Pernah nggak sih, lagi santai-santai tiba-tiba jantung deg-degan, keringat dingin, terus rasanya mau nangis aja best? 🥺
Padahal cuma gara-gara dengar suara ketukan pintu atau lihat notifikasi beruntun.
Jujur, aku sering banget😣
Awalnya mikir, lebay amat sih, masa hal sepele gitu bisa bikin overthinking? Tapi ternyata, hal-hal simple ini tuh bisa jadi 'jebakan Batman' buat anxiety kita lohh best.
Kalau kamu sering ngerasa ketrigger juga sama hal-hal di atas, you are not alone best! 💕
Kalau salah satu di atas adalah trigger terkuat kamu, coba komen 'Sama!' di bawah! Kita saling menguatkan ya best 🥰
Semangat untuk pejuang sembuh Anxiety, dan semangat juga untuk pejuang sembuh lainnya, Yakin pasti kita bisa sembuh 😇💛
... Baca selengkapnyaJujur, rasa panik yang datang tiba-tiba itu nggak enak banget. Kadang lagi rebahan santai, tiba-tiba jantung berdebar kenceng, tangan dingin, napas makin pendek, dan kepikiran yang serem-serem sampai ke takut mati. Padahal awalnya cuma dengar suara pintu diketuk atau notifikasi HP bunyi terus-terusan.
Buat beberapa orang, suara bisa jadi pemicu utama. Ada yang namanya phonophobia, yaitu rasa takut atau cemas berlebihan terhadap suara tertentu. Bukan cuma suara keras, tapi kadang suara yang buat orang lain biasa aja, di kita bisa bikin kaget dan kepikiran. Misalnya:
- Suara teriakan dari tetangga atau orang di luar
- Suara detik jam di ruangan yang sepi
- Suara barang jatuh mendadak
- Suara tangisan di tengah malam
- Nada dering HP atau panggilan dari nomor asing
Kalau suara-suara ini muncul, tubuh bisa langsung aktif: jantung deg-degan, perut mules, keringat dingin, sampai pikiran lari ke hal-hal buruk, termasuk ketakutan "tiba-tiba takut mati". Aku dulu sempat mikir, kok lebay banget sih? Tapi setelah baca-baca, ternyata banyak pejuang anxiety yang ngalamin hal serupa. Jadi kalau kamu juga gitu, kamu nggak sendirian.
Yang aku rasain, rasa takut mati tiba-tiba itu biasanya muncul pas panik lagi puncak-puncaknya. Rasanya kayak, "Aduh, jangan-jangan aku kenapa-kenapa nih?" Padahal sering kali itu gejala kecemasan yang makin membesar di kepala. Pelan-pelan aku belajar buat:
- Mengamati napas: tarik pelan lewat hidung, tahan sebentar, lalu hembuskan pelan lewat mulut.
- Menyadari pemicunya: oh, ini muncul setelah dengar suara ketukan pintu atau notifikasi beruntun.
- Mengingatkan diri: "Ini cuma anxiety, bukan aku beneran mau mati. Tubuhku lagi over-reaksi, sebentar lagi juga reda."
Aku juga mulai ngelist 10 pemicu anxiety versiku sendiri, biar lebih sadar:
1. Tatapan mata orang yang terasa menghakimi.
2. Notifikasi beruntun di HP.
3. Suara detik jam di ruangan sepi.
4. Suara teriakan mendadak.
5. Panggilan dari nomor asing.
6. Suara ketukan pintu.
7. Nada suara orang yang tiba-tiba berubah.
8. Perubahan ekspresi orang yang bikin kepikiran.
9. Suara barang jatuh.
10. Suara tangisan atau orang marah.
Dengan tahu pemicunya, aku jadi bisa sedikit-sedikit jaga jarak atau siapin diri. Misalnya, kalau lagi sensitif suara, aku pakai earphone dengan musik tenang. Kalau ada panggilan nomor asing, aku tunggu dulu sampai hati agak tenang baru putuskan mau angkat atau nggak.
Kalau kamu sering tiba-tiba takut mati atau nggak nyaman dengan suara tertentu, nggak ada salahnya cerita ke orang yang kamu percaya atau konsultasi ke profesional. Bukan berarti kamu lemah, justru itu bentuk sayang ke diri sendiri. Pelan-pelan aja, kita sama-sama belajar kenal tubuh dan pikiran kita. Yang penting, ingat kalau kamu nggak sendirian dan rasa ini bisa banget pelan-pelan dikendalikan.
Alhamdulillah aku enggak ada sama sekali kak 😅