Mengenai Altar part 1

Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni!

Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong!

Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru!

Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu!

Terima kasih kepada semua saudara se-dharma!

Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam postingan kami, kami memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, para Dewa dan Pelindung Dharma memaafkan, Master Jun Hong Lu memaafkan, mohon saudara-saudara dan teman-teman se-Dharma memaafkan.

#xlfm #Buddha #Mahayana #buddhist

2025/9/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali menata altar dan mulai sembahyang Buddha di rumah, aku benar-benar bingung harus mulai dari mana. Setelah banyak belajar dari sharing saudara se-dharma, pelan-pelan aku ngerti bahwa altar yang sederhana tapi bersih dan penuh rasa hormat jauh lebih penting daripada yang mewah. Untuk ruang sembahyang kecil Buddha, tidak perlu ruangan besar. Sudut tenang di ruang tamu atau kamar juga bisa, asal rapi dan tidak bercampur dengan benda-benda yang tidak pantas. Aku biasanya lap meja altar setiap hari, ganti alas jika sudah kotor, dan usahakan tidak menaruh barang lain selain perlengkapan altar buddha. Perlengkapan altar Buddha yang dasar umumnya meliputi: gambar atau patung Buddha/Bodhisattva, hiolo (tempat dupa), cawan air, lampu minyak, dan piring buah. Buah yang dipersembahkan sebaiknya buah segar, bukan buah kering. Aku pernah dengar penjelasan bahwa buah segar melambangkan kehidupan dan niat tulus; jadi kalau apel sudah keriput atau busuk, aku cepat gantikan. Untuk apel di satu piring, aku usahakan warnanya sama supaya terlihat rapi dan serasi. Sebelum dipersembahkan, buah sebaiknya dicuci bersih dulu dan labelnya dilepas. Awalnya aku sering lupa melepas stiker buah, tapi setelah paham bahwa ini bentuk rasa hormat, sekarang aku selalu periksa satu-satu. Buah yang sudah lama di altar juga jangan dibiarkan sampai busuk; biasanya aku ganti secara berkala dan buah yang masih layak dimakan aku konsumsi sendiri atau berbagi dengan keluarga. Untuk alat sembahyang Buddha lainnya, seperti lampu minyak, ada hal yang perlu diperhatikan. Minyak persembahan untuk Bodhisattva sebaiknya tidak dicampur-campur. Kalau mau ganti jenis minyak, aku biasanya habiskan dulu yang lama, bersihkan wadahnya, baru isi yang baru. Kalau ada serangga jatuh ke lampu minyak, aku matikan dulu apinya dengan hati-hati, bersihkan, lalu menyalakan lagi sambil dalam hati minta maaf dan melafalkan paritta. Dupa juga ada etika kecil yang dulu aku tidak tahu. Misalnya, abu dupa yang jatuh ke luar hiolo tidak perlu dimasukkan kembali. Aku cukup bersihkan area sekitarnya secara pelan-pelan. Kalau dupa tertancap miring, boleh dicabut dan ditancapkan kembali dengan benar setelah minta maaf kepada Bodhisattva dalam hati. Kadang muncul percikan api di abu dupa; saat itu aku akan tetap tenang dan melafalkan paritta sebagai bentuk pertobatan. Satu hal yang juga penting: bunga dan air di altar. Bunga sebaiknya diganti sebelum layu parah. Dan bunga yang sudah dipersembahkan jangan dipakai untuk mandi atau keperluan lain, karena dianggap kurang hormat. Air persembahan aku ganti setiap hari, sambil niat dalam hati semoga batin juga ikut disucikan. Buat teman-teman yang baru mulai sembahyang Buddha di rumah, jangan terlalu stres soal alat alat sembahyang agama Buddha yang serba lengkap. Mulai saja dengan yang sederhana: satu gambar Buddha, hiolo, air, dan mungkin buah. Yang paling penting adalah hati penuh rasa syukur dan hormat. Seiring waktu, kalian akan makin terbiasa merapikan ruang sembahyang kecil Buddha di rumah dan menemukan cara yang paling cocok untuk praktik sehari-hari.

