Part 9
Pov Farhan
"Gimana, Bang? Apa kata Bapak?" Tanya Fahmi.
"Kok diam saja sih, Mas? Jawab dong! Bapak kamu bilang apa?" Winda mende sakku.
"Ehm... iya, itu... kayaknya ada salah paham antara Bapak dan pihak travel-nya. Bapak waktu itu bilang cuma mau batalin tiket pesawatnya, tapi pihak travel-nya menganggap semua dibatalkan, jadinya ya... gini," kataku.
"Itu pasti Bapak kamu yang nggak benar ngomong sama pihak travel-nya, makanya jadi gini. Emang susah kalau orang kampung yang nggak punya skill komunikasi yang bagus," Mama Sandra terlihat m a r a h mendengar alasan yang kukemukakan.
"Bapakmu itu memang cuma bisanya menga cau saja, Mas," Winda ikut mengomentari. "Kalau gini gimana? Kita juga kan yang akhirnya kesusahan. Coba dari awal aku saja yang urus semuanya, kan pasti nggak bakal kayak gini. “
"Sudahlah, kita pesan yang baru saja. Aku sudah lelah, ingin istirahat," putusku kemudian.
Suite room yang dipesan Bapak ternyata seharga 10 ju ta ru piah semalam. Berarti untuk 4 k a m a r selama 5 hari sudah mencapai 200 ju ta?
Aku mene lan lu dah dan berbi sik kepada Fahmi yang berdiri di sampingku. "Ma hal banget kamarnya, Mi. Apa kita pindah ho tel saja?" Aku berbicara sangat pelan.
"Ini sudah termasuk mu rah, Bang, di holiday season gini. Kalau pindah hotel, malu Bang sama Mama dan Papa," ucap Fahmi.
"Ya sudah, Bang, pesan yang paling murah saja dulu. Kita pesan 2/3 hari saja. Nanti sambil pelan-pelan minta tambahan u a n g sama Bapak," ucap Fahmi.
"Ya sudahlah..." ucapku akhirnya.
"3 rooms for 3 nights," ucapku.
Semoga saja nggak ada yang protes karena k a m a r yang kupilih benar-benar tipe yang paling sederhana.
"Apa-apaan ini, Mas? Kenapa kita nginep di k a m a r begini? Aku kan pesannya sama Bapakmu itu k a m a r tipe suite room, bukan k a m a r p e m b a n t u gini!"
"Duh Farhan, apa nggak bisa kamu pesan k a m a r yang lebih bagus? K a m a r Mama kecil banget, sumpek lagi. Mana nggak ada balkon, nggak ada dining dan living room."
"Iya Mas, kok di k a m a r m a n d i nggak ada bathtub-nya?" Vina ikut berkomentar.
"Itu k a m a r yang paling murah yang bisa aku dapatkan. Harganya 2,5 juta per malam. Kalau mau yang lebih bagus, silakan up pakai biaya sendiri," ujarku akhirnya.
Seketika Vina dan Mama Sandra diam membisu. Sedangkan Fahmi dan Papa Bram langsung berubah wajahnya jadi nggak enak.
Winda melangkah mendekatiku yang m e r e b a h k a n diri di sofa tunggal yang berada di pojok ruangan.
"Nggak bisa kayak gini, Mas. Liburan kita jadi kacau! Kamu telepon Bapakmu sekarang juga. Suruh Bapakmu itu t r a n s f e r u a n g ke kita supaya kita bisa pindah k a m a r ke tipe yang lebih bagus. Aku nggak mau nginep di sini!"
"Mas, kamu dengar nggak sih perkataanku?" Winda berdiri di hadapanku dan langsung mere but remote yang kupe gang.
"Nanti saja, ini sudah malam," jawabku singkat.
Aku sengaja berlama-lama di dalam k a m a r m a n d i dan menggu yur seluruh ba danku yang terasa penat sebelum akhirnya keluar dengan jubah m a n d i terbalut di tu buhku.
"Kamu telepon siapa?" tanyaku pelan.
"Wind, kamu telepon Bapak?" tanyaku.
Winda kembali menoleh dan mengangguk. Tampaknya Bapak belum mengangkat teleponnya.
"Kembalikan, Wind, nggak usah telepon Bapak," ujarku m a r a h, tapi Winda malah menghindariku dan lari ke k a m a r m a n d i.
"Winda..." aku masih berte riak menge jarnya, tapi dia sudah lebih gesit dan menutup pintu k a m a r m a n d i.
Aku menjam bak ram butku dan menghempaskan tubuhku dengan k a s a r ke kasur ke samping anakku yang sedang terlelap. Aku tak mau mendengar apa yang Winda katakan pada Bapak.
Ceklek.
Bunyi kunci pintu yang dibuka seketika membuatku menoleh.
"Ada apa? Kamu ngomong apa sama Bapak?" tanyaku waspada.
Winda terdiam dan duduk di sofa.
"Wind, kenapa? Bapak ngomong apa?" tanyaku dengan rasa penasaran.
"Bapak memben takku, Mas." Dia bilang ...
📚Judul : Ayah (Sang Penopang Yang Tak Dianggap)
✍️ Penulis: Tianarie
Jangan lupa download KBM APP dan cari judul di atas ya!
#kbm #ayahsangpenopangyangtakdianggap #Tianarie #RekomendasiNovel













































































