cerita fiksi ala RaniaBiru
judul : Jejak Masa lalu : pesan terakhir d kyoto
Episode 11: Sandi di Balik Pintu Geser
Ketegangan di Ryokan Ozu mencapai puncaknya. Lintang berjongkok di sudut lorong yang remang-remang, jemarinya menari dengan cepat di atas keyboard mechanical lipatnya. "Kenji, kau harus mengalihkan perhatian patroli barat dalam satu menit. Aku hampir menembus enkripsi mereka."
"Lakukan saja peretasanmu, Lintang. Serahkan sisanya padaku," suara Kenji terdengar di earpiece.
Dengan napas tertahan, Lintang akhirnya menekan tombol 'enter'. Akses diberikan. Pintu palka tersembunyi di bawah tatami kamarnya terbuka. Ia turun ke ruang kecil di bawah lantai.
Di sana, di tengah debu, Lintang melihatnya. Gelang perak milik Ibu. Sinyalnya lemah, tetapi masih ada. Lintang menjangkaunya. Chip itu hanya berjarak beberapa sentimeter dari tangannya
Tiba-tiba, suara pintu geser shoji di atas palka terbuka dengan keras.
"Aku tahu kau di sini," sebuah suara dingin dan tajam memecah keheningan. Bayangan tinggi berdiri di ambang palka yang terbuka, menatap Lintang dengan pandangan yang mengerikan. Itu adalah salah satu letnan klan yang menculik Ibu.
Lintang segera mengambil posisi Taekwondo, tetapi ia tahu ia tidak memiliki banyak ruang untuk bertarung. Gelang itu masih ada di sana, tetapi sekarang jalan keluar diblokir
Episode 12: Pelarian dari Bayang-Bayang
Suasana di bawah lantai Ryokan Ozu mendadak mencekam. Lintang baru saja berhasil menggenggam gelang perak milik ibunya ketika pintu palka di atasnya terbanting buka. Cahaya senter menyilaukan matanya, dan di sana berdiri seorang pria dengan sorot mata dingin—Letnan klan yang selama ini mereka hindari.
"Menyerahlah, Lintang. Kau tidak punya ruang untuk bergerak di lubang tikus itu," ejek si Letnan sambil mencabut belati taktis dari pinggangnya.
Tapi Lintang bukan hacker biasa. Dengan kecepatan kilat, ia menyelipkan gelang itu ke saku jaketnya dan menggunakan dinding sempit palka untuk melakukan wall-kick—teknik Taekwondo yang tidak terduga di ruang sempit. Tumitnya menghantam rahang si Letnan hingga pria itu terhuyung mundur.
Di atas, Kenji mendengar keributan itu melalui earpiece. "Lintang! Keluar sekarang! Aku akan buat pesta kembang api!"
Kenji melepaskan apron baristanya, memperlihatkan jaket taktis di baliknya. Ia melemparkan dua tabung kecil ke tengah koridor. BOOM! Asap tebal berwarna putih memenuhi seluruh ryokan dalam sekejap. Para penjaga terbatuk-batuk, kehilangan arah.
Lintang melompat keluar dari palka, menarik tangan Kenji, dan mereka berlari menembus kabut asap menuju balkon belakang. Tanpa ragu, mereka melompat ke atap bangunan tetangga dan menghilang di antara gang-gang sempit Gion.
Sambil mengatur napas di balik sebuah kuil kecil, Lintang mengeluarkan chip dari gelang itu. Lampu merah kecil di chip tersebut berkedip cepat.
"Data ini mengunci diri, Kenji," bisik Lintang dengan wajah pucat. "Pesan terakhir Ibu terenkripsi dengan koordinat lokasi. Kita harus ke Kuil Kiyomizu-dera sebelum fajar, atau data ini akan terhapus selamanya."
#MyJourney #ceritafiksiraniabiru #ReviewJujur #CaraGlowUp #MauTanya
.












![Tangkapan layar rekomendasi novel Wattpad "Kilian [END]" oleh Butterflyzzz12345, dengan label "on going" dan ilustrasi orang membaca buku.](https://p16-lemon8-cross-sign.tiktokcdn-eu.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/ocAUAf6QBBAniAy9Dzi6fUEYMCUISprg4ct8TE~tplv-sdweummd6v-shrinkf:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_middle_feed_list&x-expires=1816365600&x-signature=yCEwxCARqtOwOi9l6Guk3kgMBg4%3D)































