukti kuat untuk proses hukum. Selain itu, hasil tes urine yang positif methamphetamine dan amphetamine adalah indikasi seriusnya masalah penyalahgunaan narkotika di daerah ini. Saya percaya langkah kepolisian yang tegas dan dukungan masyarakat akan menjadi kunci utama memberantas peredaran sabu yang bisa merusak generasi muda kita. Bagi siapa pun di Bengkalis yang mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika, saya menyarankan untuk segera melapor kepada pihak berwajib. Keberanian dan kepedulian setiap individu sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba. Upaya gabungan antara Polres Bengkalis dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat mempercepat penanganan kasus narkotika, menjaga keamanan wilayah serta meningkatkan kualitas hidup warga. Semoga pengungkapan ini menjadi peringatan bagi pelaku dan motivasi bagi kita semua untuk terus waspada terhadap ancaman narkoba.















































