Posting terkait

Gambar menunjukkan sekelompok orang sedang bersembahyang di Guan Yin Tang dengan altar Buddha. Teks menyatakan bahwa pengikisan karma buruk di Guan Yin Tang dapat berlipat ganda dibandingkan altar di rumah sendiri, dengan referensi Wenda20200920 32:22.
Gambar menampilkan eksterior sebuah bangunan Guan Yin Tang. Teks di bawahnya menjelaskan bahwa Bodhisattva pasti hadir di Guan Yin Tang, dan aura tempat berkumpulnya banyak orang lebih baik untuk membakar dupa pertama.
Tangkapan layar antarmuka aplikasi dengan teks yang menjelaskan pentingnya memiliki altar di rumah saat membakar XFZ (Xiao Fang Zi) agar arwah penagih hutang karma dapat menerima persembahan, karena tanpa altar, Bodhisattva belum tentu datang.
Mengenai Altar Part 12
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

1 suka

Dua prajurit berjalan menuju barak kosong yang sudah 10 tahun tak dihuni. Teks menunjukkan perdebatan: larangan penggunaan barak oleh komandan terdahulu vs. kebutuhan mendesak akan rumah dinas bagi anggota.
BARAK Part 1
“Komandan, kita kekurangan rumah dinas untuk anggota,” ujar Pak Isman di sore yang mulai menghitam. “Hmm, iya, aku juga sedang memikirkan itu.” Danki (komandan kompi) menimpali, meski tangannya sibuk menyulut batang rokok. “Oh, ya, Ndan, bukannya kita masih memiliki beberapa rumah yang masih
Buku Tentara Polisi

