Mengenai Altar Part 4

Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni!

Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong!

Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru!

Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu!

Terima kasih kepada semua saudara se-dharma!

Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam postingan kami, kami memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, para Dewa dan Pelindung Dharma memaafkan, Master Jun Hong Lu memaafkan, mohon saudara-saudara dan teman-teman se-Dharma memaafkan.

#xlfm #Buddha #Mahayana #buddhist

2025/9/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSejak pertama kali menyiapkan altar Buddha di rumah, aku sering bingung dengan hal-hal kecil seputar persembahan. Ternyata detail seperti cara menaruh buah, memilih vas, bahkan menyimpan buah di kulkas itu penting banget. Jadi aku rangkum pengalaman dan jawaban yang pernah aku pelajari, supaya teman-teman yang baru mulai praktik juga bisa terbantu. Tentang buah persembahan, dulu aku pernah iseng taruh buah di papan pijakan motor karena kehabisan tempat. Ternyata ini kurang cocok, karena tempat itu dianggap kurang bersih dan kurang menghormati Buddha dan Bodhisattva. Sejak itu, kalau bawa buah untuk altar, aku usahakan taruh di tas atau keranjang yang lebih layak, bukan di lantai atau papan pijakan motor. Soal kulkas, aku juga pernah simpan buah persembahan bareng bahan makanan non-vegetarian. Belakangan baru paham bahwa sebaiknya buah persembahan tidak dicampur dengan daging, seafood, dan sejenisnya agar tetap bersih secara makna. Kalau terpaksa, aku bungkus rapi dan taruh di rak terpisah, lalu sebelum dipersembahkan aku lap dan niatkan baik-baik. Ada juga pengalaman waktu buah anggur persembahan di altar dimakan anak kecil tanpa sengaja. Daripada marah, aku diajarkan untuk tetap tenang dan melafalkan Li Fo Da Chan Hui Wen 5 kali, sambil memohon maaf atas ketidaksengajaan tersebut. Bagi aku, ini mengingatkan bahwa latihan batin dan welas asih itu lebih penting daripada sekadar buahnya. Untuk buah persembahan bagi orang yang sudah meninggal, aku juga sempat bertanya apakah boleh dimakan setelahnya. Jawaban yang aku dapat: tidak disarankan dimakan. Jadi biasanya buah itu aku alihkan untuk dibuang dengan cara yang pantas, atau aku niatkan sebagai pelepasan, bukan untuk konsumsi keluarga. Ada juga aturan khusus soal jenis buah. Dari yang aku pelajari, buah persik dan pisang sebaiknya tidak dipersembahkan kepada Bodhisattva. Karena itu, aku lebih sering memilih apel, pir, jeruk, atau anggur yang segar dan tidak memar. Selain itu, buah jatuh ke lantai atau buah palsu juga tidak cocok dijadikan persembahan, karena dianggap kurang hormat. Buat teman-teman yang punya bambu rejeki di altar, aku biasanya rutin merapikan daun yang menguning dan mengganti airnya. Saat merapikan, aku sambil melafalkan Xin Jing beberapa kali dan berniat membersihkan dengan hati yang khusyuk. Rasanya altar jadi lebih segar dan rapi. Untuk vas bunga, dulu aku pakai vas kaca transparan karena kelihatan cantik. Tapi setelah tahu bahwa vas porselen atau yang tidak transparan lebih disarankan, aku ganti pelan-pelan. Katanya, ini lebih sopan dan lebih sesuai untuk altar. Bunga yang layu segera aku ganti, supaya altar tetap tampak hidup dan penuh rasa hormat. Gelas air persembahan juga tidak kalah penting. Aku siapkan sabun dan sikat khusus yang hanya dipakai untuk gelas altar, tidak bercampur dengan peralatan makan sehari-hari. Setelah dicuci, aku keringkan dan isi air bersih sambil menenangkan pikiran. Buatku, proses kecil seperti ini membantu menjaga rasa syukur dan hormat setiap hari. Semua ini aku jalani sambil terus belajar. Kalau masih ada kekurangan, aku juga memohon maaf kepada Buddha, Bodhisattva, dan para Pelindung Dharma. Mudah-mudahan sharing sederhana ini bisa jadi jawaban awal buat teman-teman yang mencari panduan persembahan altar Buddha di rumah dan ingin mempraktikkan dengan lebih benar dan penuh rasa hormat.

