ISTRIMU AKU, BUKAN DIA
Davina tersenyum tipis. "Buka matamu, Arka. Sebelum semuanya terlambat."
Keheningan menggantung di antara mereka. Di luar ruangan, suara aktivitas kantor terdengar samar, seolah berasal dari dunia lain.
Arka melangkah mundur, dadanya terasa berat. Untuk pertama kalinya, keraguan itu benar-benar tumbuh—bukan hanya pada Maira, tapi pada dirinya sendiri.
Saat ia memutar gagang pintu, suara Davina kembali terdengar.
"Dan satu lagi, Arka,” katanya tanpa menoleh. “Adelia tidak sekuat yang kamu kira. Aku yakin dia sangat terluka."
Pintu tertutup perlahan.
Arka berdiri kaku di lorong kantor, dengan pikiran yang kini dipenuhi ucapan Davina. Benarkah dia sedang mengalihkan cinta nya untuk Maira?, benarkah dia jatuh cinta pada sahabat istrinya itu?.
Arka menyandarkan punggungnya ke dinding lorong. Nafasnya tersengal, telapak tangannya dingin dan basah oleh keringat. Memejamkan mata, mengingat apa yang terjadi malam itu.
“Arka?”
Ia membuka mata. Salah satu rekan kerjanya berdiri beberapa langkah di depannya. “Meeting jam sepuluh, jangan lupa.”
Arka hanya mengangguk singkat. Begitu rekannya pergi, ia melangkah gontai kembali ke mejanya. Map merah itu masih ada ditangannya, seperti pengingat nyata bahwa hidupnya mulai berantakan.
Menjelang siang, Arka duduk di ruang rapat dengan kepala tertunduk. Fokusnya buyar, pikirannya terjebak pada satu nama. Adelia.
Ia merogoh saku celana, mengeluarkan ponsel. Jarinya ragu di atas layar sebelum akhirnya membuka chat yang sudah lama tak dibalas.
Del… kamu baik-baik saja?
Pesan itu terkirim. Detik terasa seperti menit. Menit terasa seperti jam.
Tak ada balasan.
Perasaan tak nyaman merayap di dadanya. Ia teringat ucapan Davina. "Adelia tak sekuat yang kamu kira."
Arka berdiri mendadak, kursinya bergeser menimbulkan suara nyaring. Membuat semua yang ada di ruangan itu menoleh, termasuk Davina yang memandangnya dengan tajam.
"Aku izin keluar sebentar," katanya singkat, tak menunggu persetujuan.
Ia melangkah cepat keluar ruangan, kali ini dengan satu tujuan jelas: menemui Adelia. Mencari jawaban. Mencari kebenaran—apa pun risikonya.
Di saat yang sama, Maira tersenyum melihat Adelia berjalan menuju ke arahnya. Istri Arka itu berjalan cepat menghampiri Maira.
"Deli..." Sapa Maira ramah dengan tambahan senyum lebar.
Adelia tidak membalas, tapi langsung duduk dan melipat kedua tangan di depan dada.
"Apa lagi maumu Mai?." Tanya nya tanpa basa basi.
Maira tertawa lirih. "Tenang Del, tidak perlu panik." Jawabnya sambil duduk.
"Kamu mau pesan apa?."
"Tidak perlu, waktuku tidak banyak." Potong Adelia.
Maira menatap sahabatnya sekian detik sebelum melemparkan kata-kata yang membuat Adelia meledak.
"Tinggalkan Arka, ceraikan dia."
BRAK!!
Suara tangan Adelia menggebrak meja, membuat beberapa pengunjung kafe menengok pada mereka. Tapi Adelia tidak peduli.
"Kamu gi la!, Arka suamiku Mai, sampai sekarang kami masih suami istri!." Pekik Adelia tertahan. Ia benar-benar dibuat meradang oleh Maira.
Maira tetap santai, bahkan menyeruput minumannya seperti tidak terjadi apa apa. Sedangkan Adelia dengan napas memburu, terus menatap Maira dengan amarah luar biasa.
"Tapi aku cinta Arka, dan Alfa butuh seorag ayah. Orang itu adalah Arka." Kata Maira dengan tubuh sedikit maju.
Adelia tertawa sinis, "Laki-laki tidak cuma Arka, kamu bisa cari yang lain. Tolong jangan ganggu rumah tanggaku." jawab Adelia tegas.
"Aku cuma mau Arka, bukan yang lain."
BYUR.
"Deli!, apa-apa kamu!." Teriakan Maira mengundang perhatian semua yang ada di dalam ruangan. Beberapa diantaranya tampak berbisik sambil tertawa sinis.
Adelia bergeming, tertawa sumbang. "Itu hadiah untuk seorang pelakor seperti kamu!." Ucapnya pada Maira yang sedang sibuk membersihkan pakaiannya.
Maira mendongak, menatap Adelia dengan wajah merah padam. Tampak aura kebencian di sana. Tapi lagi-lagi Adelia tak peduli.
"Jangan permalukan dirimu sendiri Mai, lupakan suamiku. Karena aku tidak akan pernah melepaskannya, untukmu atau siapapun!.
📌📌📌📌
Judul : ISTRIMU AKU, BUKAN DIA
Penulis : Erni_widja
Aplikasi KBM

































