Buku Tentara Polisi

4 suka

Poster informatif tentang hari baik untuk memasang altar, mencantumkan kondisi yang diperbolehkan (pagi/siang, tanggal 1/15 lunar, hari kelahiran Bodhisattva) dan yang harus dihindari (hujan, langit gelap), dengan waktu terbaik pukul 8 dan 10 pagi.
Teks tanya jawab dalam bahasa Mandarin dan Indonesia mengenai penempatan altar Buddha di ruang tamu atau ruang belajar, disertai foto altar Buddha yang tertata rapi dengan patung dan persembahan.
Teks dalam bahasa Mandarin dan Indonesia menceritakan mimpi seorang praktisi tentang pentingnya memiliki altar di rumah untuk menerima berkat Bodhisattva, dilengkapi foto altar Buddha yang indah.
Mengenai Altar Part 10
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar menunjukkan teko air dan teks pertanyaan tentang apakah air persembahan untuk Pu Sa harus dimasak segar setiap hari atau bisa digunakan beberapa hari. Jawabannya adalah "SETIAP HARI MEMASAK AIR YANG SEGAR."
Gambar menunjukkan ilustrasi orang bersila dengan tanda larangan dan teks pertanyaan tentang bolehkah bermeditasi atau duduk/berjalan saat membaca paritta di depan altar. Jawabannya adalah "JANGAN BERMEDITASI."
Gambar menunjukkan ilustrasi orang berbaring di tempat tidur dan teks pertanyaan tentang bolehkah membaca paritta sambil berbaring jika konsentrasi lebih baik. Jawabannya adalah "Apabila anda membaca dengan berbaring pikiran bisa sangat fokus, juga boleh, akan tetapi harus diperhatikan jangan ada gerakan/posisi yang tidak sopan."
Mengenai Altar Part 13
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar menunjukkan dupa yang menyala di dalam hiolo. Teks menyarankan untuk mengucapkan nama suci Guan Shi Yin Pu Sa saat menyalakan dupa untuk terhubung dengan Bodhisattva.
Ilustrasi seseorang menyalakan dupa dengan tulus. Teks menjelaskan bahwa ketulusan saat memasang dupa akan melahirkan lima jenis keharuman hati yang membawa ketenangan.
Gambar seorang wanita duduk di depan altar Buddha. Teks menyarankan, jika memungkinkan, untuk memasang dupa terlebih dahulu di pagi hari sebelum melafal paritta.
Mengenai Altar Part 9
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar menunjukkan altar Buddha dengan tiga patung Bodhisattva dan persembahan. Teks di atas menjelaskan urutan mengelap altar: tengah, kiri, kanan, sesuai dengan urutan sembahyang Buddha.
Gambar menampilkan hiolo (gentong dupa) berwarna emas. Teks menjelaskan bahwa saat mengganti hiolo, perlu melafalkan Paritta Xin Jing 7 kali, dan tidak perlu melafalkan Da Bei Zhou.
Gambar menampilkan rupang Bodhisattva berdiri di atas alas lotus. Teks membahas pentingnya rupang Bodhisattva dengan ukiran bunga lotus di bawahnya untuk kedamaian dan keamanan.
Mengenai Altar Part 11
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan pertanyaan dan jawaban dalam bahasa Mandarin dan Indonesia tentang apakah buah persembahan boleh diletakkan di papan pijakan motor, disertai ilustrasi dua orang di skuter. Jawabannya adalah 'tidak cocok'.
Gambar ini berisi pertanyaan dan jawaban dalam bahasa Mandarin dan Indonesia mengenai boleh tidaknya buah persembahan disimpan di kulkas berisi produk non-vegetarian, dengan ilustrasi kulkas terbuka.
Gambar ini menjelaskan dalam bahasa Mandarin dan Indonesia bahwa membagikan buah persembahan dapat menambah jalinan jodoh Buddha bagi orang lain, disertai foto patung Buddha dan tumpukan buah.
Mengenai Altar Part 4
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Pertanyaan apakah boleh ada kipas angin gantung di ruangan altar, dengan jawaban bahwa kipas tidak boleh dinyalakan saat sembahyang karena mengganggu aura dan dapat menyebabkan kerugian finansial.
Menjelaskan bahwa kipas angin gantung tidak boleh dinyalakan saat memasang dupa di ruang altar karena dapat mengacaukan medan aura dan menyebabkan kesulitan keuangan.
Ilustrasi seorang wanita bersembahyang di depan kipas angin, disertai penjelasan bahwa kipas angin tidak boleh menghembus langsung ke altar, melainkan harus diarahkan ke orang yang bersujud.
Mengenai Altar Part 6
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar menunjukkan sebuah pelita minyak berbentuk bunga teratai yang menyala, dengan teks yang menjelaskan bahwa mempersembahkan minyak atau pelita di depan Buddha dapat membuat mata terang dan jantung sehat.
Gambar menampilkan dua pelita minyak kristal yang menyala di depan patung Buddha, dengan teks yang menjelaskan pentingnya mempersembahkan pelita, yang diibaratkan seperti Gunung Sumeru di Alam Surga.
Gambar menunjukkan sebuah pelita minyak yang menyala, dengan teks yang menjelaskan bahwa pelita di altar sebesar Gunung Sumeru dan minyaknya sebanyak air lautan, serta pentingnya sering menambahkan minyak untuk kebijaksanaan dan mata yang jernih.
Mengenai Altar Part 7
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan seorang anak laki-laki kartun memegang bunga tulip, di samping teks berbahasa Mandarin dan Indonesia yang membahas apakah boleh memetik bunga di jalan untuk persembahan Bodhisattva.
Gambar ini menampilkan seorang wanita kartun sedang menguap, di samping teks berbahasa Mandarin dan Indonesia yang membahas mengapa seseorang mudah menguap saat memasang dupa.
Gambar ini menampilkan ilustrasi kartun seseorang sedang bersujud penuh, di samping teks berbahasa Mandarin dan Indonesia yang membahas apakah boleh melakukan sujud besar di depan altar Buddha.
Mengenai Altar Part 3
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan pertanyaan dan jawaban dalam bahasa Mandarin dan Indonesia mengenai penggunaan lilin teratai untuk persembahan. Dijelaskan bahwa tidak disarankan menyalakan lilin, dan altar sebaiknya menggunakan lampu minyak. Terdapat ilustrasi bunga teratai merah muda.
Gambar ini menjelaskan dalam bahasa Mandarin dan Indonesia bahwa lilin tidak disarankan dalam Xin Ling Fa Men karena lilin adalah persembahan untuk dewa atau roh halus di Alam Akhirat, sedangkan lampu minyak untuk Alam Surga. Terlihat tangan menyalakan lilin.
Gambar ini berisi pertanyaan dan jawaban dalam bahasa Mandarin dan Indonesia tentang apakah perlu membaca paritta tertentu saat menurunkan lilin dari altar. Jawabannya adalah membaca 3x Li Fo Da Chan Hui Wen. Terdapat ilustrasi lilin merah menyala.
Mengenai Altar Part 5
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Tips beli iphone second PART 1
📱 PART 1: 5 Hal Wajib Dicek Sebelum Membeli iPhone Second Membeli iPhone second memang bisa menghemat jutaan rupiah. Namun, jangan sampai tergiur harga murah tanpa melakukan pengecekan menyeluruh. Berikut 5 hal pertama yang wajib Anda periksa sebelum memutuskan membeli. 1️⃣ Cek IMEI dan Statu
updateinfosaja

