Bram berjalan mendekat. Alina menahan napas. Pria

Bram melangkah keluar menuju mobilnya. Hujan sudah reda. Dia mengeluarkan ponselnya, mengecek CCTV di kamar utama Mansion-nya.

Di layar kecil itu, dia melihat Alina sedang tertidur meringkuk di atas sofa, bukan di ka sur, masih memakai gaun pengantinnya. Dia terlihat begitu kecil dan rapuh.

Ada rasa nyeri yang aneh di dada Bram. Dia pem bun uh, pen yik sa, mon ster. Tapi melihat wanita itu tidur sendirian menunggunya, dia merasa ingin pulang.

Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari.

Alina terbangun karena suara pintu kamar yang terbuka. Dia mengerjap, matanya yang bengkak menyesuaikan cahaya redup lampu tidur.

Sosok tinggi besar berdiri di ambang pintu. Siluetnya gelap. Alina sontak duduk tegak, jantungnya berpacu.

"Bram?"

Pria itu melangkah masuk. Dia sudah tidak memakai kemeja ber da rah tadi, melainkan kaos hitam polos yang mencetak bentuk tubuhnya. Rambutnya basah, aroma sabun mint menguar segar, tapi Alina bersumpah dia masih bisa men cium bau samar ke ma tian yang menempel di aura pria itu.

"Kenapa tidur di sofa?" tanya Bram datar. Dia berjalan menuju meja rias, meletakkan jam tangannya.

"Saya... saya tidak berani tidur di kasur Anda. Terlalu besar. Dan saya takut mengotori seprai dengan gaun ini."

Bram menoleh. Dia menatap Alina dari ujung kepala sampai kaki.

"Itu kasur kita, Alina. Dan kau istriku. Kau boleh mengotorinya semaumu."

Bram berjalan mendekat. Alina menahan napas. Pria itu terlihat lelah. Lingkaran hitam samar terlihat di bawah matanya. Sisi manusiawi dari sang monster mulai terlihat.

"Apa kau sudah makan?" tanya Bram.

Alina menggeleng. "Tidak nafsu."

"Besok kau harus makan. Aku tidak mau punya istri yang pingsan saat acara resepsi minggu depan."

Bram duduk di tepi sofa, tepat di sebelah Alina. Jarak mereka hanya satu jengkal. Alina bisa merasakan hawa panas tubuh Bram.

"Ada yang ingin kau katakan?" tanya Bram tiba-tiba. Instingnya tajam. Dia melihat kegelisahan di mata Alina. Dia melihat bagaimana tangan Alina terus meremas tas kecil di pangkuannya.

Alina menelan ludah. Haruskah aku memberitahunya? Kalau aku kasih tahu, dia akan memvbun uh orang lagi. Tapi kalau tidak, dia bisa ma ti.

"Tadi... ada pesan masuk ke ponsel saya," cicit Alina pelan.

Mata Bram menyipit. "Pesan apa?"

Dengan tangan gemetar, Alina mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Bram.

Bram membaca pesan itu. Dia melihat foto candid mereka di rumah sakit. Wajahnya yang tadi sedikit rileks, kini kembali mengeras seperti batu karang. Rahangnya mengetat hingga terdengar bunyi gigi gemerutuk.

Bukan karena takut. Tapi karena marah.

Musuhnya sudah selangkah lebih maju. Mereka tidak hanya mengincar nya wanya, tapi mereka sudah menandai Alina.

"Siapa lagi yang melihat pesan ini?" tanya Bram dingin.

"Cuma saya."

Bram berdiri mendadak, membuat Alina tersentak kaget. Dia berjalan ke arah jendela, menatap kegelapan di luar sana.

"Mulai besok, kau tidak boleh keluar dari rumah ini selangkah pun tanpa izinku. Ponselmu akan diganti. Nomor lama dibuang."

"Tapi... siapa mereka, Bram? Kenapa mereka mem ben cimu?" tanya Alina putus asa.

Bram berbalik. Tatapannya gelap dan pekat.

"Mereka adalah orang-orang yang menginginkan posisiku. Dan sekarang, mereka tahu kelemahanku."

"Kelemahanmu?"

Bram berjalan kembali ke arah Alina, menunduk, lalu menangkup pipi wanita itu dengan satu tangan. Ibu jarinya mengusap bi bir bawah Alina yang gemetar.

"Ya. Kau. Kau adalah target berjalan karena kau memakai cincinku."