Posting terkait

Gambar menunjukkan sekelompok orang sedang bersembahyang di Guan Yin Tang dengan altar Buddha. Teks menyatakan bahwa pengikisan karma buruk di Guan Yin Tang dapat berlipat ganda dibandingkan altar di rumah sendiri, dengan referensi Wenda20200920 32:22.
Gambar menampilkan eksterior sebuah bangunan Guan Yin Tang. Teks di bawahnya menjelaskan bahwa Bodhisattva pasti hadir di Guan Yin Tang, dan aura tempat berkumpulnya banyak orang lebih baik untuk membakar dupa pertama.
Tangkapan layar antarmuka aplikasi dengan teks yang menjelaskan pentingnya memiliki altar di rumah saat membakar XFZ (Xiao Fang Zi) agar arwah penagih hutang karma dapat menerima persembahan, karena tanpa altar, Bodhisattva belum tentu datang.
Mengenai Altar Part 12
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

1 suka

Gambar menunjukkan dupa yang menyala di dalam hiolo. Teks menyarankan untuk mengucapkan nama suci Guan Shi Yin Pu Sa saat menyalakan dupa untuk terhubung dengan Bodhisattva.
Ilustrasi seseorang menyalakan dupa dengan tulus. Teks menjelaskan bahwa ketulusan saat memasang dupa akan melahirkan lima jenis keharuman hati yang membawa ketenangan.
Gambar seorang wanita duduk di depan altar Buddha. Teks menyarankan, jika memungkinkan, untuk memasang dupa terlebih dahulu di pagi hari sebelum melafal paritta.
Mengenai Altar Part 9
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan teks berbahasa Indonesia dan Mandarin yang menjelaskan bahwa abu dupa yang jatuh keluar dari hiolo tidak boleh dimasukkan kembali, disertai ilustrasi tangan yang sedang membersihkan hiolo.
Gambar ini berisi teks berbahasa Indonesia dan Mandarin yang menjelaskan bahwa minyak persembahan untuk Bodhisattva tidak boleh dicampur, dengan judul 'MINYAK PERSEMBAHAN UNTUK BODHISATTVA TIDAK BOLEH DICAMPUR'.
Gambar ini menampilkan teks berbahasa Indonesia dan Mandarin yang menyarankan untuk mencuci bersih buah dan membuang labelnya sebelum dipersembahkan kepada Bodhisattva.
Mengenai Altar part 1
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

