BERSINAR USAI BERCERAI 2
Bersinar Usai Bercerai (TAMAT) – anquindienna
Tersedia di aplikasi KBM App
Part 2
“Mulai hari ini jatuh talak dua padamu, Davika Darmawan. Sudah kukatakan jangan pernah kamu berhubungan dengan keluargamu lagi, tapi kamu tak mau mendengarku!” bentak Rafi. Talak itu jatuh hanya karena Davika membuat status Instagram berisi ucapan selamat atas kelahiran putri kedua Kak Aldo. Sejak rujuk dua tahun lalu, Rafi memang melarang keras Davika berhubungan dengan keluarga besarnya, seolah memutus seluruh tali silaturahmi yang pernah ia miliki.
Ucapan itu terasa seperti petir di siang bolong. Beberapa jam sebelumnya Davika masih berstatus istri sah Rafi Rahmadani, putra keluarga pengusaha ternama yang juga masih saudara jauh dengannya. Kakek mereka masih terhubung sebagai sepupu, dan kedua keluarga sama-sama dikenal di bidang perikanan sejak tahun 1970-an. Namun posisi keluarga Rafi jauh lebih mapan, terlebih setelah kehidupan Davika berubah drastis sejak perceraian orang tuanya.
Di usia delapan belas tahun, Davika menyaksikan hidupnya runtuh: orang tuanya bercerai, rumah keluarga disita bank, mereka menumpang di rumah adik ibunya, sementara kakaknya, Aldo, terpaksa putus kuliah karena biaya. Adik bungsunya pun terseret kasus narkoba. Sejak itu, kemewahan yang dulu akrab dengannya lenyap.
“Kak, aku minta maaf. Story-nya udah aku hapus, Kak!” pinta Davika setengah memelas.
“Sudah cukup, Vika! Tidak ada maaf bagimu, silakan angkat kaki dari sini!” Rafi menunjuk pintu apartemen dengan emosi meledak-ledak.
“Kak, aku cuma ngucapin selamat sama Kak Aldo lewat instastory! Kenapa Kakak sampai marah begini?”
“Kamu bilang cuma? Dengan kamu bersikap kayak gitu, kamu sama saja menginjak harga diriku! Kamu lupa bagaimana keluargamu mencibir saat kamu memutuskan rujuk denganku?”
Davika frustrasi. “Ya Allah, Kak! Aku cuma ngucapin lewat instastory.”
Ia mencoba menjelaskan bahwa selama ini ia sudah patuh: tidak menemui ibunya, Aldo, Irvan, maupun keluarga besar lain demi mempertahankan rumah tangga. “Aku lakuin semua demi rujuk sama Kakak! Terus sekarang Kakak dengan mudahnya jatuhin aku talak?”
Namun Rafi justru menggebrak meja mini bar. “Keputusan kamu setengah-setengah! Sebagai istri, kamu sama sekali tidak menghargaiku!”
“Ini kulakuin supaya teman-teman sosmed-ku enggak curiga. Masa Kak Chika habis operasi sesar, aku sebagai adik iparnya diam saja? Aku juga enggak datang menjenguk, kan?” balas Davika, kini ikut emosi.
“Sekali ucapan talak terucap, mulai saat ini kamu bukan istriku lagi!” hardik Rafi sambil mendorong tubuh Davika.
“Astagfirullah, Kak... pikirkan nasib Keenan. Ini sudah kedua kalinya Kakak talak aku. Aku harus gimana biar Kakak cabut ucapan Kakak?” isak Davika, perempuan berusia 25 tahun itu akhirnya tak mampu menahan tangis.
Dalam hati, ia menyesali keputusannya menerima Rafi kembali setelah kasus KDRT dua tahun lalu. Ia mengabaikan restu keluarga demi harapan bahwa Rafi akan berubah.
“Terserah! Yang jelas talakku sudah jatuh padamu! Silakan pergi dari sini!” kata Rafi dingin.
“Satu lagi, kamu tenang saja, meski kita bercerai, Keenan tetap anakku dan aku tidak akan menelantarkannya.”
“Aku harap Kakak takkan menyesali apa yang Kakak lakukan hari ini padaku dan Keenan. Baik, aku akan pergi. Terima kasih telah menorehkan luka yang begitu dalam pada hidupku.”
Davika terdiam. Air matanya hampir habis. Ia sadar sejak awal keluarganya menentang keputusan rujuk itu, bahkan Aldo pernah mencoretnya dari daftar keluarga. Namun saat itu Davika tergoda janji kemewahan yang ditawarkan Rafi karena ia tak terbiasa hidup sederhana setelah keluarganya jatuh miskin. Sayangnya, semua hanya umpan; setelah kembali bersama, Rafi tetap kasar dan pelit.
Kini, dengan Keenan di pelukan dan talak kedua di atas kepala, Davika hanya dihantui satu pertanyaan: ke mana ia harus pulang?










