"Kalau begitu lepaskan aku! Ceraikan aku! Aku tidak mau ma ti konyol karena pe rang mu!" teriak Alina, air mata ketakutan akhirnya pecah.

Bram mendekatkan wajahnya, hidung mereka hampir ber sentu han. Suaranya rendah, berbahaya, namun posesif.

"Terlambat, Sayang. Kau sudah masuk ke dalam kandang singa. Sekali kau masuk, satu-satunya jalan keluar adalah kem ati an."

Bram menarik wajahnya, lalu berjalan menuju tempat tidur. Dia merebahkan dirinya dengan santai, seolah baru saja membicarakan cuaca.

"Tidurlah di sini. Di sampingku. Kalau kau tidur di sofa, aku tidak bisa menjagamu jika ada peluru nyasar masuk lewat jendela."

Alina mematung.

Alina akhirnya menyerah. Dengan langkah berat, dia naik ke ran jang raksasa itu. Dia berbaring di sisi paling ujung, memunggungi Bram, menyisakan jarak satu meter di antara mereka.

Lampu kamar dimatikan oleh Bram lewat remote. Gelap gulita.

Alina mendengar napas Bram yang mulai teratur. Pria itu tertidur dengan cepat. Tapi Alina tidak bisa memejamkan mata.

Tiba-tiba, sebuah tangan kekar melingkar di ping gang Alina. Menarik tubuh mungil itu mundur hingga punggung Alina menempel pada dada bidang yang keras dan hangat.

Alina tersentak, hendak berontak.

"Diam," gumam Bram dengan suara serak khas orang tidur. "Aku cuma me me luk. Dingin."

Alina membeku dalam pel ukan itu. Dia bisa merasakan detak jantung Bram di pung gungnya. Kuat dan tenang. Ironisnya, di dalam pelukan pria paling berbahaya di kota ini, untuk pertama kalinya sejak kabur dari rumah Johan, Alina merasa... aman.

Namun, rasa aman itu semu. Karena di bawah bantalnya, Alina melihat kilatan logam saat Bram tadi bergeser.

Pria itu tidur dengan pis tol di bawah kepalanya.

Dan Alina sadar, hidupnya baru saja dimulai di atas sehelai benang tipis antara cinta dan kem atian.

Judul ;Pelukan Sang Penguasa

Penulis ;Lilis Lestari

yuk baca kelanjutanya di kbm app

#TipsLemon8 #Hello2026 #novelseru

2025/12/31 Diedit ke

Posting terkait

Gambar menampilkan seorang pria berjas gelap merangkul seorang wanita bergaun terang yang memegang tas tangan hitam, dalam adegan dramatis. Latar belakang buram menunjukkan uang berserakan dan siluet orang bersenjata. Teks merah besar berisi kutipan dialog dan narasi cerita, seperti 'KENAPA TIDUR DI SOFA?'
sofa marmer tebal buatan Italia. Pel uru-pe luru menghantam dinding di belakang mereka, merontokkan lukisan ma hal dan meninggalkan lubang-lubang meng anga. Ruangan itu gelap gulita, hanya diterangi oleh kilatan api dari mon cong senj ata para pen yerbu di luar sana. "Dimas! Berhenti mena
Livikastory

Livikastory

0 suka

Seorang pria berambut putih dengan pakaian samurai biru-putih memegang katana, diiringi naga es biru menyala di belakangnya. Latar belakang bersalju, menampilkan gaya realistis pernapasan es.
Pria berambut putih dalam pakaian samurai biru-putih berpose kuda-kuda dengan katana bercahaya biru dan naga es menyala di belakangnya. Latar belakang bersalju dengan pecahan es, menunjukkan jurus pernapasan es.
Teks instruksi 'CARA BIKIN' untuk membuat gambar AI dengan Gemini. Menjelaskan prompt detail untuk menghasilkan foto realistis gaya pilar es Kimetsu no Yaiba dengan naga es dan pose jurus pernapasan es.
JURUS KE 8 PERNAPASAN ES KIMETSU NO YAIBA
#KeseharianKu #TipsLemon8 #AITrends #RumahKu #promptai
Ilham | AiEditing

Ilham | AiEditing

5 suka

Inilah cara menghadapi masa sulit sebagai pria 18+
Masa sulit datang pada siapa saja, dan bagi laki-laki dewasa, tantangannya sering kali terasa lebih berat karena tekanan untuk tetap kuat dan mandiri. Kehilangan pekerjaan, masalah finansial, konflik hubungan, atau kegagalan pribadi bisa membuat stres dan kebingungan. Namun, menghadapi kesulitan bu
𝓓𝓲𝓶𝓪𝓼 𝓢𝓮𝓷𝓸𝓹𝓪𝓽𝓲

