cerita fiksi ala Raniabiru
Episode 15: Pelarian Maut Menuju Osaka
Angin kencang dari baling-baling helikopter "Paman" menderu di telinga saat Lintang dan Kenji meluncur turun. Beruntung, Lintang sudah memperhitungkan kemiringan bukit. Mereka mendarat di rimbunnya pepohonan maple dan berguling untuk meredam benturan.
"Cepat, Kenji! Jangan menoleh!" teriak Lintang sambil menarik Kenji berdiri. Di atas mereka, sorot lampu helikopter menyapu hutan bagaikan mata predator.
Mereka berlari menuju area parkir bawah di mana Kenji sudah menyembunyikan motor sport hitam miliknya. "Pakai helmmu!" perintah Kenji. Dalam hitungan detik, mesin motor menderu, membelah jalanan Kyoto yang masih sepi menuju jalan tol arah Osaka.
Di perjalanan, Kenji berteriak melalui interkom helm, "Lintang, kalau benar kapal itu ada di Osaka, berarti Ibu disekap di dalam zona kargo terlarang. Keamanannya level militer!"
"Kita tidak punya pilihan," jawab Lintang tajam. "Paman sudah tahu wajah kita. Jika kita tidak sampai ke kapal Kiyosumi Maru sebelum fajar benar-benar menyingsing, klan akan memindahkan Ibu ke lokasi yang tidak terlacak."
Tiba-tiba, dari spion motor, terlihat dua mobil SUV hitam melaju kencang, mencoba memojokkan mereka di pinggir jalan tol yang tinggi. Lintang mengeluarkan tablet kecilnya, jemarinya bergerak lincah meretas sistem lampu lalu lintas di depan mereka.
"Kenji, saat aku bilang 'sekarang', rem mendadak!"
"Apa?! Kita akan ditabrak!"
"Percaya padaku! SEKARANG!"
Lintang menekan satu tombol di layarnya. Lampu lalu lintas di persimpangan depan berubah merah seketika, memicu rem otomatis truk-truk besar di depan mereka. Kenji melakukan manuver drift yang sangat tipis, melewati celah sempit di antara dua truk kargo, sementara dua SUV pengejar mereka menghantam pembatas jalan karena tidak sempat mengerem.
"Target Osaka di depan mata," bisik Lintang saat melihat siluet pelabuhan industri yang gelap di kejauhan. "Siapkan dirimu, Kenji. Ini akan jadi infiltrasi terakhir kita."
Episode 16: Infiltrasi di Dermaga Terlarang
Motor sport Kenji berhenti di balik tumpukan kontainer karatan yang menjulang tinggi. Di depan mereka, kapal tanker tua Kiyosumi Maru bersandar dengan penjagaan yang sangat ketat. Lampu sorot dari menara pelabuhan terus menyapu area dermaga.
"Kenji, kapal itu dikelilingi sensor gerak laser kelas militer," bisik Lintang sambil mengamati melalui teropong digitalnya. "Jika kita salah melangkah, seluruh klan akan mengepung kita dalam tiga puluh detik."
Lintang segera membuka laptopnya. Kabel-kabel terhubung ke panel listrik dermaga. "Aku akan mematikan sistem radar dan kamera pengawas kapal selama dua menit. Itu jendela waktu kita untuk naik ke dek bawah."
Kenji memeriksa sisa peralatan detektifnya. "Aku akan gunakan pemotong kaca laser untuk masuk lewat jendela kargo belakang. Lintang, jika kita terpisah, cari ruang mesin. Ibu kemungkinan besar disekap di area dengan isolasi suara paling tinggi."
Saat sistem keamanan berhasil dilumpuhkan, mereka bergerak bagaikan bayangan. Lintang menggunakan kemampuan atletisnya untuk memanjat rantai jangkar yang raksasa, sementara Kenji menyusul dengan tali rappelling.
Namun, saat mereka baru saja menginjakkan kaki di dek kapal yang licin karena embun, sebuah alarm senyap bergetar di jam tangan Lintang.
"Sial, Kenji! Ini jebakan! Mereka tidak hanya menunggu kita di dermaga, mereka sudah menunggu kita di dalam kapal!"
Tiba-tiba, pintu-pintu kontainer di atas dek terbuka serentak. Puluhan penjaga dengan senjata lengkap mengepung mereka. Di tengah kerumunan itu, muncul sosok yang sangat mereka cari: Ibu. Beliau tampak pucat, tangannya terikat, namun matanya membelalak ketakutan menatap anak-anaknya.
"Jangan masuk, Lintang! Kenji! Pergi dari sini!" teriak Ibu sebelum mulutnya dibekap oleh sang Paman yang muncul dari balik bayang-bayang dek kapal.
"Selamat datang di Kiyosumi Maru, anak-anak pintar," ujar Paman dengan senyum licik. "Terima kasih sudah membawakan chip itu langsung ke tanganku#MyJourney #ceritafiksiraniabiru #lemon8indonesia #JujurDiLemon8






















![Tangkapan layar rekomendasi novel Wattpad "Kilian [END]" oleh Butterflyzzz12345, dengan label "on going" dan ilustrasi orang membaca buku.](https://p16-lemon8-cross-sign.tiktokcdn-eu.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/ocAUAf6QBBAniAy9Dzi6fUEYMCUISprg4ct8TE~tplv-sdweummd6v-shrinkf:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_middle_feed_list&x-expires=1818849600&x-signature=kll%2B4oNEEFS4j2a4qLTAcmOb3LE%3D)































