"Nafkah itu hak, bukan sedekah. Jangan sampai istri merasa seperti pengemis”
Bestie, sering nggak sih denger kalimat: "Kan aku yang kerja capek, ya terserah aku dong uangnya mau dipake apa!"? 🫠
Waduh, Pak Suami sayang... Ingat nggak waktu ijab kabul dulu? Di situ ada janji suci di depan Tuhan bahwa kamu bersedia menanggung kebutuhan lahir dan batin wanita ini. 💍
Uang hasil keringatmu memang jerih payahmu, tapi di dalamnya ada jatah istrimu.
Jangan royal ke orang lain, tapi perhitungan sama istri. Jangan beliin hobi berjuta-juta, tapi pas istri minta uang perawatan bilang "boros". 💔
Banyak yang nggak sadar, royal sama istri itu pembuka rezeki paling manjur.
Istri yang bahagia, hatinya tenang, doanya tembus ke langit.
Siapa yang pernah ngerasa nyesek karena suami lebih royal ke hobinya daripada ke kebutuhan rumah? Curhat di bawah yuk, biar plong! 🤗👇
... Baca selengkapnyaDalam pengalaman sehari-hari, saya sering menyaksikan bagaimana masalah nafkah dapat menjadi sumber ketegangan dalam rumah tangga, terutama bila suami belum sepenuhnya mengerti bahwa nafkah bukan pilihan atau hadiah, melainkan sebuah kewajiban yang sudah diikrarkan sejak akad nikah.
Sering kali, suami merasa uang yang diperoleh adalah hasil jerih payahnya sendiri dan berhak menggunakan sesuai keinginannya. Namun, mereka lupa bahwa akad nikah bukan sekadar formalitas, melainkan janji suci untuk menanggung kebutuhan lahir dan batin istri. Uang hasil kerja adalah bagian dari nafkah yang harus diberikan dengan tepat dan tidak boleh dianggap sebagai 'sisa' setelah memenuhi kebutuhan pribadi.
Saya pernah mendengar curhatan istriku yang merasa seperti 'pengemis' ketika meminta uang untuk keperluan rumah tangga, sementara suami justru lebih royal membeli barang-barang untuk hobinya sendiri. Hal ini tentu sangat menyakitkan dan bisa merusak keharmonisan rumah tangga. Sebaliknya, saat suami memberikan nafkah dengan tulus dan adil, saya merasakan betapa istri akan lebih tenang dan semangat mendukung kehidupan bersama. Doa dan ketenangan hati istri menjadi sumber rezeki dan keberkahan yang nyata dirasakan dalam rumah tangga.
Selain itu, keterbukaan soal pemasukan dan pengeluaran menjadi kunci penting. Istri juga berhak mengetahui kondisi finansial keluarga agar bisa mengatur kebutuhan dengan bijak, terutama saat harga kebutuhan pokok naik. Dengan begitu, istri tidak perlu menebak-nebak atau merasa was-was saat akan meminta sesuatu yang memang menjadi haknya.
Memberikan nafkah bukan hanya soal materi, melainkan juga bentuk perlindungan dan penghormatan terhadap posisi istri. Saat kebutuhan materi dan batin terpenuhi, istri akan merasa dihargai dan lebih bahagia, yang pada akhirnya memberikan ketenangan dan dukungan bagi suami. Oleh karena itu, jangan sampai nafkah dipandang sebagai beban atau pengeluaran semata, melainkan investasi kasih sayang dan keberkahan dalam keluarga.
Jadi, bagi para suami, mari jaga janji suci yang sudah diucapkan saat akad nikah. Berikan nafkah yang layak dan pantas kepada istri tanpa perlu diminta, karena itu kewajiban dan hak istri. Percayalah, royal terhadap istri bukan hanya membuatnya bahagia, tapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan bagi keluarga secara keseluruhan.