𝓓𝓲𝓶𝓪𝓼 𝓢𝓮𝓷𝓸𝓹𝓪𝓽𝓲

2 suka

Gambar sampul dengan judul 'FROSTLINE' dan 'Contrast', menampilkan seorang pria berambut gelap di sisi kiri dan seorang wanita berambut gelap di sisi kanan, keduanya menatap ke depan.
Kolase empat gambar yang menggambarkan 'Scene 1 - Arena ice skating'. Terlihat Wynna, staf yang membicarakan Seth Winslow, dan Seth yang merasa terganggu karena menjadi pusat perhatian.
Kolase empat gambar yang menggambarkan 'Scene 2 - Tribun'. Vee duduk jauh, merasa defensif dan ingin menjaga jarak, sementara Serene dan Anin bertanya mengapa dia mundur.
EPISODE 6 — Menjaga Jarak, Menahan Diri
END EP 6 🔥 Nama Seth makin sering disebut. 🎀 Vee memilih mundur—bukan karena kalah, tapi karena ingin selamat. ❄️ Dan Seth akhirnya paham: melindungi seseorang juga berarti berani mendekat. #ENHYPEN #hearts2hearts #ViralTerbaru #TipsLemon8
lovelyg

lovelyg

1 suka

#Jangan dikau merindu sebab menahan RINDU itu brat
Hi! Aku baru di Lemon8! Hal yang aku sukai… Aku ingin posting… Ketahui aku lebih lanjut #FirstPostOnLemon8
_blackpearl.

_blackpearl.

1 suka

Caraku menahan Emosisaat Ramadhan
Puasa bukan cuma menahan lapar & haus, tapi juga menahan emosi 🤍 Tips singkat biar hati tetap adem saat puasa: • Ingat: sensitif itu wajar, tubuh lagi low energi • Saat mulai kesal → STOP 30 detik & tarik napas • Ucapkan: “Aku sedang puasa.” • Hindari debat & hal yang memicu emos
Msukmawt

Msukmawt

6 suka

Gambar pemandangan alam dengan sungai, jembatan bambu, dan hutan hijau lebat, menampilkan teks tentang makna sabar sebagai kekuatan tersembunyi, bukan menahan diri atau diam tanpa bereaksi.
Gambar air terjun yang mengalir di tengah hutan hijau, disertai teks yang menjelaskan bahwa sabar adalah kekuatan tersembunyi untuk tetap tenang dan memilih jalan yang benar di tengah gejolak.
Gambar tangga kayu di tengah hutan lebat, menampilkan kutipan QS. Al-Ma'arij:5 dan penjelasan tentang sabar yang indah, yaitu sabar tanpa keluh kesah, tenang, aktif berusaha, dan bersandar pada Allah.
Ternyata ini makna Sabar bukan diam dan menahan
Hai Lemonade🍋 selama ini aku mengira kalau sabar itu diam, menahan dan tidak bereaksi apapun. seolah-olah orang yang sabar hanya menerima segalanya tanpa perlawanan. Sabar adalah keberanian untuk berdiri tanpa gaduh,untuk bertahan tanpa menyakiti dan untuk terus melangkah walau perlaha. Ia adalah
ermitaismika

ermitaismika

5 suka

Menahan Emosi Pada Anak
Hiii lemonade 🍋 Sharing dong bunda yg punya tips ampuh selain yg aku sebutkan diatas agar tidak mudah emosi menghadapi kenakalan anak usia 7 thn kebawah. Agar aku bisa lebih sabar lagi dan menjadi introspeksi buat aku menjadi lebih baik dalam mendidik anak 🥹🙏 #TakutDosa #GoodBye2025 #Tip
Asti.stuff

Asti.stuff

1 suka

Seorang wanita berhijab memegang buku tabungan, dengan dua anak kecil samar di latar belakang. Teks merah bertuliskan 'PART 4' dan menceritakan tentang tabungan peninggalan almarhum suami yang nominalnya mengejutkan, setelah ia dihina oleh suami barunya.
TABUNGAN ALMARHUM SUAMIKU (4)
Pikiranku dipenuhi banyak hal yang akan kulakukan setelah ini. Membeli ponsel baru, mobil, laptop untuk menulis karena aku suka menulis. Memindahkan sekolah anak-anak ke sekolah terbaik, memulai bisnis baru. Semua hal bisa kulakukan dengan uang sebanyak ini. Kenapa Engkau baik sekali Tuhan?
Story78