updateinfosaja

76 suka

Gambar ini menampilkan pertanyaan dan jawaban tentang apakah mangkuk pengumpul harta kekayaan dari kristal boleh ditaruh di atas altar. Jawabannya adalah 'Jangan ditaruh', disertai ilustrasi mangkuk kristal dan perhiasan giok.
Gambar ini menjelaskan bahwa saat membuat meja altar dengan menggergaji dan memaku, jika ada ibu hamil, sebaiknya dilakukan di pagi/siang hari atau ibu hamil keluar rumah. Ilustrasi menunjukkan pria menggergaji dan wanita hamil.
Gambar ini membahas apakah bunga matahari dengan bagian tengah berwarna hijau muda boleh dipersembahkan kepada Bodhisattva. Jawabannya adalah 'Boleh', namun bunga matahari dengan bagian tengah hitam tidak boleh. Ilustrasi menunjukkan bunga matahari dengan pusat hijau dan hitam.
Mengenai Altar part 2
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan ilustrasi seekor babi di dalam rumah, disertai teks tanya jawab dalam bahasa Mandarin dan Indonesia. Teks tersebut membahas ketidakcocokan mendirikan altar Buddha di rumah yang berada di area pemotongan babi karena aura yang kacau.
Gambar ini menampilkan ilustrasi jendela yang terbuka menghadap langit, disertai teks tanya jawab dalam bahasa Mandarin dan Indonesia. Teks tersebut membahas cara membakar persembahan di apartemen kecil tanpa balkon dan pentingnya segera memasang altar Buddha.
Gambar ini menampilkan sebuah altar Buddha yang tertata rapi dengan beberapa rupang, bunga, dan persembahan buah. Teks di bawahnya menjelaskan pentingnya memiliki altar di rumah untuk praktik spiritual, terutama untuk anak autisme.
Mengenai Altar Part 8
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Seorang graduan UiTM memegang kad 'SELEMPANG B903 PENERIMA ANUGERAH NAIB CANSELOR' di dalam dewan konvokesyen. Teks di atas menyatakan "banyaknya kena buat untuk konvo UiTM" dan mengajak untuk menyimpan panduan ini.
Senarai semak langkah-langkah penting sebelum dan semasa mengambil jubah konvokesyen, termasuk pembayaran yuran, penyelesaian denda, pengesahan kehadiran, dan dokumen yang perlu dibawa seperti borang jubah dan resit pembayaran.
Senarai item yang akan diterima semasa mengambil jubah konvokesyen, seperti beg woven, pelekat kenderaan, kad jemputan, jubah, mortar board, dan hood mengikut fakulti, serta peringatan untuk memastikan semua item lengkap.
step by step and tips mengenai konvokesyen uitm
(klik see more kalau tak nampak full screenshot) mun susun semua ni ikut flow so senang korang faham ❤️ btw it’s okay kalau tak faham mcm mana berlaku semasa hari kejadian sebab 90% yang ada masa konvo memang semua sama2 blur and sesat 😂 so just tanya je urusetia, diorg ada merata-rata in shaa a
moonmong

moonmong

56 suka

Tiga produk perawatan tubuh White Inc (masker, serum AHA, lotion) ditampilkan dengan judul "Hal yang sering ditanyakan MENGENAI BODY CARE WHITE INC".
Tiga produk White Inc ditampilkan bersama pertanyaan "Apakah produk white inc sudah BPOM?" dan jawaban "Sudah BPOM", dengan detail produk yang menunjukkan nomor registrasi.
Tiga produk White Inc ditampilkan dengan pertanyaan "Produk AHA boleh dipakai mulai usia berapa?" dan jawaban "Sebaiknya usia 17 tahun".
mengenaiBody care White inc
Uland🌹

Uland🌹

1 suka

Lihat lainnya