1 suka

Pertanyaan apakah boleh ada kipas angin gantung di ruangan altar, dengan jawaban bahwa kipas tidak boleh dinyalakan saat sembahyang karena mengganggu aura dan dapat menyebabkan kerugian finansial.
Menjelaskan bahwa kipas angin gantung tidak boleh dinyalakan saat memasang dupa di ruang altar karena dapat mengacaukan medan aura dan menyebabkan kesulitan keuangan.
Ilustrasi seorang wanita bersembahyang di depan kipas angin, disertai penjelasan bahwa kipas angin tidak boleh menghembus langsung ke altar, melainkan harus diarahkan ke orang yang bersujud.
Mengenai Altar Part 6
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar menunjukkan teko air dan teks pertanyaan tentang apakah air persembahan untuk Pu Sa harus dimasak segar setiap hari atau bisa digunakan beberapa hari. Jawabannya adalah "SETIAP HARI MEMASAK AIR YANG SEGAR."
Gambar menunjukkan ilustrasi orang bersila dengan tanda larangan dan teks pertanyaan tentang bolehkah bermeditasi atau duduk/berjalan saat membaca paritta di depan altar. Jawabannya adalah "JANGAN BERMEDITASI."
Gambar menunjukkan ilustrasi orang berbaring di tempat tidur dan teks pertanyaan tentang bolehkah membaca paritta sambil berbaring jika konsentrasi lebih baik. Jawabannya adalah "Apabila anda membaca dengan berbaring pikiran bisa sangat fokus, juga boleh, akan tetapi harus diperhatikan jangan ada gerakan/posisi yang tidak sopan."
Mengenai Altar Part 13
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan pertanyaan dan jawaban dalam bahasa Mandarin dan Indonesia mengenai penggunaan lilin teratai untuk persembahan. Dijelaskan bahwa tidak disarankan menyalakan lilin, dan altar sebaiknya menggunakan lampu minyak. Terdapat ilustrasi bunga teratai merah muda.
Gambar ini menjelaskan dalam bahasa Mandarin dan Indonesia bahwa lilin tidak disarankan dalam Xin Ling Fa Men karena lilin adalah persembahan untuk dewa atau roh halus di Alam Akhirat, sedangkan lampu minyak untuk Alam Surga. Terlihat tangan menyalakan lilin.
Gambar ini berisi pertanyaan dan jawaban dalam bahasa Mandarin dan Indonesia tentang apakah perlu membaca paritta tertentu saat menurunkan lilin dari altar. Jawabannya adalah membaca 3x Li Fo Da Chan Hui Wen. Terdapat ilustrasi lilin merah menyala.
Mengenai Altar Part 5
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan pertanyaan dan jawaban tentang apakah mangkuk pengumpul harta kekayaan dari kristal boleh ditaruh di atas altar. Jawabannya adalah 'Jangan ditaruh', disertai ilustrasi mangkuk kristal dan perhiasan giok.
Gambar ini menjelaskan bahwa saat membuat meja altar dengan menggergaji dan memaku, jika ada ibu hamil, sebaiknya dilakukan di pagi/siang hari atau ibu hamil keluar rumah. Ilustrasi menunjukkan pria menggergaji dan wanita hamil.
Gambar ini membahas apakah bunga matahari dengan bagian tengah berwarna hijau muda boleh dipersembahkan kepada Bodhisattva. Jawabannya adalah 'Boleh', namun bunga matahari dengan bagian tengah hitam tidak boleh. Ilustrasi menunjukkan bunga matahari dengan pusat hijau dan hitam.
Mengenai Altar part 2
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Tips beli iphone second PART 1
📱 PART 1: 5 Hal Wajib Dicek Sebelum Membeli iPhone Second Membeli iPhone second memang bisa menghemat jutaan rupiah. Namun, jangan sampai tergiur harga murah tanpa melakukan pengecekan menyeluruh. Berikut 5 hal pertama yang wajib Anda periksa sebelum memutuskan membeli. 1️⃣ Cek IMEI dan Statu
updateinfosaja

updateinfosaja

76 suka

Gambar menunjukkan sebuah pelita minyak berbentuk bunga teratai yang menyala, dengan teks yang menjelaskan bahwa mempersembahkan minyak atau pelita di depan Buddha dapat membuat mata terang dan jantung sehat.
Gambar menampilkan dua pelita minyak kristal yang menyala di depan patung Buddha, dengan teks yang menjelaskan pentingnya mempersembahkan pelita, yang diibaratkan seperti Gunung Sumeru di Alam Surga.
Gambar menunjukkan sebuah pelita minyak yang menyala, dengan teks yang menjelaskan bahwa pelita di altar sebesar Gunung Sumeru dan minyaknya sebanyak air lautan, serta pentingnya sering menambahkan minyak untuk kebijaksanaan dan mata yang jernih.
Mengenai Altar Part 7
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan seorang anak laki-laki kartun memegang bunga tulip, di samping teks berbahasa Mandarin dan Indonesia yang membahas apakah boleh memetik bunga di jalan untuk persembahan Bodhisattva.
Gambar ini menampilkan seorang wanita kartun sedang menguap, di samping teks berbahasa Mandarin dan Indonesia yang membahas mengapa seseorang mudah menguap saat memasang dupa.
Gambar ini menampilkan ilustrasi kartun seseorang sedang bersujud penuh, di samping teks berbahasa Mandarin dan Indonesia yang membahas apakah boleh melakukan sujud besar di depan altar Buddha.
Mengenai Altar Part 3
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Poster informatif tentang hari baik untuk memasang altar, mencantumkan kondisi yang diperbolehkan (pagi/siang, tanggal 1/15 lunar, hari kelahiran Bodhisattva) dan yang harus dihindari (hujan, langit gelap), dengan waktu terbaik pukul 8 dan 10 pagi.
Teks tanya jawab dalam bahasa Mandarin dan Indonesia mengenai penempatan altar Buddha di ruang tamu atau ruang belajar, disertai foto altar Buddha yang tertata rapi dengan patung dan persembahan.
Teks dalam bahasa Mandarin dan Indonesia menceritakan mimpi seorang praktisi tentang pentingnya memiliki altar di rumah untuk menerima berkat Bodhisattva, dilengkapi foto altar Buddha yang indah.
Mengenai Altar Part 10
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar menunjukkan altar Buddha dengan tiga patung Bodhisattva dan persembahan. Teks di atas menjelaskan urutan mengelap altar: tengah, kiri, kanan, sesuai dengan urutan sembahyang Buddha.
Gambar menampilkan hiolo (gentong dupa) berwarna emas. Teks menjelaskan bahwa saat mengganti hiolo, perlu melafalkan Paritta Xin Jing 7 kali, dan tidak perlu melafalkan Da Bei Zhou.
Gambar menampilkan rupang Bodhisattva berdiri di atas alas lotus. Teks membahas pentingnya rupang Bodhisattva dengan ukiran bunga lotus di bawahnya untuk kedamaian dan keamanan.
Mengenai Altar Part 11
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Gambar ini menampilkan ilustrasi seekor babi di dalam rumah, disertai teks tanya jawab dalam bahasa Mandarin dan Indonesia. Teks tersebut membahas ketidakcocokan mendirikan altar Buddha di rumah yang berada di area pemotongan babi karena aura yang kacau.
Gambar ini menampilkan ilustrasi jendela yang terbuka menghadap langit, disertai teks tanya jawab dalam bahasa Mandarin dan Indonesia. Teks tersebut membahas cara membakar persembahan di apartemen kecil tanpa balkon dan pentingnya segera memasang altar Buddha.
Gambar ini menampilkan sebuah altar Buddha yang tertata rapi dengan beberapa rupang, bunga, dan persembahan buah. Teks di bawahnya menjelaskan pentingnya memiliki altar di rumah untuk praktik spiritual, terutama untuk anak autisme.
Mengenai Altar Part 8
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong! Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru! Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu! Terima kasih kepada semua saudara se-dharma! Apabila ad
XLFMMaster