Story78

1 suka

Gambar kolase menampilkan Elsa, anjing Belgian Malinois, bersama pemiliknya di alam sebelum insiden, dan potret wajahnya yang terluka parah setelah diserang singa gunung. Teks menjelaskan keberanian Elsa melindungi pemiliknya hingga akhir hayatnya.
Singa gunung itu menggigit kepala Elsa dan menyeretnya menjauh dari jalur🌏
Seorang perempuan di California Utara pergi untuk berjalan santai dan menenangkan diri. Udara begitu hening, jalurnya sepi, dan tidak ada tanda sedikit pun bahwa bahaya sedang mengintai. Namun tanpa peringatan, seekor singa gunung menerobos keluar dari semak-semak dan menyerang. Ia bahkan tidak sem
Ogalelano

Ogalelano

0 suka

Sore hari yang sunyi, saat bengkel sudah sepi, HuyK sedang merapikan meja kerja ketika menerima sebuah telepon singkat. Di ujung telepon, suara berat seorang pria berbicara perlahan: ia akan pergi dinas dalam waktu lama, ingin memesan sebuah cincin semanggi berdaun empat yang bisa berputar, bahan e
HuyK - Pengrajin Perak

HuyK - Pengrajin Perak

0 suka

Pengalamanku sebagai Korban Gempa 2018🥀
📖CERITAKU DI 2018📖 Pas itu sore menjelang Maghrib, masjid sudah berbunyi, aku sendirian di rumah sementara keluargaku masih di warung. Aku malas kesana, toh mereka bakal pulang setelah shalat. Mungkin naluri seorang ibu ya, ibuku tiba-tiba gak enak hatinya, maksa jemput aku buat ke warung. Eh
Nurara

Nurara

3 suka

Sampul novel 'Kekasih Gelap Tuan Haidar' karya Nefertari. Menampilkan pasangan romantis, seorang pria bertuksedo hitam dan wanita bergaun putih, berpelukan dengan latar belakang langit biru.
Bab 1 Kekasih Gelap Tuan Haidar
Bab 1 "Siapa di sana?!" teriak Zya sambil menyorotkan senter ke arah semak-semak gelap. Tadinya Zya hanya ingin memetik tomat di kebun belakang rumahnya untuk makan malam yang terlambat saat ini. Namun, dia mendengar suara benda berat terjatuh di arah kebun ubi. Kemudian terdengar sua
Ari Mustika

Ari Mustika

0 suka

Gambar menampilkan semangkuk bakso dengan irisan jeruk nipis sebagai latar belakang. Teks di atasnya menceritakan Bu Siti yang sombong memamerkan paket Umroh reguler, namun terkejut saat ditunjukkan paket Umroh seharga mobil baru untuk ibu.
​"Puas kamu sekarang, Siti?!" suara Pak RT terdengar rendah namun penuh pen eka nan, menahan a m arah yang meledak. ​Bu Siti tersentak, ia menatap suaminya dengan mata sembab. "Maksud Bapak apa? An a k kita lagi kritis, Pak!" ​"Maksudku? Kamu lihat siapa yang sekarang di dalam sana berjuang m
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Sedekat Ini
sebuah rumah tua yang penuh kenangan, dua insan dipertemukan kembali setelah tujuh tahun berpisah. Bukan karena cinta yang hilang— melainkan karena cinta yang tak pernah selesai. Malam itu hujan turun perlahan. Lampu kuning menggantung di langit-langit, seakan tahu—ada perasaan yang sedang di
Khogura56_Series ID

Khogura56_Series ID

1 suka

Seorang pria berambut panjang mengendarai sepeda motor dengan seorang wanita berhijab duduk di belakangnya. Keduanya terlihat di jalanan kota, dengan tulisan "Assalammu'alaikum Alya Cinta Habibi" di atasnya.
Assalamu'alaikum Alya Cinta Habibi
Bab 9. Persiapan Pernikahan Beberapa hari kemudian, rumah Babe Doel jadi ramai. Ia memanggil sebuah WO (Wedding Organizer) terkenal di kota kabupaten. Dua orang wanita dengan map tebal datang, bawa katalog dekorasi, menu catering, sampai contoh undangan. “Untuk konsep dekorasi, kami punya tig
Indira Mr

Indira Mr

0 suka

TIPS MENAHAN GODAAN DUNIA
Hai Lemon8 fam! Semoga selalu dalam kebaikan ya 😊 Kita pasti pernah merasakan kan, saat nafsu itu datang menyerang – entah itu nafsu untuk melakukan hal yang tidak baik, mengkonsumsi sesuatu yang tidak seharusnya, atau bahkan hanya ingin menyerah pada godaan yang mudah tapi tidak bermanfaat. Ras
nr.ainyye

nr.ainyye

4 suka

Gambar nasi campur yang dibungkus daun pisang dan kertas, dengan tulisan oranye di atasnya. Teks tersebut berbunyi "Suamiku selingkuh, dan yang paling menyakitkan adalah pelakunya orang terdekatku" dan kutipan "Terkadang untuk melihat wajah asli seseorang, kau harus diam dan berpura-pura tidak tahu."
Aurel menelan ludah. “Aku curiga mas Daniel akhir-akhir ini Dit. Takut kalau dia selin gkuh.” “Aku nemuin struk belanja perempuan di mobilnya. Ada tas sama sepatu. Padahal aku nggak pernah beli barang itu.” Aurel mencoba terdengar tenang, walau hatinya mulai dipenuhi luka yang belum sempat me
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Gambar menampilkan narasi tentang seorang wanita yang merawat suaminya yang lumpuh selama tiga tahun, namun diceraikan setelah sembuh. Teks tersebut menyatakan bahwa dia kemudian dinikahi oleh orang lain, dengan latar belakang jalan pedesaan dan tiang bergaris kuning-hitam.
"Sandra, kenapa tiba- tiba di sini?" tanya Arman. "Aku pulang kerja lebih awal, Mas. Jadi, aku mampir ke sini sekalian bawain kamu buah- buahan." "Emm ... so sweetnya. Mau dong diperhatiin gitu!" TIba- tiba saja Sella menyambar. Bu Marni menghela napas lega. "Ya udah. Kalau gitu kamu haru
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Menahan Rindu
#CapCut Walau mustahil menjadi ibu yang sempurna, namun seorang ibu pasti berusaha untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anaknya...semangat anaku... #Kangen #Anakmondok #Lanyah #Suksesselalu #Doaibumenyertaimu
lathifah hikmawati

lathifah hikmawati

0 suka

Dikira Kurir Paket Biasa, Ternyata Pewaris Tahta
IDE G I L A UNTUK MENOLAK PERJODOHAN “Yuna, besok jangan ke mana-mana. Keluarga Pak Kades mau datang ke rumah. Mau mela m armu untuk Rangga! Lalu menentukan tanggal pernikahan kalian.” Suara Om Wirya—adik ibuku terdengar tegas, seperti palu hakim di ruang sidang yang tidak memberi ruang bantaha
Kannia Delima

Kannia Delima

0 suka

"Tawanan Hati Sang Mafia" Baca selengkapnya di Innovel dan Dreame. Gratis baca... Pagi itu, mentari baru saja menembus tirai jendela kamar sempit Aruna. Gadis berusia dua puluh satu tahun itu bergegas menyampirkan tas kanvasnya ke bahu, meneguk seteguk air putih, lalu berlari kecil ke h
Sahliacute

Sahliacute

2 suka

Seorang pria basah kuyup di tengah hujan deras, menatap kamera dengan ekspresi patah hati dan terkejut. Ia memegang kotak hadiah merah yang basah. Di balik pintu kaca, terlihat wanita yang dicintainya bersama pria lain di dalam rumah yang hangat, menciptakan kontras emosional yang kuat.
Jadikan foto ini tanpa mengubah wajah. Buatkan gambar "Cinematic ultra-realistic heartbreak scene pada malam hujan deras. Seorang pria berdiri sendirian di depan pintu kaca namun sedang tertutup, rumah yang terang dan hangat, sementara dirinya berada di luar, basah kuyup, dingin, dan hancur h
muhamad Ali (djack)

muhamad Ali (djack)