XLFMMaster

0 suka

Tiga produk perawatan tubuh White Inc (masker, serum AHA, lotion) ditampilkan dengan judul "Hal yang sering ditanyakan MENGENAI BODY CARE WHITE INC".
Tiga produk White Inc ditampilkan bersama pertanyaan "Apakah produk white inc sudah BPOM?" dan jawaban "Sudah BPOM", dengan detail produk yang menunjukkan nomor registrasi.
Tiga produk White Inc ditampilkan dengan pertanyaan "Produk AHA boleh dipakai mulai usia berapa?" dan jawaban "Sebaiknya usia 17 tahun".
mengenaiBody care White inc
Uland🌹

Uland🌹

1 suka

Seorang graduan UiTM memegang kad 'SELEMPANG B903 PENERIMA ANUGERAH NAIB CANSELOR' di dalam dewan konvokesyen. Teks di atas menyatakan "banyaknya kena buat untuk konvo UiTM" dan mengajak untuk menyimpan panduan ini.
Senarai semak langkah-langkah penting sebelum dan semasa mengambil jubah konvokesyen, termasuk pembayaran yuran, penyelesaian denda, pengesahan kehadiran, dan dokumen yang perlu dibawa seperti borang jubah dan resit pembayaran.
Senarai item yang akan diterima semasa mengambil jubah konvokesyen, seperti beg woven, pelekat kenderaan, kad jemputan, jubah, mortar board, dan hood mengikut fakulti, serta peringatan untuk memastikan semua item lengkap.
step by step and tips mengenai konvokesyen uitm
(klik see more kalau tak nampak full screenshot) mun susun semua ni ikut flow so senang korang faham ❤️ btw it’s okay kalau tak faham mcm mana berlaku semasa hari kejadian sebab 90% yang ada masa konvo memang semua sama2 blur and sesat 😂 so just tanya je urusetia, diorg ada merata-rata in shaa a
moonmong

moonmong

56 suka

Dua prajurit berjalan menuju barak kosong yang sudah 10 tahun tak dihuni. Teks menunjukkan perdebatan: larangan penggunaan barak oleh komandan terdahulu vs. kebutuhan mendesak akan rumah dinas bagi anggota.
BARAK Part 1
“Komandan, kita kekurangan rumah dinas untuk anggota,” ujar Pak Isman di sore yang mulai menghitam. “Hmm, iya, aku juga sedang memikirkan itu.” Danki (komandan kompi) menimpali, meski tangannya sibuk menyulut batang rokok. “Oh, ya, Ndan, bukannya kita masih memiliki beberapa rumah yang masih
Buku Tentara Polisi

Buku Tentara Polisi

4 suka

Lihat lainnya