0 suka

Sampul cerita 'Istri yang Kubuang Ternyata Sultan' oleh Latahzan. Menampilkan wanita bergaun hijau mewah dan tiara di acara formal, dikelilingi tamu elegan. Seorang pria di kanan terlihat terkejut. Teks di atas menceritakan tentang seorang istri yang dibuang namun muncul di acara penting.
AKU MEMBUANG ISTRIKU YANG KA MPU NGAN, TAPI DI SAAT ACARA BESAR DI PENUHI ORANG PENTING. IA BERDIRI DI SANA YANG TERNYATA DIA… (3) “Paman …” suara Aurelia bergetar. “Selamat datang, Nak.” jawab Paman Bagas pelan. Ia menepuk bahu Aurelia lembut. “Tuan menunggumu di ka marnya. Beliau menolak
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Seorang wanita pucat pasi dengan air mata kering menatap pria di sampingnya dengan tatapan horor. Pria itu, mengenakan jas, terlihat serius. Teks di gambar mengutip peringatan pria tersebut: 'Jangan biasakan menyentuhku jika kau belum siap melihat darah.'
Jangan biasakan meny entuh ku jika kau belum siap
"Mobil Rolls-Royce hitam membelah kemacetan Jakarta dengan dikawal dua motor besar. Di dalam kabin yang hening, Alina duduk kaku di samping Bramantyo. Dia mengenakan gaun putih sederhana namun elegan yang tadi disiapkan pelayan Bram. Ponsel Bram berdering lagi. Kali ini dia mengangkatnya den
Livikastory

Livikastory

0 suka

Seorang wanita bergaun hijau zamrud mewah dengan tiara berdiri di tengah pesta formal yang dihadiri banyak orang. Gambar ini adalah sampul cerita 'Istri yang Kubuang Ternyata Sultan' oleh Latahzan, bagian kedua.
AKU MEMBUANG ISTRIKU YANG KA MPU NGAN, TAPI DI SAAT ACARA BESAR DI PENUHI ORANG PENTING. IA BERDIRI DI SANA YANG TERNYATA DIA… (2) “Kamu yakin semua akan baik-baik saja, Laras?” tanya Puan Mariam pelan. “Mahendra Group itu bukan nama kecil.” “Tenang saja, Tante." Laras menepis kekhawatiran
𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

𝐈𝐓𝐀𝕾𝖆𝖒

0 suka

Gambar teks dengan latar belakang kotak-kotak biru muda bertuliskan "Baru selesai melahirkan caesar, suamiku malah kebelet minta pulang. Alasannya bikin aku nangis bombay!" disertai emoji menangis dan hati retak, menggambarkan kesedihan seorang istri.
PILIH AKU ATAU BUDHE-MU, MAS?!
“Kamu mau ke mana, Mas?” Saat membuka m at a, Ririn melihat Deni mengemasi barang-barang pribadi, seperti ponsel dan dompet ke dalam tas ransel yang biasa digunakan untuk pergi ke kantor. “Mas?” panggil Ririn lagi sambil menahan ny eri di bagian per utnya. “Aku baru aja mel ah irkan anak kamu
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Seorang pria berjaket denim berjongkok di samping seorang gadis kecil yang tertidur pulas di lantai stasiun. Gadis itu, Dinda, tampak kelelahan dan telanjang kaki, dengan tas kain sebagai bantal. Orang-orang berlalu lalang di latar belakang, mencerminkan suasana stasiun yang sibuk. Ini adalah sampul untuk "Jodoh Titipan Tuhan untuk Paman Preman, Part 4".
Part 4. Jodoh Titipan Tuhan untuk Paman Preman
“Udah, udah, jangan nangis lagi. Ayo ikut Om aja, nanti Om kasih permen,” kata seorang pria paruh baya, membawa kantong plastik berisi roti dan permen. Dinda mundur pelan. “Gak mau Om. Dinda mau tunggu Mama." “Ya, Mama-mu titip sama Om. Katanya kau tunggu di rumah Om dulu,” katanya sambi
Rizi Farah

Rizi Farah

1 suka

Jodoh Ideal Pilihan Bapak
Part-2 Aku tidak bisa memejamkan mata sepanjang malam, terbayang ucapan Bapak bahwa Rendra akan datang siang ini. Seperti pagi-pagi biasanya, aku pergi ke pasar. Udara masih lembab dan dingin, aroma embun bercampur dengan b a u tanah basah. Aku berjalan kaki sekitar sepuluh menit untuk sam
Galeri_Nurul88

Galeri_Nurul88

0 suka

Alexa dan Ibu Rose White memecahkan kode di laptop di Perpustakaan Universitas Freiburg. Alexa mengetik, dibantu Pito si burung merah, sementara Ibu Rose White mengawasi. Di luar jendela, dua pria berjas hitam mengamati mereka.
Alexa: Misi Natal di Benua Biru ( 2 - ep. 8)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menye
raniabiru

raniabiru

1 suka

Seorang wanita berhijab dengan ekspresi sedih, bersama dua anaknya yang buram di latar belakang. Teks merah di atasnya menceritakan bahwa tabungan peninggalan almarhum suaminya ternyata mengejutkan, setelah ia dihina suami barunya dan terpaksa minggat dari rumah.
TABUNGAN ALMARHUM SUAMIKU (1)
Suami Keduaku dan Keluarganya yang Dzalim Syok Melihat Nominal Tabungan Almarhum Suamiku Aku menulis ini saat kedua anakku tertidur. Agar mereka tak melihat saat air mataku jatuh bersama cerita hidup kami yang tersusun di atas keyboard laptop. Hari itu ... hujan deras mengguyur atap seng kon
Story78

Story78

1 suka

Wanita muda berambut panjang dengan ekspresi sedih di tengah hujan, disertai teks "Bukan GAGAL yang Menahanmu Bertumbuh Tapi Saat Kamu LUPA SIAPA DIRIMU" dan ajakan untuk melihat alasannya.
Wanita muda dengan ekspresi merenung di tengah malam, diiringi teks tentang perasaan tertinggal dan membandingkan diri saat melihat teman sukses, dengan instruksi "Geser ke kiri".
Wanita muda terlihat sedih dan tertekan, bersandar dengan kepala tertunduk, disertai teks tentang suara hati yang meragukan diri sendiri dan merasa gagal, dengan instruksi "Geser ke kiri".
BUKAN GAGAL YANG MENAHANMU BERTUMBUH
Kadang yang membuat kita jatuh bukan kegagalan, tapi saat kita lupa siapa diri kita dan mulai menilai hidup kita dengan hidup orang lain. Kalau kamu sedang merasa tertinggal, ambil napas… pelan. Kamu sedang bertumbuh dengan ritmemu sendiri. 🌿 Save untuk dibaca ulang saat mulai membandingkan
lala.in.produktifitas

lala.in.produktifitas

0 suka

Lara Nenek Tarminah: Menahan Sakit Lambung 😭
Nenek Tarminah (70) menjalani hari-harinya dalam kesunyian. Semenjak suaminya meninggal 15 tahun lalu, ia harus berjuang bertahan hidup sendirian. Demi menyambung nyawa, setiap pagi ia menyiapkan barang dagangan perabot dapur. Mulai jam 6 pagi hingga jam 3 sore, ia berjualan gerabah seperti pisau h
Pensiun Nasional

Pensiun Nasional

1 suka

Bayangan Maut di Jalur Tengkorak
“Dia seperti melihat seseorang di depan sana … padahal jalan itu kosong. Aku menganggapnya lelah dan baru sadar setelah semuanya terlambat.” —----------------------- Bab 2 “Pa … kok kenceng banget?” Suara Nadira terdengar hati-hati. Arga tidak menjawab. Kakinya masih menekan pedal rem. P
ummizahra36

ummizahra36

1 suka

“Kak, aku nggak pulang malam ini. Papa sempat ngedrop, jadi aku mau di sini dulu.” Pesan itu dikirim, tetapi tak kunjung dibaca. Dua jam berlalu. Belum ada tanda centang biru. Anya menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong. Dia bisa menebak, Dylan pasti sedang sibuk, atau mungkin terlalu lel
Ryugustian

Ryugustian

0 suka

Seorang pemuda berlutut di masjid dengan tas di sampingnya, merenung "Ya Allah, ke mana lagi aku harus pulang?". Seorang pria tua berdiri di belakangnya. Ini adalah "Part 2" dari cerita "Tiket Mudik Cuma Satu" oleh aisayanayahilya.
Part 2. Tiket Mudik Cuma Satu
🩵🩵🩵 "Shollu sunnatat tarawihi jami'atan rahimakumullah" (Artinya: "Marilah kita sholat sunnah tarawih secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua.") Bacaan bilal tarawih mengejutkan Fattan dalam lamunannya. Fattan seketika merasa tentram da
Rizi Farah

Rizi Farah

1 suka

Gambar sampul novel ini menampilkan tiga karakter utama: seorang pria, seorang wanita berhijab di tengah, dan seorang wanita berambut panjang. Di latar belakang, siluet pasangan berjalan menuju kota. Teks bertuliskan 'Setelah sayap itu patah, cinta mana yang harus kupilih?' dan 'Bab 10.' menggambarkan dilema cinta.
Sampai jumpa di novel berikutnya
Setelah sayap itu patah, cinta mana yang harus kupilih? Bab 10. Kembali Berteater Irwan tengah mengenalkan Putri di hadapan belasan mahasiswa yang tergabung di keanggotaan teater. Mereka duduk di lantai secara melingkar. “Kalian baru kali ini ya ketemu sama Kak Putri?” “Iya,” jawaban se
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

6 Tips Menahan Belanja saat Emosi😍✨✅
Hi Lemonades🖐🍋 Menahan belanja saat emosi artinya tidak membeli sesuatu hanya karena sedang merasa senang, sedih, atau stres🤦‍♀️ Contoh: • Kamu merasa sedih, lalu ingin beli es kembarice🍦 • Kamu merasa senang, lalu ingin beli barang mahal💃 Jadi, Hindari belanja pada saat emosi naik, bisa²
AnisSuwatin

AnisSuwatin

6 suka

Tiga pria terlihat terkejut di ambang pintu saat seorang wanita muda duduk di sofa, sedang menyesuaikan kaki palsunya. Gambar ini menggambarkan momen menyedihkan ketika para kakak mengetahui kondisi kaki adik perempuan mereka yang telah diasingkan ke kampung nenek.
SWD@R4H BUKAN KELUARGA (3)
SED4R@H BUKAN KELUARGA Bab 3 Bintang menginap di sebuah hotel mewah di pesisir pantai selatan, hanya setengah jam dari rumah Mentari. Meski jaraknya dekat, jalan berliku membuatnya terasa jauh—seperti jarak yang terentang antara dirinya dan sang adik. Ia berendam di air panas, aroma sabun
newskbmapps

newskbmapps

0 suka

Ramadhan ini sungguh diminta buat menahan nafsu
1- membuat diri semakin dekat dengan Allah 2- menjaga mulut tidak berbicara keburukan 3- ingat akan membaca Alqur'an 4- keberkahan datang dari mana saja 5- ibadah bisa terjaga #RamadhanGuide
patrick

patrick

0 suka

Lelahnya Masa Tua Mbah Badriyah Menahan Lapar 😭
​Nafasnya seringkali tersenggal seiring langkah kaki yang makin melambat. Tubuh renta Mbah Badriyah tampak semakin kurus dan kumuh. Di hadapannya, tumpukan telur dan kerupuk sudah berhari-hari tak laku, padahal itulah satu-satunya harapan menyambung nyawa. ​Tidur di emperan toko menjadi rutinit
Pensiun Nasional

Pensiun Nasional

1 suka

Rahim Sewa Sang CEO - Valenashzona
Tak bicara bukan berarti tak ada Tidak berkata bukan berarti hampa Seperti jiwa sembunyi dalam raga Begitulah angan beringsut di pelukan rasa *** “Tapi aku ingin segera punya anak, Lady!” Lelaki itu setengah berteriak pada wanita di hadapannya. “Mau sampai kapan seperti ini?” “San
Valenashzona

Valenashzona

0 suka

Seorang wanita berbaju kuning duduk di dahan pohon sambil melihat ponsel, tersenyum. Seorang pria tampan berbaju putih duduk di dahan lain, menatapnya. Teks overlay bertanya, "Yakin? Dia yang digosipkan psikopat? Kok, ganteng?" menggambarkan keraguan Zinnia tentang Gavin.
Sumpah! Nggak nyangka kalau pria psikopat itu
1B “Aku tahu nomormu karena kamu akan dijodohkan denganku. Kenapa kamu mau menerimaku, padahal kakakmu sudah menolaknya?” Senyum terukir walau terasa kaku. Di hadapannya sekarang, ternyata seseorang yang baru saja dicari lewat mesin pencarian di ponselnya. Yang diharapkan muncul fotonya, kini
Khanna

Khanna

6 suka

Seorang wanita muda berambut panjang duduk di pantai saat matahari terbenam, menatap ke bawah dengan ekspresi pensive. Teks di gambar bertuliskan "Istri Yang Ku Buang Ternyata Sultan #1" dan "AKU MEMBUANG ISTRIKU YANG KAMPUNGAN, TAPI DI SAAT ACARA BESAR DI PENUHI ORANG PENTING. IA BERDIRI DI SANA YANG TERNYATA DIA...".
Istri Yang Ku Buang Ternyata Sultan
“Selamat siang, Nyonya Mahendra. Kami diutus langsung oleh Tuan Bagas untuk menjemput Anda. Mobil sudah siap.” Semua mata menoleh padanya. Ruang tamu itu hening beberapa detik. Revan menatapnya dengan alis terangkat, Laras terpaku, ibu mertua menatapnya tidak percaya, sementara Sinta menutup mul
Cerita Cinta

Cerita Cinta

1 suka

Lihat lainnya